Kamis, 03 Sep 2026 14:50 WIB

SIER Dukung Desa Curah Dukuh di PIER Wujudkan Sanitasi Layak dan Bebas BAB Sembarangan

Progam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SIER mendukung terwujudnya Desa Curah Dukuh sebagai wilayah bebas buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF).
Progam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SIER mendukung terwujudnya Desa Curah Dukuh sebagai wilayah bebas buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF).

selalu.id - Akses terhadap sanitasi yang layak adalah kebutuhan mendasar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai bagian dari kawasan industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Desa Curah Dukuh menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam upaya peningkatan sanitasi dasar.

PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), pengelola kawasan industri PIER, memahami bahwa pembangunan kawasan industri yang berkelanjutan harus selaras dengan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SIER mendukung terwujudnya Desa Curah Dukuh sebagai wilayah bebas buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF).

Pada tahun 2024, SIER menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk pembangunan 40 unit jamban sehat bagi masyarakat setempat. Bantuan ini bertujuan untuk memastikan setiap warga memiliki akses sanitasi yang lebih baik, sekaligus mendukung program Pemkab Pasuruan dalam mewujudkan seluruh desa di kawasan industri menjadi ODF.

Sanitasi yang buruk dapat berdampak pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, peningkatan angka stunting, dan penurunan kualitas hidup. Dengan adanya program jambanisasi ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi semakin meningkat.

Sekretaris Desa Curah Dukuh, Nanik, menyampaikan bahwa dukungan dari SIER sangat membantu percepatan pencapaian desa ODF.

“Alhamdulillah, Desa Curah Dukuh kini sudah bebas dari kebiasaan BAB sembarangan. Meski belum semua warga memiliki jamban sendiri, mereka kini sadar akan pentingnya sanitasi dan memilih menggunakan fasilitas keluarga atau tetangga. Program ini benar-benar membawa perubahan yang nyata bagi desa kami,” ujarnya.

Program ODF bukan hanya tentang membangun jamban, tetapi juga mengubah kebiasaan masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat. Selain itu, sanitasi yang baik juga berperan dalam menekan angka stunting, salah satu fokus utama pemerintah dalam peningkatan kesehatan masyarakat.

Sebagai pengelola kawasan industri PIER, SIER berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Kepala Departemen TJSL dan Keberlanjutan PT SIER, Puspita Ernawati menegaskan, program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan industri yang harmonis dengan masyarakat sekitarnya.

“Kami percaya bahwa keberadaan kawasan industri harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, tidak hanya dalam aspek ekonomi tetapi juga dalam peningkatan kualitas hidup. Dengan adanya fasilitas sanitasi yang lebih baik, diharapkan kesehatan warga semakin meningkat, dan angka penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan,” jelasnya.

Selain program sanitasi, PT SIER juga aktif dalam berbagai inisiatif sosial lainnya, seperti bantuan hewan kurban, pengobatan gratis, dan pemberian sembako. Ke depan, Desa Curah Dukuh juga berharap mendapatkan dukungan untuk pencegahan stunting dan operasi katarak gratis, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, menegaskan bahwa keberhasilan program ODF di Desa Curah Dukuh adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan yang lebih baik.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat di sekitar kawasan industri PIER agar memiliki akses yang lebih baik terhadap sanitasi, pendidikan, dan kesehatan. Kami percaya bahwa pembangunan kawasan industri yang sukses harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Semoga langkah kecil ini membawa manfaat jangka panjang bagi warga Desa Curah Dukuh dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya,” tutupnya.

Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, kata Didik yang juga menjabat Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia, PT SIER berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan industri yang lebih sehat, nyaman, dan harmonis bagi semua pihak.

Baca Juga: Konsisten Bangun Citra Positif, SIER Raih Penghargaan Indonesia PR Award 2026

Editor : Ading
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.