Senin, 02 Feb 2026 17:39 WIB

Industri Jateng Naik, Pelindo Terminal Petikemas Tambah Alat Bongkar Muat TPK Semarang

Pelindo Terminal Peti Kemas
Pelindo Terminal Peti Kemas

selalu.id - PT Pelindo Terminal Petikemas selaku pengelola TPK Semarang dalam waktu dekat berencana mendatangkan 2 unit alat bongkar muat peti kemas jenis harbour mobile crane. Alat tersebut akan mendukung kegiatan bongkar muat peti kemas di dermaga samudera Pelabuhan Tanjung Emas sepanjang 150 meter sebagai perpanjangan TPK Semarang. Saat ini dermaga tersebut difungsikan untuk kegiatan bongkar muat non peti kemas.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menyebut pemanfaatan dermaga samudera sebagai bentuk respon atas peningkatan kunjungan kapal dan arus peti kemas di TPK Semarang. Hal itu disebut sebagai langkah antisipatif agar layanan tetap optimal dan mencegah terjadinya kemacetan yang mengakibatkan kongesti.

Selain penyiapan dermaga dan alat tambahan, PT Pelindo Terminal Petikemas juga akan melakukan penataan area di TPK Semarang untuk penyiapan lapangan penumpukan tambahan. Saat ini perseroan tengah menyiapkan segala kelengkapan administrasi yang dibutuhkan agar pemanfaatan dermaga dan penyiapan lapangan penumpukan tersebut sesuai dengan tata kelola yang baik.

“Arus peti kemas di TPK Semarang meningkat tajam, tahun 2024 yang lalu tumbuh 15 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023, ini akan terus meningkat seiring dengan keberadaan Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah,” ucap Widyaswendra, Senin (24/02).

Lebih lanjut, Widyaswendra mengatakan perseroan menerima sedikitnya 12 permintaan layanan tambahan dari beberapa perusahaan pelayaran dengan potensi tambahan arus peti kemas kurang lebih 200.000 TEUs per tahun. Pihaknya memprediksi pada tahun 2029 mendatang arus peti kemas di TPK Semarang bisa mencapai 1,2 juta TEUs.

“Ukuran dan kapasitas kapal yang masuk ke TPK Semarang juga semakin besar, muatan semakin banyak sehingga kami perlu memastikan bahwa para pengguna jasa dapat memperoleh layanan terbaik,” lanjutnya.

Dalam jangka panjang perseroan akan mendatangkan 4 unit quay container crane (alat yang digunakan untuk mengangkat peti kemas dari kapal ke truk atau sebaliknya) yang tiba pada triwulan-II tahun 2026. Selain itu juga akan dilakukan peninggian dermaga dan lapangan penumpukan di TPK Semarang.

Tak hanya sebatas pada fasilitas dan peralatan pelabuhan, PT Pelindo Terminal Petikemas juga fokus pada peningkatan kinerja operasional TPK Semarang. Serangkaian proses transformasi dilakukan baik dari sisi pekerja operasional, proses bisnis, hingga penggunaan teknologi terbaru untuk menunjang bongkar muat yang lebih efektif.

Para pelaku usaha pelayaran menyambut positif rencana PT Pelindo Terminal Petikemas yang akan memanfaatkan dermaga samudera untuk tambatan kapal peti kemas. Pasalnya, jumlah kunjungan kapal ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang semakin meningkat yang dipicu oleh meningkatnya volume ekspor impor dari pelabuhan tersebut.

“Saat ini TPK Semarang harus segera menambah kapasitasnya, kunjungan kapal peti kemas semakin meningkat,” kata Ketua DPC INSA (Indonesian National Shipowners' Association) Semarang, Hari Ratmoko.

Hari mendorong PT Pelindo Terminal Petikemas untuk menambah baik kapasitas dermaga, kapasitas peralatan seperti quay container crane, maupun kapasitas lapangan penumpukan (container yard). Saat ini, katanya, volume kontainer ekspor impor meningkat signifikan. Potensi peningkatan ekspor ke depannya akan semakin besar, terutama dari beberapa kawasan industri baru di Jawa Tengah.

Ketua DPW ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) wilayah Jawa Tengah dan DIY, Teguh Arif Handoko, menyambut positif rencana penambahan kapasitas TPK Semarang, khususnya perluasan lapangan penumpukan peti kemas, mengingat pertumbuhan kargo dari Provinsi Jawa Tengah yang tumbuh cukup luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.

“Kita menyambut baik rencana penambahan kapasitas, khususnya perluasan lapangan penumpukan karena arus peti kemas di TPK Semarang diperkirakan akan terus tumbuh signifikan ke depannya,” kata Teguh.

Teguh mengatakan pertumbuhan volume di TPK Semarang pada tahun lalu dan terus berlanjut hingga saat ini merupakan cerminan dari pertumbuhan industri di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya diberitakan bahwa PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas sepanjang tahun 2024 tumbuh sekitar 15 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023. Pada tahun 2024 peti kemas yang melalui TPK Semarang mencapai 895.904 TEUs sementara tahun 2023 sebanyak 781.841 TEUs. Jumlah tersebut terus tumbuh mengingat pada tahun 2020 lalu arus peti kemas TPK Semarang sebanyak 717.062 TEUs.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.