selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya menargetkan seluruh catatan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pelaksanaan APBD 2024 dapat diselesaikan sebelum akhir masa jabatan Wali Kota Eri Cahyadi.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir
Hal itu disampaikan Eri saat Rapat Paripurna DPRD Kota Surabaya, Senin (30/6/2025), dalam agenda pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
“Alhamdulillah hari ini paripurna laporan pertanggungjawaban APBD 2024 sudah berjalan. Banyak catatan yang harus kami bereskan. Harapannya, anggaran ke depan bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Surabaya,” ujar Eri.
Ia menyebut, sekitar 97 persen catatan BPK sudah ditindaklanjuti. Mayoritas temuan berasal dari persoalan lama, terutama yang berkaitan dengan aset.
“Sebagian besar catatan itu tinggalan masa lalu. Misalnya, barang yang sudah tidak ada tapi masih tercatat, atau aset yang lokasinya sudah tidak jelas. Itu semua sedang kami benahi,” jelasnya.
Eri menargetkan penyelesaian seluruh temuan dapat rampung tahun depan agar tidak menjadi beban bagi wali kota selanjutnya.
Baca juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot
“Kalau bisa saya selesaikan di masa jabatan ini, saya ingin wali kota berikutnya tidak lagi kebagian PR. Biar bisa langsung kerja, tanpa disibukkan dengan urusan lama,” tegasnya.
Meski progresnya sudah tinggi, Eri mengakui masih ada kendala dalam penelusuran aset dan data wajib pajak lama yang tidak lagi valid.
Baca juga: Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan
“Ada wajib pajak lama yang datanya dari kantor pajak, tapi sekarang nggak jelas di mana tempatnya. Kita mau tagih juga bingung. Itu sedang kita proses, apakah dihapus atau diverifikasi ulang,” kata Eri.
Ia menegaskan komitmen Pemkot Surabaya untuk tertib dalam pengelolaan keuangan dan menjadikan penyelesaian temuan audit sebagai prioritas.
“Selama ini Surabaya termasuk yang paling cepat merespons temuan audit. Kita ingin jadi teladan, bukan hanya karena capaian WTP, tapi juga karena tuntas dalam menyelesaikan masalah,” tandasnya.
Editor : Ading