Kamis, 03 Sep 2026 13:14 WIB

Konservasi Lingkungan, Pelindo Terminal Petikemas Tanam 632 Terumbu Karang

Konservasi terumbu karang yang dilakukan oleh SPTP dan IPC TPK
Konservasi terumbu karang yang dilakukan oleh SPTP dan IPC TPK

selalu.id – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) merayakan HUT ke-79 Kemerdekaan RI dengan penanaman 632 bibit terumbu karang di Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Penanaman dilakukan di area yang rusak akibat aktivitas yang berlebihan oleh manusia di sekitar habitat terumbu karang.

Konservasi terumbu karang yang dilakukan oleh SPTP dan IPC TPK merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pelindo Group sebagai bentuk kepedulian lingkungan di sekitar perusahaan.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan konservasi terumbu karang di  Lampung dilakukan untuk mengurangi dampak aktivitas hilir mudik kapal dari dan menuju pelabuhan. Provinsi Lampung dipilih menjadi lokasi konservasi terumbu karang dimana terdapat area kerja perusahaan yaitu IPC Terminal Petikemas Area Panjang.

“Kami menanam sebanyak 632 bibit terumbu karang dikemas dalam 79 rak ditanam di area seluas 158 M2, jumlah rak kami sesuaikan dengan perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI,” urainya kepada selalu.id, Selasa (20/8/2024).

Dalam pelaksanaannya, SPTP bekerjasama dengan komunitas pecinta alam Lampung Underwater Community (LUC) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Pahawang. Kegiatan konservasi ini merupakan penanaman terumbu karang terbanyak di Pulau Pahawang.

Pulau Pahawang merupakan salah satu destinasi wisata di Provinsi Lampung dengan luas wilayah sebesar 1.020 hektar yang dihuni oleh 1.837 jiwa dan 447 kepala keluarga. Sebagian besar warganya menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata. Sederet potensi bahari Pulau Pahawang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk kegiatan snorkeling dan diving.

“Konservasi terumbu karang bukan pertama kali dilakukan oleh SPTP, pada tahun 2023 lalu kami melakukan konservasi 1.400 bibit terumbu karang yang ditanam dengan metode rocklife di perairan Pulau Pramuka, Taman Nasional Kepulauan Seribu,” jelas Widyaswendra.

Bibit terumbu karang ditanam menggunakan rangka pipa/paralon yang setelah melalui proses uji coba paling sesuai dengan kondisi laut di Pulau Pahawang. Rencananya akan dilakukan kegiatan pemeliharaan rutin dalam 1 hingga 3 bulan setelah penanaman. Pelindo Lestari Konservasi Terumbu Karang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 14.5.1 tentang Jumlah luas kawasan konservasi perairan Laut.

Ketua Lampung Underwater Community Kusbiyanti menjelaskan terdapat 4 jenis terumbu karang yang ditanam di area Pulau Pahawang, yakni Acropora Cervicornis, Acropora Carduus, Acropora Formosa dan Psammocora (jahe hijau). Pihaknya memberikan apresiasi kepada SPTP atas komitmen dalam mendorong pelestarian laut. Program konservasi terumbu karang di Pulau Pahawang adalah program konservasi terumbu karang ke 8 kolaborasi Pelindo Group dan LUC sejak tahun 2017.

Kepala Desa Pulau Pahawang Salim menyambut baik konservasi terumbu karang yang dilakukan oleh SPTP. Pihaknya berharap konservasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat untuk lingkungan dan masyarakat Pulau Pahawang. Menurutnya, terumbu karang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat.

“Wisatawan datang ke daerah kami karena daya tarik keindahan alam bawah laut, sehingga terumbu karang menjadi hal penting bagi kelangsungan pariwisata yang perlu kita jaga bersama,” tutupnya.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Pesisir Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.