Selasa, 24 Feb 2026 18:07 WIB

Pemerintah Bakal Beri Intensif untuk Pengguna Mobil Hybrid

Foto: Mobil Hybrid
Foto: Mobil Hybrid

selalu.id - Menyoal adanya pemberian insentif bagi mobil listrik berteknologi hybrid, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik rencana pemerintah terkait pemberian insentif bagi mobil hybrid.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, memang sudah sewajarnya pemberian insentif juga ditujukan kepada mobil hybrid. Hal ini lantaran mobil hybrid juga sudah hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dan rendah polusi.

"Kalau bisa diberikan insentif maka penjualan akan meningkat pesat, karena harga jualnya juga lebih terjangkau dibanding mobil listrik," kata Jongkie seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2/2024).

Apalagi, lanjut ungkap Jongkie menjelaskan secara rinci, mobil hybrid juga tidak memerlukan infrastruktur tambahan seperti pengisian baterai kendaraan listrik (charging station).

Berdasarkan data Gaikindo tercatat sepanjang 2023 penjualan domestik mobil listrik mencapai 17.147 unit dan ekspor mobil listrik sebesar 1.504 unit. Sementara itu, penjualan mobil hybrid sepanjang tahun 2023 mencapai sebanyak 54.656 unit dan ekspor mobil hybrid sebesar 27.710 unit.

Kepala Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho juga mengatakan, insentif juga perlu diberikan kepada konsumen mobil hybrid, apalagi sekarang ini daya beli masyarakat sedang tumbuh.

Namun, perlu dilihat urgensi dari pemberian insentif tersebut. "Pemberian insentif (mobil hybrid) ini ada urgensinya sendiri, apakah ini hanya akan mendorong penjualan atau memang ada target-target lain," kata Andry.

Andry meyakini, pemberian insentif tersebut akan mendorong penjualan mobil hybrid seperti yang berkaca pada pemberian insentif yang sudah digelontorkan untuk mobil listrik berbasis baterai untuk battery electric vehicle (BEV).

"Ini yang menurut saya juga harus diberikan insentif. Artinya kita ingin mendorong agar produksi kendaraan itu bisa dimaksimalkan untuk kegiatan ekspor. Bukan hanya di dalam negeri saja," imbuhnya.

Menurut Andry, soal ini harus diperjelas secara detail lagi insentif yang diberikan. "Menurut saya perlu diberikan ya bagaimana ketika produksinya didorong untuk ekspor maka mungkin akan mendapatkan insentif, lalu yang kedua adalah masalah komponen lokal yang digunakan dalam mobil tersebut. Itu bisa diberikan insentif," pungkasnya. 

Baca Juga: Mengaku Sakit, Bupati Sidoarjo Mangkir Panggilan KPK

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tiket KA di Surabaya untuk Lebaran 2026 Masih Tersedia 382 Ribu, Buruan Booking

Namun, sejumlah tanggal favorit mulai menunjukkan lonjakan pemesanan dan ketersediaannya kian menipis.

Tanah Longsor Landa Kawasan Patrang Jember, Rumah Warga Ambrol

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Meski demikian, petugas masih terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian.

BPKH Perkuat Ekosistem Haji lewat Tata Kelola Profesional dan Akuntabel

Upaya ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan keberlanjutan keuangan haji, seiring dengan rencana revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji yang kini digodok.

Midtown Hotels Bagikan Sederet Rahasia ke Mahasiswa dalam Kelola Narasi hingga Krisis 

Penyusunan narasi haruslah dibangun sebaik mungkin untuk membentuk branding dan reputasi jangka panjang bagi sebuah brand.

Sepi Klien, Pengacara di Surabaya Edarkan Ganja: Ini Barang Bukti dan Identitasnya

Dalam penyidikan, HLR mengaku mendapatkan ganja tersebut dari seorang pria berinisial M. Dialah yang selama ini menyuplai barang terlarang tersebut.

Rute Feeder Wira Wiri Suroboyo dari Purabaya-Kenpark Kini Kembali Lewat Tol

Kebijakan ini diklaim memangkas waktu tempuh hingga 50 menit dibanding saat rute dialihkan ke jalur arteri tanpa tol.