Isu Rini Indriyani Disiapkan Sebagai Penerus Wali Kota Surabaya Mencuat, Ini Analisa 3 Pengamat

Reporter : Ade Resty

selalu.id – Isu Rini Indriyani, istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, disiapkan untuk kontestasi Pilwali Surabaya 2029 mulai ramai diperbincangkan.

 

Baca juga: Wali Kota Eri Lantik Istrinya Jadi Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Surabaya, Ini Pesannya

Aktivitasnya yang semakin masif di ruang publik sebagai Ketua TP PKK, Bunda PAUD, hingga Ketua Dekranasda disebut-sebut sebagai panggung politik potensial.

 

Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai wajar jika nama Rini mulai digadang-gadang untuk Pilwali Surabaya.

 

Faktor kedekatan dengan kekuasaan, popularitas, serta intensitas tampil di ruang publik, kata Ken Bimo, membuatnya otomatis mendapatkan eksposur politik.

 

“Dalam komunikasi politik, langkah ini bisa dibaca sebagai bentuk soft campaign atau investasi elektoral jangka panjang. Namun menurut saya masih terlalu dini memastikan apakah isu ini serius atau sekadar spekulasi politik,” kata Ken Bimo, Kamis (2/10/2025).

 

Ken menyebut, jika benar Rini dipersiapkan, maka hal itu bisa dibaca sebagai upaya melanjutkan program dan visi Eri Cahyadi melalui pola politik dinasti.

 

“Di banyak daerah, pola ini jamak. Istri atau anak maju untuk menjaga kesinambungan kekuasaan sekaligus melindungi warisan politik. Dalam kasus Surabaya, publik tentu akan melihat Bu Rini sebagai representasi simbolik dari kepemimpinan Pak Eri,” jelasnya.

 

Namun, Ken juga mengingatkan bahwa penerimaan publik akan menjadi kunci. “Jika kinerja Pak Eri positif, publik bisa melihat majunya Bu Rini sebagai keberlanjutan. Tapi jika ada kritik atau ketidakpuasan, justru bisa jadi bumerang karena dianggap memperpanjang kekuasaan keluarga,” tegasnya.

 

Baca juga: Rini Indriyani Kian Moncer di Panggung Publik, Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun Borong Penghargaan

Pengamat politik UIN Sunan Ampel Surabaya, Andri Arianto, menilai aktivitas sosial Rini tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai istri wali kota. Namun framing publik yang muncul bisa dianggap sebagai pencitraan politik.

 

“Pencitraan itu wajar, karena menjadi cara awal membangun kepercayaan publik. Tapi harus dibarengi dengan tindakan nyata, bukan sekadar tampil di ruang publik,” ujar Andri.

 

Andri menambahkan, meski aktivitas Rini sering mendapat sorotan, terlalu jauh jika langsung dikaitkan dengan persiapan Pilwali 2029.

 

“Kalau dibilang disiapkan oleh pemerintah, saya kira tidak. Tapi sebagai pendamping kepala daerah, wajar jika aktivitasnya membangun eksposur publik. Ruang itu memang ada,” katanya.

 

Baca juga: Bunda PAUD Surabaya Kembangkan Enam Program Unggulan untuk Anak Usia Dini

Sementara itu, pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, menilai kecil kemungkinan Rini maju Pilwali Surabaya 2029.

 

“Menurut saya besar kemungkinan ndak akan maju mbak. Surabaya ini pilkada liga 1, jadi ndak akan gegabah Pak Eri mengizinkan istrinya maju,” ungkapnya.

 

Surokim menyebut Eri Cahyadi memiliki politik yang cermat dan pengalaman dalam kontestasi di Surabaya.

 

“Rasanya ndak akan terlalu gambling dalam Pilkada kota Surabaya. Beliau tahu betul medan kontestasi kota Surabaya,” pungkasnya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru