Selasa, 21 Jul 2026 21:06 WIB

Sosok Rahdisty Syawalia, Paskibraka asal Surabaya yang Bertugas di IKN

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Agu 2024 12:26 WIB
Rahdisty Syawalia Yogi saat menjalankan tugas sebagai paskibraka
Rahdisty Syawalia Yogi saat menjalankan tugas sebagai paskibraka

selalu.id - Rahdisty Syawalia Yogi terpilih menjadi Tim Pasukan Indonesia Maju yang bertugas sebagai pasukan penurunan bendera dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024).

Rahdisty merupakan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perwakilan dari Surabaya, Jawa Timur, yang terpilih di tingkat nasional dalam pelaksanaan rangkai upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI di IKN. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, Rahdisty bertugas di Tim 8 dalam upacara penurunan bendera di IKN.

"Ya, dia bertugas di Tim 8 upacara penurunan bendera di IKN. Sebagai arek Suroboyo tentunya bangga (Rahdisty) bisa mengikuti upacara yang pertama kalinya di ibu kota negara baru di tahun 2024 ini," kata Maria.

Maria menjelaskan, siswa kelas X SMA Negeri 17 Surabaya ini adalah satu-satunya Paskibraka asal Surabaya, Jatim yang terpilih sebagai paskibraka tingkat nasional dalam HUT ke-79 RI tahun 2024.

"Jadi dia belum sempat bertugas di Surabaya, akan tetapi langsung terpilih bertugas di nasional. Dia menjalani karantina mulai tanggal 3 Juli sampai sekarang," kata Maria. 

Sementara itu, Kepala SMAN 17, Elis Ristyorini turut bangga atas terpilihnya Rahdisty sebagai tim paskibraka nasional di IKN. Elis menyebutkan, sebelum lolos sebagai tim paskibraka tingkat nasional, Rahdisty mengikuti berbagai tahap seleksi mulai dari tingkat kota. 

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Elis menjelaskan, saat itu ada empat orang siswa dari SMAN 17 Surabaya yang lolos dalam seleksi paskibraka di tingkat kota. Setelah lolos di tingkat kota, satu diantara yakni Rahdisty, diikutkan ke dalam seleksi paskibraka di tingkat provinsi. Setelah berhasil di tingkat provinsi, kemudian, Rahdisty diikutkan seleksi di tingkat nasional hingga akhirnya lolos menjadi satu-satunya paskibraka yang mewakili Surabaya, Jatim di tingkat pusat.

"Jadi yang bertugas di tingkat kota hari ini ada tiga orang, kemudian di tingkat nasional ada Rahdisty. Ini bukan sekadar kebanggan, akan tetapi juga menjadi motivasi bagi teman-temannya. Bukan hanya pada teman-temannya, akan tetapi juga bagi bapak-ibu gurunya," kata Elis. 

Elis menerangkan, Rahdisty adalah sosok siswa yang disiplin di sekolahnya. Sejak awal masuk SMAN 17, siswa yang sebentar lagi menjalani pendidikan kelas XI itu sudah tertarik dengan kegiatan ekstrakurikuler paskibra. Oleh karena itu, Elis tak heran jika muridnya itu bisa sampai lolos sebagai paskibraka di tingkat nasional. 

"Dari sisi kedisiplinan memang sudah terbentuk sejak awal. Anaknya juga sopan, dan sisi karakter kedisiplinannya sudah terbentuk. Dari segi akademik, Rahdisty juga tidak pernah ada masalah," terangnya. 

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Dirinya berharap, prestasi yang diraih oleh Rahdisty kali ini bisa menjadi motivasi dan contoh bagi teman-temannya di sekolah.

"Anak-anak merasa bangga, ternyata bisa, meskipun SMA 17 ini berada di pinggir begitu, ternyata bisa berprestasi di tingkat nasional selama kita mau, kami harap ini bisa menjadi contoh bagi yang lainnya," harapnya. 

Ia menambahkan, sebagai penunjang prestasi, SMAN 17 Surabaya juga menerapkan pendidikan karakter kepada siswa. Karena menurutnya, pendidikan karakter itu penting untuk mengatasi perkembangan lingkungan remaja di zaman sekarang. 

"Kami di SMAN 17 itu sepakat, yang diutamakan adalah pendidikan karakternya. Kami yakin, kalau karakter sudah terbentuk dengan baik, otomatis disiplinnya ada, kemampuan akademik dan non akademiknya juga mengiringi," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.