DPRD Surabaya Apresiasi Mahasiswa Unesa Kembangkan Teknologi AI di Sektor Perikanan

Reporter : Ade Resty

selalu.id – DPRD Kota Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mengembangkan riset kecerdasan buatan (AI) untuk sektor perikanan modern. Inovasi tersebut sedang dikompetisikan dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2025.

 

Baca juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyebut riset tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian energi nasional.

 

“Presiden Prabowo sangat menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai antisipasi terhadap situasi geopolitik global yang tidak menentu. Kunci keberlangsungan bangsa ada pada kemandirian energi dan pangan,” ujar Fathoni, Kamis (16/10/2025).

 

Menurut politisi yang akrab disapa Mas Toni ini, Surabaya memiliki peluang besar dalam mendukung program tersebut, terutama melalui penguatan sektor perikanan di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Ia menilai kolaborasi antara pemerintah kota dan perguruan tinggi menjadi kunci penerapan teknologi dalam budi daya ikan agar lebih efisien.

 

“Surabaya bisa mendukung program ini lewat edukasi kepada pemilik tambak di pantai timur. Kampus seperti Unesa dapat berperan dalam penerapan teknologi agar produktivitas meningkat,” jelasnya.

 

Baca juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Mas Toni juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang, terutama akses jalan menuju kawasan tambak. “Kalau jalan ke tambak rusak, hasil panen sulit diangkut. Pemkot perlu membangun akses yang layak agar distribusi hasil perikanan ke pasar dan grosir lebih mudah,” tegasnya.

 

Ia mengapresiasi riset mahasiswa Unesa yang memanfaatkan AI untuk mengukur kualitas air, kadar amonia, dan takaran pakan ikan secara otomatis. “Ini gagasan yang bagus dan realistis. Kalau bisa diimplementasikan, akan sangat membantu Pemkot Surabaya mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo,” ujarnya.

 

Selain itu, Mas Toni juga mendorong Pemkot memanfaatkan lahan tidak produktif untuk pengembangan pangan lokal alternatif seperti budidaya semanggi. “Semanggi bisa jadi alternatif pangan selain beras. Selain bernilai ekonomi, masyarakat kini juga semakin sadar pentingnya pola makan sehat,” tambahnya.

Baca juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

 

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menilai langkah mahasiswa Unesa sebagai contoh nyata sinergi antara riset kampus dan pembangunan daerah. “Kami di DPRD tentu mendukung penuh ide mahasiswa seperti ini. Kalau kampus menyiapkan teknologinya dan Pemkot menyiapkan infrastrukturnya, ketahanan pangan Surabaya bisa benar-benar terwujud,” ujar Nurdjayanto.

 

Menurutnya, inovasi dari kalangan muda menjadi bukti bahwa generasi akademik memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pangan masa depan.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru