Kamis, 06 Agu 2026 19:54 WIB

Langgar Izin dan Cemari Udara, Peleburan Emas di Kandangan Terancam Ditutup Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Apr 2025 19:17 WIB
Demo warga atas pabrik emas di Benowo
Demo warga atas pabrik emas di Benowo

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mengancam akan menutup aktivitas peleburan emas di kawasan permukiman Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, menyusul aksi protes warga pada Jumat (25/4/2025).

 

Baca Juga: Tiga Direksi PDAM Surabaya Resmi Berganti, Berikut Namanya

Warga menilai aktivitas peleburan tersebut menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kesehatan dan melanggar izin peruntukan bangunan.

 

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyatakan bahwa bangunan tempat peleburan emas itu tidak memiliki izin sesuai peruntukannya. Berdasarkan data Pemkot, izin yang dimiliki hanya untuk kegiatan workshop dan pemeliharaan hewan, bukan untuk industri logam mulia.

 

“Tidak ada izin peleburan emas di situ. Bangunannya hanya diizinkan untuk workshop dan pengolahan hewan, bahkan dulunya tercatat sebagai tempat sarang burung walet,” ujar Armuji saat ditemui selalu.id.

 

Selain menyalahi izin, kegiatan tersebut diduga memicu pencemaran udara. Warga menyebut bau tajam kerap muncul pada malam hari, yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran logam.

 

Camat Benowo, Denny Christupel, mengatakan pihak kecamatan telah menindaklanjuti aduan warga sejak November 2024. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun telah merekomendasikan uji emisi cerobong dan udara ambien.

 

“Kami langsung koordinasi dengan DLH saat aduan pertama masuk. Namun, hingga kini keluhan warga masih terus terjadi,” ujar Denny.

Baca Juga: Pendaftaran Online Bikin Resah Pedagang UMKM Taman Bungkul Surabaya, Lapak Terancam Diserobot

 

Pihak kecamatan telah melayangkan surat peringatan tertulis pertama. Jika dalam tujuh hari tidak ada perbaikan, akan dilanjutkan dengan peringatan kedua dan ketiga.

 

“Jika hasil kajian menyatakan aktivitas itu tidak layak, maka harus dihentikan total. Workshop tetap boleh berjalan, tapi bukan untuk peleburan logam,” tegasnya.

 

Pemkot Surabaya menyatakan akan terus mengawal proses ini dengan menggandeng DLH Kota dan Provinsi, serta Dinas Cipta Karya.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan

“Kita akan lihat kajian teknisnya. Jika tidak memungkinkan, ya harus ditutup. Tapi kalau masih bisa dikaji ulang, kita cari solusi. Yang jelas, kepentingan masyarakat harus diutamakan,” kata Denny.

 

Sementara itu, warga RT 04 RW 06 Kandangan menyebut pemilik usaha telah berulang kali melanggar kesepakatan dan menyembunyikan aktivitas pembakaran logam. Mereka bahkan sempat memergoki langsung kegiatan tersebut pada malam hari.

 

“Awalnya kami kira ini tempat sarang burung walet. Tapi sejak beberapa waktu lalu, bau menyengat mulai terasa. Setelah kami selidiki, ternyata ada peleburan emas. Kami tidak peduli legal atau tidak, yang penting dampaknya jelas merugikan warga,” ujar Sugiyono, perwakilan warga.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

60 Remaja di Sidoarjo Idap HIV: Tujuh Meninggal, 53 Berjuang Hidup

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina meminta masyarakat tidak merespons angka ini dengan kepanikan.

Tekan Penularan HIV pada Remaja, Pemkab Sidoarjo Geser Fokus ke Edukasi dan Promotif

Guna membendung penularan vertikal ini, layanan skrining berdasarkan siklus hidup terus diperkuat, termasuk lewat program triple eliminasi.

Bukan Sekadar Tuan Rumah, DPRD Surabaya Ingin Porprov Jatim 2027 Berbasis Sportainment dan Dongkrak UMKM

Menurut Fathoni, Porprov Jatim 2027 bukan sekadar pertandingan olahraga. Ini adalah momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Bahan Baku Tisu PT SPS di Sukoanyar Mojokerto Terbakar, 7 Mobil Pemadaman Dikerahkan

Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi mengatakan awal mula kebakaran pabrik produksi tisu itu dari lahan tebu lalu merembet ke area bahan baku tisu.

Propam Polres Jember Sidak Samsat dr Soebandi, Pastikan Bebas Pungli dan Calo

Suwito menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari program pengawasan Waspada Pungli (WDP) untuk memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi masyarakat.

Terungkap! Pencuri Kursi Besi Milik Pemkot Surabaya Ternyata Cleaning Service Klinik yang Bawa Ambulans

Saat ini, Polsek Gubeng telah mengamankan barang bukti berupa mobil ambulans serta kursi besi hasil curian. Pelaku juga telah ditetapkan tersangka.