selalu.id – Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Surabaya Selatan dipastikan ditunda. Komisi D DPRD Kota Surabaya menilai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah tepat dan realistis, mengingat RSUD Surabaya Timur atau Eka Candrarini hingga kini belum menunjukkan kinerja optimal.
Baca juga: Hampir Setahun Beroperasi, RSUD Eka Candrarini Punya 21 Klinik Spesialis
Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menjelaskan bahwa penundaan itu bukan pembatalan, melainkan bentuk penyesuaian agar fasilitas kesehatan yang sudah ada bisa lebih maksimal.
“Rumah Sakit Surabaya Timur yang tadinya ditargetkan pendapatannya 100 sekian miliar, itu hanya tercapai 20 sekian miliar,” ujar Aning, Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Soroti Rencana Gandeng Investor India
Menurut Aning, RSUD Surabaya Timur sejauh ini belum mampu memberikan kontribusi nyata bagi warga. Karena itu, DPRD mendorong Pemkot agar lebih dulu fokus melengkapi fasilitas dan meningkatkan layanan di rumah sakit tersebut.
Selain RSUD Surabaya Timur, Aning juga menyoroti RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) yang dinilai masih memerlukan penguatan layanan dan pengembangan.
Baca juga: Pembangunan RS Surabaya Selatan Ditunda, DPRD Nilai Langkah Eri Cahyadi Realistis
“Harapannya nanti kalau Rumah Sakit Surabaya Timur sudah stabil, kemudian BDH juga berkembang, maka Rumah Sakit Surabaya Selatan akan kita anggarkan. Tapi tidak dari hutang, dianggarkan dari APBD, hanya saja bukan di tahun 2026,” terangnya.
Editor : Ading