selalu.id – Memotong hewan kurban dan membagikannya kepada masyarakat pada perayaan Iduladha adalah tradisi keagamaan yang tiap tahun dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Pada Iduladha 1446 H tahun ini, PGN Group menyalurkan total 955 ekor hewan kurban yang terdiri dari 121 ekor sapi dan 834 ekor kambing.
Baca juga: Dukung Operasional 24 Jam, PGN Pastikan Pasokan Gas ke RSUP Dr. Sardjito
“PGN rutin menyalurkan hewan kurban saat Iduladha sebagai wujud komitmen sosial perusahaan kepada masyarakat. Hewan kurban disalurkan kepada penerima manfaat di berbagai wilayah sekitar operasi PGN Group, baik yang sudah eksisting maupun wilayah yang tengah dilakukan pengembangan infrastruktur gas bumi,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, Jumat (6/6/2025).
Pelaksanaan kurban PGN dikelola oleh divisi Corporate Social Responsibility (CSR) dan melibatkan sinergi bersama anak perusahaan dan afiliasi. PGN bekerja sama dengan pihak ketiga untuk proses penyembelihan dan penyaluran hewan kurban, dengan memperhatikan ketentuan dari Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Teknis pelaksanaannya menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah operasi.
“Kami memastikan penyaluran hewan kurban dilakukan dengan aman. Selain itu, kami juga memastikan kelayakan dan kesehatan daging kurban secara detail sebelum dikonsumsi oleh penerima manfaat,” jelas Fajriyah.
Baca juga: Libur Nataru 2026, BPH Migas dan PGN Jamin Keandalan Gas Bumi di Jatim
Bagi sebagian masyarakat, konsumsi daging bukanlah hal yang bisa dinikmati setiap saat. Karena itu, pembagian daging kurban dari PGN Group diharapkan dapat membawa kebahagiaan dan menjadi berkah. Penyalurannya tidak hanya menyasar warga sekitar wilayah operasi, tetapi juga para driver, office boy (OB), cleaning service, petugas keamanan, dan mitra kerja.
Baca juga: Infrastruktur Offtake Tandes Perkuat Layanan Gas Bumi Surabaya
“PGN sebagai Subholding Gas Pertamina memastikan semangat berkurban dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Momentum Iduladha ini menjadi wujud semangat kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial—tak sekadar amalan spiritual. Semoga ikatan sosial antara PGN dan masyarakat semakin harmonis,” tutup Fajriyah.
Editor : Ading