Kamis, 22 Okt 2026 09:59 WIB

Setelah Loyal, Kini Wali Kota Eri Cahyadi Diminta Pilih Tim yang Mengikuti

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Des 2021 16:59 WIB
Akademisi Unesa Dian
Akademisi Unesa Dian

Surabaya (selalu.id) - Setelah pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), kini Akademisi asal Universitas Surabaya (Unesa) juga angkat bicara terkait tim yang membantu kinerja Wali Kota Eri Cahyadi dalam menjalankan visi dan misinya untuk Surabaya.

"Rotasi di organisasi kan hal yang wajar. Wali kota punya visi, tentu dia memilih tim beranggotakan orang-orang yang dinilai mampu menerjemahkan visi tersebut. Ini sesuatu yang wajar dalam upaya mewujudkan kebijakan publik yang selaras dengan visi wali kota," ujar Dian, saat dikonfirmasi, Jumat (17/12/2021).

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Dian menyebut, saat ini tantangan birokrasi semakin kompleks seiring pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Selain dituntut lebih responsif, birokrasi juga harus memahami lansekap perubahan perilaku masyarakat akibat pandemi. Perubahan perilaku itu terjadi mulai dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Salah satu pendorong perubahan perilaku tersebut adalah aspek teknologi.

"Lansekap dunia sudah berubah. Salah satunya karena teknologi. Saya melihat Pak Eri Cahyadi punya visi teknologi yang kuat. Maka timnya harus mengikuti. Yang tidak bisa mengikuti, ya harus sadar diri," ujarnya.

"Kadang-kadang ada sebagian orang yang merasa orang yang paling lama di dinas dan berhak menduduki suatu jabatan. Namun faktanya, dia tidak memiliki visi teknologi terbaru, dia juga tidak bisa membaca peta perubahan masyarakat yang butuh direspons cepat," ungkap dosen FEB Unesa ini.

Pada era Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, lanjut Dian, mungkin sudah ditata sedemikian rupa. Tapi setiap pemimpin memiliki tantangan zaman yang berbeda. Saat ini tantangannya adalah perubahan teknologi yang sangat cepat. Apalagi setelah adanya pandemi Covid-19. Semua orang dipaksa untuk paham teknologi komunikasi.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Salah satu cara untuk mengetahui kemampuan pejabat itu, kata Dian, adalah melalui asesmen. Sebab dalam asesmen sangat lengkap untuk mengetahui kompetensi, minat, dan bakat seseorang. Apalagi bila konsep penilaian kinerja yang dipakai adalah 360 derajat, sebuah metode asesmen kinerja yang melibatkan atasan, rekan kerja, bawahan, sampai masyarakat.

"Dalam asesmen ada tes kemampuan dasar, ada tes wawacara, ada tes psikologi dan tes lainnya. Sehingga diketahui seseorang itu passionnya dimana, kemampuannya apa dan keterampilannya bagaimana. Sebab kemampuan dan keterampilan itu dua hal berbeda," jelasnya.

Menurut Dian, jika kemampuan itu diperoleh lewat pengalaman dan belajar. Sedangkan keterampilan diperoleh melalui ketekunan. "Bagian administrasi, itu cukup memiliki ketrampilan. Tapi jika bagian analisis itu perlu kemampuan dan ketrampilan. Itulah fungsinya asesmen," jelasnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Dan yang harus digarisbawahi, kata Dian, setiap ada perubahan struktur pasti akan dibarengi dengan pro dan kontra atau kekecewaan. Oleh karena itu, diperlukan keterbukaan dan komunikasi yang baik antara pimpinan dengan orang-orang yang akan diganti.

"Bagi saya, terjadinya dinamika organisasi itu sangat wajar. Kondisi itu berangsur-angsur akan hilang seiiring dengan hasil kinerja yang positif," pungkasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.