Sabtu, 13 Jun 2026 14:39 WIB

Langgar Izin dan Cemari Udara, Peleburan Emas di Kandangan Terancam Ditutup Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Apr 2025 19:17 WIB
Demo warga atas pabrik emas di Benowo
Demo warga atas pabrik emas di Benowo

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mengancam akan menutup aktivitas peleburan emas di kawasan permukiman Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, menyusul aksi protes warga pada Jumat (25/4/2025).

 

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Warga menilai aktivitas peleburan tersebut menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kesehatan dan melanggar izin peruntukan bangunan.

 

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyatakan bahwa bangunan tempat peleburan emas itu tidak memiliki izin sesuai peruntukannya. Berdasarkan data Pemkot, izin yang dimiliki hanya untuk kegiatan workshop dan pemeliharaan hewan, bukan untuk industri logam mulia.

 

“Tidak ada izin peleburan emas di situ. Bangunannya hanya diizinkan untuk workshop dan pengolahan hewan, bahkan dulunya tercatat sebagai tempat sarang burung walet,” ujar Armuji saat ditemui selalu.id.

 

Selain menyalahi izin, kegiatan tersebut diduga memicu pencemaran udara. Warga menyebut bau tajam kerap muncul pada malam hari, yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran logam.

 

Camat Benowo, Denny Christupel, mengatakan pihak kecamatan telah menindaklanjuti aduan warga sejak November 2024. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun telah merekomendasikan uji emisi cerobong dan udara ambien.

 

“Kami langsung koordinasi dengan DLH saat aduan pertama masuk. Namun, hingga kini keluhan warga masih terus terjadi,” ujar Denny.

Baca Juga: Ketika Warga Surabaya Banyak Keluhkan Lapangan Pekerjaan

 

Pihak kecamatan telah melayangkan surat peringatan tertulis pertama. Jika dalam tujuh hari tidak ada perbaikan, akan dilanjutkan dengan peringatan kedua dan ketiga.

 

“Jika hasil kajian menyatakan aktivitas itu tidak layak, maka harus dihentikan total. Workshop tetap boleh berjalan, tapi bukan untuk peleburan logam,” tegasnya.

 

Pemkot Surabaya menyatakan akan terus mengawal proses ini dengan menggandeng DLH Kota dan Provinsi, serta Dinas Cipta Karya.

 

Baca Juga: Kejagung Tegaskan Legal Opinion Bukan jadi Alasan Pemkot Surabaya Tunda Putusan Inkracht

“Kita akan lihat kajian teknisnya. Jika tidak memungkinkan, ya harus ditutup. Tapi kalau masih bisa dikaji ulang, kita cari solusi. Yang jelas, kepentingan masyarakat harus diutamakan,” kata Denny.

 

Sementara itu, warga RT 04 RW 06 Kandangan menyebut pemilik usaha telah berulang kali melanggar kesepakatan dan menyembunyikan aktivitas pembakaran logam. Mereka bahkan sempat memergoki langsung kegiatan tersebut pada malam hari.

 

“Awalnya kami kira ini tempat sarang burung walet. Tapi sejak beberapa waktu lalu, bau menyengat mulai terasa. Setelah kami selidiki, ternyata ada peleburan emas. Kami tidak peduli legal atau tidak, yang penting dampaknya jelas merugikan warga,” ujar Sugiyono, perwakilan warga.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Saat ini proses penelusuran jaringan masih berlangsung dan PAM Surya Sembada menargetkan distribusi air di wilayah terdampak dapat kembali berjalan optimal.