selalu.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pelestarian ekosistem mangrove. Sejak 2010, TPS telah merehabilitasi dan menjaga kawasan mangrove seluas 22,7 hektare di sekitar wilayah operasionalnya.
Baca juga: Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya
Langkah tersebut menjadi implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan bentuk tanggung jawab lingkungan perusahaan. Pelestarian mangrove dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta mendukung mitigasi perubahan iklim.
Ekosistem mangrove berfungsi penting sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi, banjir rob, dan angin kencang. Selain itu, vegetasi ini juga berperan sebagai penyerap karbon yang efektif dalam menekan emisi gas rumah kaca.
Pada 2022, TPS menjalin kerja sama dengan Petani Mangrove Wonorejo dalam program pembibitan 10.000 bibit mangrove. Bibit tersebut disalurkan melalui program donasi oksigen dan kegiatan penyulaman di Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo.
Komitmen ini berlanjut pada 2025 melalui sinergi dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mandiri Lestari Surabaya. Melalui kerja sama itu, TPS kembali melaksanakan pembibitan 10.000 bibit mangrove untuk memperluas kawasan hijau pesisir dan memperkuat ketahanan ekosistem.
Baca juga: Kinerja Arus Terminal Petikemas Surabaya Catatkan Tren Positif, Berikut Rinciannya
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menyampaikan bahwa pelestarian mangrove telah menjadi bagian dari praktik berkelanjutan yang diterapkan perusahaan.
“Sebagai pelabuhan petikemas modern, kami tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga memastikan setiap langkah bisnis selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Erika.
Baca juga: Sinergi hingga Komunikasi, Strategi TPS dalam Pastikan Kebermanfaatan Berkelanjutan
Selain menjaga kawasan yang telah terbentuk, TPS secara berkelanjutan melaksanakan program edukasi, monitoring, dan distribusi bibit sebagai bagian dari perawatan dan regenerasi ekosistem mangrove.
TPS juga menyiapkan pengukuran manfaat lingkungan dan sosial dari program pelestarian ini untuk memastikan efektivitas serta nilai keberlanjutan yang terukur bagi ekosistem maupun masyarakat sekitar.
Editor : Ading