Minggu, 20 Sep 2026 22:14 WIB

Mitra Binaan PLN Berpartisipasi di Gelaran Inacraft, Targetkan Omset Ratusan Juta

Foto: Mitra Binaan PLN Berpartisipasi di Gelaran Inacraft
Foto: Mitra Binaan PLN Berpartisipasi di Gelaran Inacraft

selalu.id - PT PLN (Persero) dorong Usaha Mikro Kecil (UMK) binaan untuk naik kelas, salah satunya dengan menghadirkan 51 UMK binaan di gelaran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta Convention Center.

Pada gelaran tahun 2024 ini diharapkan omzet UMK dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dimana tahun lalu para UMK mampu mendulang omzet dengan total hingga Rp 252 juta.

Inacraft yang berlangsung pada 28 Februari hingga 3 Maret 2024 merupakan pameran kerajinan terbesar se-Asia Tenggara menampilkan produk-produk kerajinan terbaik dari berbagai daerah yang telah melalui masa kurasi yang mana tahun ini diikuti sebanyak 1.500 UMK.

General Manager PLN UID Jawa Timur Agus Kuswardoyo menyebut, jika kesempatan yang diberikan oleh PLN perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh unggulan binaan PLN.

"Kami berupaya untuk mendorong UMK naik kelas melalui berbagai cara, salah satunya melalui keikutsertaan pada kegiatan nasional seperti ini. Kurasi dan pendampingan UMK terus dilakukan melalui Rumah BUMN kami, kami harap banyak UMK baru berkualitas yang ikut tumbuh bersama dengan Rumah BUMN PLN," ujarnya kepada selalu.id, Jumat (1/3/2024).

Agus menambahkan jika sebelumnya UMK ini hanya menjual produknya di kalangan lokal, melalui pameran, ia berharap dapat memperluas pasar hingga kancah internasional.

"Selanjutnya, setelah mengikuti kegiatan dan melihat produk lain, UMK ini mampu terpacu dalam melakukan peningkatan kualitas produk agar dapat bersaing dan memperoleh kesempatan untuk memperluas pasar. Kegiatan ini telah menjadi etalase berbagai usaha kerajinan lokal khas dari berbagai daerah di Indonesia," terang Agus.

Sementara itu, PLN UID Jawa Timur memperkenalkan 4 (empat) UMK binaan yang menawarkan produk UMK Batik Puspita, Ikamey Craft, Adhi Art Handicraft dan Gita Batu Alam. Pengunjung Inacraft dapat menemukan produk unggulan ini pada Exhibition Hall A, Jakarta Convention Center. Seluruh mitra binaan PLN juga melayani penjualan secara daring melalui berbagai kanal termasuk PLN Marketplace yang dapat diakses melalui PLN Mobile.

Perwakilan UMK PLN asal Pacitan, Diana Setiawati pemilik Gita Batu Alam menyampaikan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam ajang Inacraft. Ia berharap dalam ajang ini mampu memperkenalkan produknya ke pasar internasional.

"Kami menampilkan batu mulia, batu alam pacitan yang sebelumnya pasar kami hanya warga Pacitan dan sekitarnya. Melalui pameran yang dikunjungi seluruh masyarakat Indonesia hingga mancanegara kami berharap produk kami menjadi semakin mendunia," tandas Diana.

Baca Juga: Sidoarjo Genjot Modal UMKM, BPR Delta Artha Salurkan Kurda Bunga 2 Persen ke Ribuan Debitur

Editor : Ading
Berita Terbaru

Promo Beras September 2026: Banyak Diskon Gila-gilaan Bunda, Segera Beli

Penawaran ini mencakup berbagai varian, mulai dari beras putih, beras merah, beras organik, hingga beras porang.

Detik-detik Tim Penyelam Basarnas Masuk Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dan Temukan Satu Korban

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

PLN Nusantara Power menegaskan bahwa energi tak sekadar soal listrik, melainkan tentang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.

Cara Dishub Cegah Jukir Liar di Surabaya, Hasilnya juga Merata

Transparansi jadi salah satu tujuan digitalisasi parkir di Surabaya. Sistem itu tidak hanya berkaitan dengan cara pembayaran, tetapi juga pengawasan transaksi.