Minggu, 06 Sep 2026 23:55 WIB

Eks Sekjen PKB Komentari Dana Partai, Kakak Cak Imin Laporkan Pencemaran Nama Baik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Agu 2024 15:02 WIB
Gus Halim laporkan eks Sekjen PKB
Gus Halim laporkan eks Sekjen PKB

selalu.id - DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh eks Sekjen PKB Lukman Eddy terhadap Ketum Partainya yakni Muhaimain Iskandar alias Cak Imin.

Dugaan pencemaran nama baik itu dilaporkan secara langsung oleh Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar, di Diskrimsus Polda Jatim, Selasa (6/8/2024). Pantuan selalu.id, sekitar pukul 11.00 WIB, Gus Halim pun didampingi oleh jajaran DPW PKB Jatim yakni Anik Maslachah, dan Fauzan Fuadi.

“Kebetulan dengan silaturahim itu saya melaporkan pak Lukman Edy yang melakukan, menurut saya itu penistaan dengan cara memfitnah dan berita bohong,” tegas Gus Halim, kepada awak media.

Gus Halim menilai komentar Lukman Eddy yang bilang bahwa PKB berantakan mengelola keuangan partai salah satunya dana Pilpres Pemilu 2024. Menurutnya, itu merupakan sebuah fitnah dan tidak benar.

“Dia (Lukman Eddy) mengatakan bahwa elite PKB amburadul dalam mengelola keuangan, tidak pernah diaudit, tidak pernah dipertanggungjawabkan, itu saya merasa itu sebuah fitnah yang keji. Kenapa, karena pertama dia menyebut dana pilpres, DPW PKB tidak pernah mengelola dana pilpres,” ungkap Gus Halim.

Ia juga menegaskan bahwa DPW PKB Jatim tak pernah mengelola dana Pilkada. Kalau untuk Bantuan Dana Partai Politik (Banpol) pihaknya selalu melaporkan ke Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

“Lihat saja di webnya BPK. Bagaiamana PKB jatim dalam mengelola dana banpol,” tuturnya.

“Dana fraksi, selalu dilaporkan kembali kepada anggota fraksi. Dana yang kita kumpulkan dari fraksi selalu dilaporkan, dan gak ada lagi dana selain itu Kita gak minta dana ke masyarakat, kita gak minta dana ke pengusaha, nggak ada,” lanjutnya.

Sebab itu, Gus Halim merasa PKB difitnah hal ini merusak citra Ketua DPW masing-masing daerah. Pihaknya sudah memberikan bukti-bukti pencemaran nama baik tersebut. Salah satunya bukti di media sosial dan berita-berita online.

“Dia kan ngomong PKB, pengurus PKB, internal PKB, saya merasa saya internal PKB. Yang kedua dia itu siapa, saya tanya yang kader-kader PKB nggak tahu siapa Lukman Edi. Apa haknya dia ngomong itu,” terangnya.

Lebih lanjut kakak dari Cak Imin meyakini tuduhan Lukman Eddy tak bakal bisa membuktikan kebenarannya. Sebab, amburadul keuangan PKB itu tidak benar

“Karena saya yakin dia ndak akan bisa membuktikan kebenaran apa yang disampaikan karena memang itu tidak benar. Maka saya katakan ini adalah penistaan dengan fitnah dan menyebar berita bohong karena dilakukan di depan seluruh media sehingga seluruh media di Indonesia meliput itu,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, DPP PKB juga sebelumnya melaporkan mantan sekje  PKB, Muhammad Lukman Edy,  ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik lembaga dan Cak Imin selaku pimpinan atau Ketum PKB.

Laporan itu teregister dengan nomor STTL/262/VIII/2024/BARESKRIM. PKB menilai pernyataan Lukman Edy yang menyinggung soal transparansi kas PKB sama sekali tak dilengkapi dengan bukti yang jelas adalah tudingan tak berdasar.

Pernyataan Eddy ini dianggap berbahaya karena dapat memicu kegaduhan menjelang Pilkada Serentak pada November 2024.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.