Selasa, 03 Feb 2026 02:35 WIB

Penyegelan CV Sentosa Seal, Komisi A Minta Jangan Tebang Pilih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Apr 2025 17:14 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id - Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, angkat suara usai penyegelan gudang milik CV Sentosa Seal oleh Wali Kota Eri Cahyadi bersama Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (22/4/2025).

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Langkah tegas itu mendapat dukungan penuh dari Yona. Ia menilai penyegelan karena tidak adanya Tanda Daftar Gudang (TDG) sudah tepat dan perlu menjadi pembelajaran bagi seluruh pelaku usaha di Surabaya.

 

"Kami mendukung penuh langkah Mas Wali. Ini penting sebagai pembelajaran agar para pengusaha patuh pada aturan,” ujar Yona di Gedung DPRD Surabaya.

 

Namun, Yona menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan merata. Ia meminta Pemkot Surabaya tidak tebang pilih dalam menindak pelanggaran serupa di tempat lain.

 

“Kalau memang gudang lain juga tidak punya TDG, ya langsung saja ditutup. Jangan sampai hanya satu-dua yang ditindak, yang lain dibiarkan. Itu tidak adil,” tegasnya.

 

Menurut politisi Gerindra ini, masih banyak gudang di Surabaya yang belum tentu memiliki izin lengkap. Ia juga menyoroti banyaknya ruko yang disalahgunakan sebagai tempat penyimpanan barang tanpa izin resmi.

 

“Jangan hanya fokus di Margomulyo. Banyak juga ruko yang dijadikan gudang. Itu harus dicek semua. Kalau tidak sesuai aturan, ya harus ditindak juga,” tambahnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

 

Yona menekankan bahwa penyegelan CV Sentosa Seal murni terkait persoalan administratif, dan tidak berkaitan langsung dengan isu ketenagakerjaan seperti penahanan ijazah atau pelanggaran upah minimum.

 

“Ini soal administratif, bukan soal ketenagakerjaan. Soal gaji, ijazah, itu urusan lain dan ada saluran hukumnya sendiri,” jelasnya.

 

Meski mendukung langkah Wali Kota, Yona menyayangkan tidak adanya koordinasi sebelumnya dengan legislatif, khususnya Komisi A yang menjadi mitra kerja Satpol PP.

 

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

“Bukan soal kami minta dilibatkan terus, tapi kalau masyarakat bertanya, kami harus bisa menjelaskan secara utuh. Kalau tidak diajak bicara, kami juga kesulitan,” katanya.

 

Yona berharap langkah ini menjadi awal pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola perizinan usaha di Surabaya. Ia menekankan pentingnya keadilan, transparansi, dan konsistensi dalam menegakkan aturan.

 

“Kalau pemerintah tegas dan adil, kepercayaan publik akan meningkat. Dunia usaha pun akan lebih sehat dan tertib,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.