Kamis, 03 Sep 2026 17:12 WIB

Begini Program Gratis Pemkot Surabaya untuk Pendidikan di Empat Tahun Terakhir

Program Pemkot Surabaya untuk pendidikan
Program Pemkot Surabaya untuk pendidikan

selalu.id - Dalam empat tahun terakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelontorkan bantuan berupa seragam dan perlengkapan sekolah secara gratis kepada 266.375 siswa. Program ini dimulai sejak tahun 2021, dengan sasaran utama siswa dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta yang berasal dari keluarga miskin (gamis) maupun pra-gamis di Kota Pahlawan.

Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan intervensi dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi serta Wakil Wali Kota Armuji terhadap sektor pendidikan. Tujuannya adalah untuk memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik tanpa terbebani biaya untuk seragam dan perlengkapan sekolah.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh siswa dari keluarga tidak mampu tidak lagi merasa khawatir terkait kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah. Sejak 2021, kami sudah menjalankan program bantuan ini untuk mendukung pendidikan mereka,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (12/9/2024).

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu berharap, bantuan ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk terus semangat dalam belajar dan meraih cita-cita. “Pendidikan adalah salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan. Saya berharap anak-anak Surabaya terus semangat belajar,” tuturnya.

Adapun jenis bantuan yang diberikan oleh Pemkot Surabaya itu meliputi seragam sekolah lengkap. Mulai dari seragam putih merah/putih biru, seragam olahraga, seragam batik, seragam pramuka, hingga sepatu. Selain itu, siswa juga mendapatkan tas sekolah serta perlengkapan lainnya seperti hasduk, topi, badge, ikat pinggang, dan kaos kaki.

“Kami juga melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pembuatan seragam dan perlengkapan sekolah tersebut. Ini bertujuan agar roda perekonomian di Surabaya terus berputar,” kata Wali Kota Eri.

Data Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya selama empat tahun terakhir, program bantuan ini menyasar 266.375 siswa. Pada tahun 2021, bantuan seragam dan perlengkapan sekolah diberikan kepada 48.314 siswa. Terdiri dari, 17.092 siswa SD Negeri, 4.624 siswa SD/MI swasta, 16.277 siswa SMP Negeri, dan 10.311 siswa SMP/MTs swasta.

Kemudian pada tahun 2022, jumlah penerima meningkat menjadi 108.132 siswa. Bantuan tersebut diberikan kepada 52.819 siswa SDN, 18.783 siswa SD/MI swasta, 24.442 siswa SMPN, dan 12.108 siswa SMP/MTs swasta.

Tak berhenti di sana, program ini terus berlanjut pada tahun 2023 dengan sasaran 55.504 siswa yang mendapatkan bantuan. Dengan rincian, 30.135 siswa dari SDN, 7.078 siswa SD/MI swasta, 11.853 siswa SMPN, serta 6.438 siswa SMP/MTs swasta.

Sedangkan pada tahun 2024, bantuan menyasar kepada 54.425 siswa. Rinciannya, 30.135 siswa SDN dan 7.174 siswa SD/MI swasta, dengan total 37.309 penerima di jenjang SD. Untuk jenjang SMP, bantuan menyasar kepada 10.207 siswa SMPN dan 6.909 siswa SMP/MTs swasta, dengan total 17.116 penerima.

Di waktu terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh menuturkan, program ini merupakan bagian dari upaya pemkot untuk mengurangi angka kemiskinan dengan cara memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Bantuan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pendidikan, untuk menyiapkan generasi emas Surabaya,” jelas Yusuf.

Yusuf menjelaskan bahwa bantuan seragam dan perlengkapan sekolah ini dirancang untuk meringankan beban keluarga miskin dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka.

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap siswa dapat lebih fokus belajar tanpa harus memikirkan biaya seragam dan perlengkapan sekolah,” kata Yusuf.

Lebih dari itu, Yusuf menekankan bahwa program ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar anak-anak di Kota Pahlawan. Sehingga mereka dapat terus berjuang meraih cita-cita tanpa terbebani oleh masalah ekonomi.

“Kami berharap bantuan ini dapat memicu semangat belajar siswa agar lebih fokus dan tidak terganggu dengan kebutuhan seragam,” pungkasnya. (Adv)

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.