Ini Lima Sekolah Pilihan untuk Penerapan Pertama Program Makan Bergizi Gratis di Surabaya
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 06 Jan 2025 17:46 WIB
selalu.id - Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) segera diluncurkan di Surabaya pada 13 Januari 2025 nanti. Namun, khusus pelaksanaan untuk Kota Surabaya tidak dilakukan serentak seperti di 190 lokasi lainnya. Hanya ada lima sekolah akan menjadi lokasi pertama implementasi program ini untuk implementasi pertama di Senin (13/1/2025) mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masru mengatakan pihaknya sudah melakukan pertemuan terhadap badan gizi. Ia menyebut pelaksanaan awal program MBG akan fokus dulu di Kecamatan Wonocolo di lima sekolah.
Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya
Lima sekolah itu ada di Paud (KB, TK)Yasporbi, SD Taquma, SMP N 13, SMA 10, dan SMK PGRI Sedangkan jumlah penyedia makanannya hanya ada satu yakni CV. Boga Surya Sentosa.
Total siswa yang akan dilayani di tahap awal ini mencapai 3.151 orang. Menu makanan bergizi yang disiapkan sepenuhnya dikendalikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dengan distribusi makanan langsung dari pusat.
“Semua dilaksanakan secara bertahap,” jelasnya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pelaksanaan program ini sepenuhnya merupakan dari pemerintah pusat, sementara Pemkot Surabaya hanya berperan mendukung dan menyediakan fasilitas.
“Pelaksanaannya tanggal 13 Januari, bukan karena kita terlambat, tapi karena arahan teknis dari pusat. Semua keputusan teknis ada di tangan mereka. Kita hanya siapkan lokasi dan mendukung pelaksanaan,” ujar Eri pada Senin (6/1/2025).
Baca Juga: Warga Surabaya Banyak yang Sambat Parkir, Laporan ke Hotline Cak Eri Tembus 1.442
Tak hanya itu, Politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan bahwa adanya kendala beberapa teknis masih belum diputuskan. Sebab, program MBG ini apakah akan menggunakan dapur umum sepenuhnya atau melibatkan UMKM.
“Apakah pakai dapur umum terus yang lainnya daftar UMKM-nya atau UMKM permakanan kemarin, itu juga menunggu arahan,” katanya.
Editor : Ading