Pemkot Surabaya Integrasikan Bus, Kereta, dan Wira-Wiri dalam Satu Sistem

Reporter : Ade Resty
Wara Wiri

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya tengah menyusun integrasi moda transportasi kota, mulai dari Bus Trans Jatim, kereta lokal, hingga angkutan lingkungan seperti Wira-Wiri. Tujuannya menciptakan konektivitas antarmoda tanpa meniadakan transportasi yang sudah ada.

 

Baca juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan integrasi akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan seluruh moda yang ada.

 

“Jadi kita akan koordinasikan, tapi yang pasti saya tidak ingin ada yang dilewati lalu tiba-tiba transportasi lain tidak berfungsi. Itu bukan cara kita membangun Surabaya,” kata Eri, Senin (28/7/2025).

 

Ia menyebut, pembangunan jaringan ini juga sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tengah menyiapkan Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Jalur kereta tersebut akan menghubungkan Surabaya dengan kota sekitar seperti Gresik dan Sidoarjo.

 

“Alhamdulillah, akan ada SRRL. Jadi tidak semuanya harus lewat bus, bisa juga lewat kereta. Intinya, masyarakat punya banyak pilihan yang mudah dan nyaman,” jelasnya.

 

Penumpang dari luar kota, lanjut Eri, dapat turun dari kereta atau Trans Jatim, lalu melanjutkan perjalanan dengan moda lain seperti Wira-Wiri yang disiapkan pemerintah kota. Skema ini sedang dimatangkan oleh Dinas Perhubungan Surabaya bersama Dishub Jatim.

 

Baca juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Eri menekankan bahwa integrasi bukan untuk menggantikan moda lama.

 

“Tidak mungkin trayek lama tiba-tiba dimasuki moda baru tanpa koordinasi. Kita ingin semua tetap hidup. Ini bukan soal kalah atau menang, tapi soal saling menguatkan,” ujarnya.

 

Sistem tarif dan pembagian hasil juga sedang dikaji, termasuk kemungkinan penggunaan tiket terusan untuk memudahkan penumpang berpindah moda tanpa membayar berkali-kali.

 

Baca juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

“Misalnya Rp 2.000 itu bisa sampai mana? Nanti kita hitung batasnya. Tapi intinya, penumpang tidak bingung. Yang penting ditampung di mana dan bagaimana nyambungnya,” ucapnya.

 

Ia menambahkan, sistem ini dirancang untuk kenyamanan semua pihak, baik warga yang masuk maupun keluar kota.

 

“Transportasi yang terintegrasi itu bisa Trans Jatim, bisa bus kota, bisa Wira-Wiri, bisa kereta SRRL nantinya. Yang penting, semua saling sambung, dan semua tetap berjalan,” tutup Eri.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru