Senin, 09 Nov 2026 05:07 WIB

Pemerintah Bakal Beri Intensif untuk Pengguna Mobil Hybrid

Foto: Mobil Hybrid
Foto: Mobil Hybrid

selalu.id - Menyoal adanya pemberian insentif bagi mobil listrik berteknologi hybrid, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik rencana pemerintah terkait pemberian insentif bagi mobil hybrid.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, memang sudah sewajarnya pemberian insentif juga ditujukan kepada mobil hybrid. Hal ini lantaran mobil hybrid juga sudah hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dan rendah polusi.

"Kalau bisa diberikan insentif maka penjualan akan meningkat pesat, karena harga jualnya juga lebih terjangkau dibanding mobil listrik," kata Jongkie seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2/2024).

Apalagi, lanjut ungkap Jongkie menjelaskan secara rinci, mobil hybrid juga tidak memerlukan infrastruktur tambahan seperti pengisian baterai kendaraan listrik (charging station).

Berdasarkan data Gaikindo tercatat sepanjang 2023 penjualan domestik mobil listrik mencapai 17.147 unit dan ekspor mobil listrik sebesar 1.504 unit. Sementara itu, penjualan mobil hybrid sepanjang tahun 2023 mencapai sebanyak 54.656 unit dan ekspor mobil hybrid sebesar 27.710 unit.

Kepala Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho juga mengatakan, insentif juga perlu diberikan kepada konsumen mobil hybrid, apalagi sekarang ini daya beli masyarakat sedang tumbuh.

Namun, perlu dilihat urgensi dari pemberian insentif tersebut. "Pemberian insentif (mobil hybrid) ini ada urgensinya sendiri, apakah ini hanya akan mendorong penjualan atau memang ada target-target lain," kata Andry.

Andry meyakini, pemberian insentif tersebut akan mendorong penjualan mobil hybrid seperti yang berkaca pada pemberian insentif yang sudah digelontorkan untuk mobil listrik berbasis baterai untuk battery electric vehicle (BEV).

"Ini yang menurut saya juga harus diberikan insentif. Artinya kita ingin mendorong agar produksi kendaraan itu bisa dimaksimalkan untuk kegiatan ekspor. Bukan hanya di dalam negeri saja," imbuhnya.

Menurut Andry, soal ini harus diperjelas secara detail lagi insentif yang diberikan. "Menurut saya perlu diberikan ya bagaimana ketika produksinya didorong untuk ekspor maka mungkin akan mendapatkan insentif, lalu yang kedua adalah masalah komponen lokal yang digunakan dalam mobil tersebut. Itu bisa diberikan insentif," pungkasnya. 

Baca Juga: Penampakan Mobil Hybrid Hyundai Santa Fe yang Terbakar di Apartemen Trillium Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.