Selasa, 21 Jul 2026 11:02 WIB

Oleh: Eri Irawan

Rekam Jejak Welas Asih Risma

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 11 Sep 2024 08:26 WIB
Anggota DPRD Surabaya dari PDIP
Anggota DPRD Surabaya dari PDIP

Penulis: Eri Irawan (Anggota DPRD Surabaya dari PDIP)

selalu.id - Tri Rismaharini memiliki rekam jejak panjang yang diperlukan seorang calon pemimpin Jawa Timur, sebuah provinsi yang dihuni lebih dari 41 juta jiwa yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Rekam jejak yang dibentuk pengalamannya sebagai birokrat, wali kota Surabaya dua periode, serta menteri sosial.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Risma selalu dikenang dengan ketegasannya dalam bertindak—terutama dalam menjalankan pemerintahan yang bersih—dan keuletannya dalam menjalankan kebijakan. Maka di sejumlah laman media sosial, beberapa video pendek berisi adegan kemarahannya terhadap hal-hal yang tak sepatutnya berseliweran. Sebagian dijadikan meme bercandaan, bukti ketegasan dan keuletannya relevan dengan psikologi publik.

Namun sebuah puisi yang dibacakannya untuk para pelajar dalam program “Rosi” di Kompas TV empat tahun silam mengingatkan kita, bahwa rekam jejak terkuat Risma adalah compassion, rasa welas asih. “Anak-anakku, suaraku keras memarahimu, sekeras cintaku kepadamu,” kata Risma dalam video yang kembali viral di grup-grup percakapan; sebuah puisi yang seolah hendak menjelaskan rangkaian kebijakan dan ketegasan Risma yang dilandasi kasih sayang ke anak-anak Surabaya.

Rekam jejak rasa kasih sayang ini tercetak dalam kebijakan-kebijakannya selama menjadi Wali Kota Surabaya pada 2010-2020. “Compassion is the basis of morality,” kata filsuf Arthur Schopenhauer.

Dan sejarah mencatat, Risma memberlakukan pendidikan gratis itu dimulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surabaya. Setelah itu, regulasi membuat pengelolaan SMA/SMK ditarik ke level provinsi.

Pendidikan gratis ini meringankan beban para orangtua, terutama kelas pekerja, yang berpenghasilan sesuai upah minimum atau bahkan di bawah itu. Risma memastikan, dengan pendidikan gratis, tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa bersekolah karena alasan biaya.

Mendukung semua program pendidikan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Surabaya pun mengalokasikan anggaran di atas 20 persen. Termasuk untuk memberikan beasiswa bagi belasan ribu anak dari keluarga kelas ekonomi bawah agar bisa kuliah di perguruan tinggi maupun pelatihan khusus pada rentang kepemimpinan Risma.

Risma pun menggelontorkan beasiswa bagi para penghafal kitab suci. Penghargaan terhadap para perawat kitab suci ini melanjutkan tradisi Surabaya sebagai kota dunia yang tak lepas dari nilai-nilai religiusitas. Tradisi kota tempat lahirnya gerakan kebangkitan para ulama, Nahdlatul Ulama, yang menebarkan ajaran Islam yang welas asih dan lembut.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Rasa welas asih ini juga menjadi pembeda Risma dengan para pemimpin lainnya dalam mengidentifikasi persoalan anak jalanan. Risma tidak menganggap anak jalanan sebagai bagian dari persoalan, melainkan sebagai potensi besar pada masa mendatang. Saat bertemu Bledhek, seorang anak jalanan yang menjadi binaan Dinas Sosial Kota Surabaya, dia tidak menghardik. Risma tidak memaki atau berkhotbah.

Risma mengulurkan tangan dan memberikan opsi dan peluang. Dan Bledhek (yang berarti kilat dalam bahasa Jawa) menyambar tawaran itu. Dia hapus semua tato di sekujur tubuhnya dan kemudian menjalani kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Dia membuat Risma tersenyum dengan langkah kaki yang berderap saat menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pada perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Dalam sebuah video yang beredar di grup-grup WhatsApp, Risma hadir bareng ibu-ibu di Surabaya yang akan senam bersama, 8 September 2024. Ada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono. Tiba-tiba dia melihat anak muda yang akan tampil menghibur dengan musik. Ternyata itu anak yang pernah dibina Risma, dari sebelumnya mengamen di kawasan Joyoboyo hingga Kebun Binatang kemudian menjadi seniman musik yang tampil menghibur di berbagai event.

Risma menyapa anak itu, berbincang, menggodanya, karena “sekarang sudah bisa pegang gitar bagus”.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Risma lalu memotivasi semua yang hadir. Keberhasilan anak binaannya itu menunjukkan bahwa, kata Risma, “Tak ada yang tak mungkin bagi Tuhan, bagi Tuhan semua mungkin. Mari wujudkan mimpi anak-anak kita.”

Risma menyebut peran Tuhan, bukan dirinya sendiri, yang mendorong sang “pengamen jalanan” untuk “naik kelas”; sebuah sikap yang menunjukkan rendah hati dan pengakuan kebesaran Yang Maha Kuasa.

“Suaraku menghentak kuat
Sekuat tenagaku untuk menjagamu
Anakku, tak kubiarkan kerikil kecil mengganjalmu
Atau batu karang menghalangimu.”

Tak terasa puisi itu berusia empat tahun sudah. Hidup terus berjalan. Namun kita tahu, kebajikan dalam kebijakan-kebijakan Risma tak akan pernah dilupakan. Kini, rakyat Jawa Timur mendamba kebajikan-kebajikan itu. 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.