Kamis, 23 Jul 2026 02:19 WIB

Minuman Wedrink Bertema Gaming Mobil Legend, Begini Rasanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Nov 2024 09:33 WIB
Wedrink
Wedrink

selalu.id - Wedrink Indonesia, franchise minuman es krim asal China dengan lebih dari 700 outlet di Indonesia, membuat gebrakan besar di dunia kuliner dan hiburan digital.

Melalui kolaborasi revolusioner dengan MPL ID (Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia), Wedrink menghadirkan pengalaman baru yang menggabungkan minuman kekinian dengan semangat esports.

Victor, perwakilan dari Business Development Wedrink Indonesia, menyatakan bahwa langkah ini merupakan terobosan yang belum pernah dilakukan di industri minuman.

“Wedrink menjadi franchise minuman pertama yang berkolaborasi langsung dengan dunia gaming. Ini adalah inovasi yang memadukan minuman favorit dengan budaya esports yang sedang berkembang pesat,” ujarnya.

Kolaborasi ini melahirkan berbagai varian menu baru seperti sundae es krim, fruit tea, coffee, dan milk tea, semuanya dikemas dengan tema Mobile Legends.

Minuman dan dessert ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan pengalaman visual yang menarik dengan tampilan yang terinspirasi dari karakter dan elemen dalam game.

Misalnya, sundae es krim dengan topping buah segar dan saus warna-warni mencerminkan hero-hero Mobile Legends. Inovasi ini membedakan Wedrink dari kompetitor lain yang umumnya hanya fokus pada rasa tanpa konsep unik seperti ini.

Wedrink juga memberikan nilai tambah bagi penggemar Mobile Legends dengan berbagai promo eksklusif.

Melalui web page khusus, konsumen bisa mendapatkan diskon untuk produk tertentu serta berkesempatan memenangkan item spesial dalam game, seperti skin hero dan diamond.

“Ini adalah cara kami menghubungkan dunia nyata dan digital. Konsumen tidak hanya menikmati minuman kami, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang mendalam sebagai pemain Mobile Legends,” tambah Victor.

Bagi pengusaha yang tertarik dengan bisnis franchise, kolaborasi ini membuka peluang emas untuk berinovasi. Wedrink membuktikan bahwa kreativitas dalam pemasaran bisa menciptakan daya tarik baru bagi konsumen.

Tidak hanya sekadar menjual es krim, milk tea, dan coffee, Wedrink membawa konsumen ke dalam dunia hiburan digital yang interaktif.

Dengan strategi ini, Wedrink menciptakan standar baru di industri minuman kekinian, yang belum dijelajahi oleh kompetitor lainnya.

Kolaborasi Wedrink dan MPL ID membuktikan bahwa dunia minuman bisa bersinergi dengan tren budaya populer seperti esports.

Langkah ini tidak hanya mengukuhkan Wedrink sebagai pelopor inovasi di industri franchise, tetapi juga sebagai brand yang terus mengikuti perkembangan zaman.

Baca Juga: Turnamen Mobile Legend di BHC, Ajang Pencarian Atlet Berbakat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.