Jumat, 04 Sep 2026 16:20 WIB

Suroboyo Wani Sehat, PDIP Bagikan Minuman Rempah-rempah dan Telur Rebus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Mar 2020 11:11 WIB

Surabaya (selalu.id) - Aktif mencegah virus Corona (Covid-19), PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya membagi-bagikan minuman ramuan rempah-rempah, wedang pokak, dan telur rebus ke warga masyarakat di pemukiman padat penduduk.

Ini bagian dari gerakan “Suroboyo Wani Sehat”, yang dikampanyekan kader-kader banteng moncong putih di Kota Pahlawan. Sembari itu mereka membagi-bagikan poster atau leaflet tentang protokol kesehatan menangani virus Corona.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

“Wedang pokak diproduksi oleh dapur DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Atas instruksi Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri dan bimbingan Wali Kota Surabaya Bu Risma,” ujar Anas Karno, Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Minggu (22/3/2020).

Minuman rempah-rempah hasil kandungan bumi Nusantara itu diperoleh kader-kader PDIP, dengan berbelanja di pasar-pasar tradisional. Anas Karno dan tim PDIP keluar masuk kios pasar untuk mencari bahan-bahan baku yang diperlukan.

“Ada jahe, serai, kapulaga, daun pandan, gula merah dan kayu manis. Kami telah berbelanja untuk keperluan beberapa hari ke depan,” kata Anas Karno, yang juga Wakil Ketua Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya.

Tidak hanya di pergerakan darat, PDIP Kota Surabaya juga mengampanyekan di media sosial tentang “Suroboyo Wani Sehat”. Di akun instagram milik DPC PDIP Kota Surabaya, juga telah diunggah resep pembuatan minuman rempah-rempah.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Dijelaskan Anas, minuman rempah-rempah sangat bagus untuk memelihara stamina tubuh. Menjaga kesehatan badan. Begitu juga bagi-bagi telur rebus. Pada putih telur mengandung imonoglobulin, yang sangat bagus untuk meningkatkan stamina tubuh.

“Kepada masyarakat, kami terangkan, kalau stamina tubuh terjaga bagus disertai pola hidup yang sehat, maka tubuh kita tidak rentan oleh penyakit. Termasuk virus Corona,” ujar Anas Karno.

Hidup sehat itu, kata Anas, diantaranya kebiasaan mencuci tangan di air yang mengalir. Sehingga kotoran-kotoran yang menempel di tangan menjadi larut. Kebisaan itu selain berlaku untuk orang dewasa, juga sangat penting diajarkan pada anak-anak.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Dengan kampanye keluar masuk kampung pemukiman padat penduduk, diharapkan masyarakat turut bergerak secara gotong-royong untuk menjaga pola hidup sehat. Masyarakat Surabaya dapat memproduksi minuman rempah-rempah itu di rumah.

“Kami telah bekerja sejak Rabu 18 Maret lalu, atas arahan Ibu Risma, yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan,” ujar Anas Karno.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.