Minggu, 01 Feb 2026 22:42 WIB

Nelayan Surabaya Menjerit, Proyek Reklamasi Bakal Hancurkan Mata Pencaharian

Hadi Siswanto (48), Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Wilayah Sukolilo
Hadi Siswanto (48), Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Wilayah Sukolilo

selalu.id - Proyek Kawasan Pesisir Terpadu Surabaya Waterfront Land (SWL) menurut para nelayan, proyek tersebut bisa mengancam sumber mata pencaharian mereka. Seperti diketahui, proyek Reklamasi di Pesisir Kota Surabaya ini melibatkan PT Granting Jaya sebagai pelaksana.

Area reklamasi ini bertujuan untuk memperluas area pantai dan mengembangkan infrastruktur seperti kawasan bisnis, perumahan, dan fasilitas publik di sepanjang pantai Surabaya. 

Meskipun operator dalam hal ini adalah PT granting Jaya, yang juga telah melakukan sosialisasi Juli 2024 lalu, namun proyek ini tak lepas dari kontroversi dan penolakan, terutama dari para nelayan setempat. Hal ini dikarenakan ancaman dampak kerusakan lingkungan yang terjadi meliputi sedimentasi, rusaknya wilayah mangrove, hingga berpindahnya sumberdaya ikan yang selama menjadi sumber rejeki nelayan kecil dan tradisional di Kota Surabaya.

Hadi Siswanto (48), Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Wilayah Sukolilo yang berdekatan persis dengan lokasi PT Granting Jaya mengatakan, jika para nelayan sangat tidak setuju dengan adanya reklamasi ini. Hadi sendiri menyebut kalau dampaknya sangat luar biasa bagi para nelayan sekitar pesisir, khususnya untuk kerusakan yang ada di laut, terutama masalah lahan-lahan yang ada di sekitar kawasan reklamasi teraebut.

"Masalahnya ini mau direklamasi bertepatan di lahan kami. Jadi di blok (Pulau A,B,C dan D) yang rencananya dibangun itu kebetulan tempatnya di situ menjadi lahan kami melakukan penangkapan ikan dan juga penangkapan udang rebon (eby) ini bakal habis semua jika reklamasi tersebut jadi direalisasikan. Terutama di blok B sampai ke blok D itu adalah lahan kami, di situ lah lahan kami ini sehari-hari mencari ikan," terang pria kelahiran Surabaya 1976 ini kepada selalu.id, Senin (12/8/2024) petang.

Bapak 4 anak ini menyebut, mulai dari Blok B, C dan D, itu merupakan tempat yang setiap hari para nelayan mencari ikan untuk keberlangsungan hidup dengan sanak keluarganya. "Disitulah kami sehari-hari mencari ikan. Kalau ini dibangun kita nantinya makan apa? Bahkan, ada sekitar 300 lahan yang akan hilang mata jika nanti itu diuruk. Otomatis hilang seluruh mata pencaharian kami sebagai nelayan," keluh Hadi.

Di sini, lanjut Hadi menerangkan, khususnya di selat Madura (letak didirikannya pulau/blok), terutama berdekatan sama wilayah para nelayan itu sangat subur sekali.

"Jadi di sini itu sangat sangat subur sekali. Oleh karena itu kenapa nelayan dari wilayah lain mencari ikan di sini, karena disini paling banyak ikan dan kerang serta kepiting. Sedangkan mau direklamasi, terus bagaimana nasib nelayan di sekitar kita ini untuk mencari ikan yang ada di sini?" ungkap Hadi miris.

"Kami yang sekarang ini bekerja sebagai nelayan berpenghasilan tidak lebih dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu setiap kali melaut, menghidupi istri dan anak. Ketika mendengar akan segera dibangun proyek reklamasi ini. Saya dan teman-teman nelayan lainnya merasa sangat tidak setuju sekali dengan adanya itu. Terutama, bagaimana nanti istri dan anak-anak kita kedepannya," imbuh Hadi secara tegas.

Sekadar diketahui, Hadi sendiri memiliki 4 anak yang terdiri dari 3 anak perempuan dan 1 anak laki-laki.

"Semua masih sekolah, yang satu kuliah, yang nomor dua ada di pondok, dan yang ketiga ini masih SD kelas enam. Dan anak saya yang terakhir ini masih paud," tutup Hadi selaku Ketua KUB nelayan Sukolilo yang juga memiliki jumlah anggota sebanyak 135 orang nelayan.

Baca Juga: Gelombang Penolakan SWL Membesar, Pemkot dan Pemprov Belum Ambil Sikap

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.