Komitmen Lestarikan Budaya Lokal, Untag Surabaya Hadirkan Kesenian Jaranan di Untag Surabaya Expo 20

Reporter : Ading

selalu.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menegaskan komitmennya terhadap pelestarian budaya lokal melalui gelaran Untag Surabaya Expo 2025, Sabtu (4/10/2025). Acara ini mengusung tema “Kreativitas Lokal, Semangat Nasional” dan menjadi ruang bagi mahasiswa, dosen, serta alumni untuk belajar dan menikmati kekayaan budaya bangsa.

 

Baca juga: Kebocoran Data Mahasiswa, Bom Waktu di Dunia Pendidikan

Expo yang digelar di halaman kampus menampilkan pameran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), produk UMKM, hingga pertunjukan kreatif mahasiswa. Salah satu penampilan utama yang menarik perhatian pengunjung adalah kesenian jaranan.

 

Kesenian tradisional asal Jawa ini dibawakan dengan tari dan properti kuda kepang dari anyaman bambu berhiaskan warna-warni. Kehadirannya menjadi simbol kepedulian Untag Surabaya dalam menjaga seni tradisional di tengah arus globalisasi.

 

Sebagai kampus nasionalis yang mahasiswanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Untag Surabaya konsisten menonjolkan nilai budaya lokal. Tahun lalu, expo serupa menghadirkan kesenian bantengan. Tahun ini, jaranan dipilih sebagai bentuk pelestarian warisan budaya Jawa Timur.

 

Ketua Panitia Untag Surabaya Expo 2025, Supangat, M.Kom., Ph.D. ITIL, COBIT, CLA, CISA., menyampaikan bahwa dukungan terhadap budaya lokal tidak berhenti pada acara tahunan.

 

“Pada setiap kegiatan kemahasiswaan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat selalu ada ruang untuk kreativitas berbasis budaya. Dengan begitu, komitmen kami tidak berhenti di acara seremonial, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa,” jelasnya.

 

Baca juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila

Tahun ini, Untag Surabaya Expo juga menghadirkan penampilan grup musik Juicy Luicy.

 

“Juicy Luicy kami pilih karena musiknya dekat dengan generasi muda. Kehadiran mereka kami harapkan menjadi daya tarik sekaligus membangun suasana kebersamaan dan kebanggaan sebagai keluarga besar Untag Surabaya,” pungkas Supangat.

 

Salah satu mahasiswa baru Program Studi Sastra Inggris, Arlin Purna Septiani, mengaku terkesan dengan penampilan jaranan.

 

Baca juga: Perkuat Kerja Sama Global, Untag Surabaya Undang Akademisi Australia dan Filipina

“Rasanya bangga karena Untag Surabaya ikut menjaga budaya lokal. Saya merasa terhibur dengan penampilan mereka karena antara gamelan dan tariannya terasa pas,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan ini, Untag Surabaya menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berkomitmen terhadap pelestarian budaya dan semangat nasionalisme di kalangan mahasiswa.

 

 

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru