Senin, 20 Jul 2026 10:56 WIB

Bus Rombongan Kader Hanura Terguling di Tol Solo-Ngawi, Tiga Orang Tewas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Feb 2024 14:32 WIB
Bus yang terguling di Tol Ngawi
Bus yang terguling di Tol Ngawi

selalu.id - Bus yang membawa belasan rombongan kader Partai Hanura mengalami kecelakaan di ruas tol Solo - Ngawi pada Minggu (4/2/2024). Tiga orang tewas dalam tragedi tersebut.

Kanit PJR 6 Ditlantas Polda Jawa Timur, Iptu M Saifudin mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 06.17 WIB dan rombongan bus tersebut dari arah barat menuju timur.

Baca Juga: Mobil CR-V Tabrak Dua Motor di Surabaya: Satu Tewas, 1 Terluka

Diketahui, kecelakaan tersebut melibatkan bus Efa Transjaya bernopol W 7401 UO yang disopiri Catur Pancoro (47) warga Tulangan, Sidoarjo.

Iptu Saifudin mengatakan, bus yang membawa rombongan kader Hanura berjumlah 18 orang itu hendak pulang dari acara kampanye Ganjar-Mahfud MD di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu, 3 Februari 2024 kemarin.

"Dari arah barat ke timur, setelah mengikuti kampanye pasangan calon 03 di Jakarta," kata Saifudin saat dikonfirmasi, ERA.id

Bus yang digunakan dari PO Efa Transjaya mengalami kecelakaan tunggal. Dia menjelaskan, saat itu bus melaju dari barat ke timur atau Solo ke Surabaya. Sesampai di KM 554.600_A Jalan Tol Solo-Ngawi, bus melaju di jalur lambat dan bermaksud mendahului sebuah truk di depannya.

Nahas, diduga karena kurang konsentrasi, bus menabrak median, lalu terguling, terseret, dan menghantam pagar pembatas jalan. Akibatnya, badan bus rusak parah dengan posisi melintang, menutupi badan jalan Tol Solo-Ngawi.

Baca Juga: Tabrak Salon di Mojokerto, Pemotor Vario asal Jombang Tewas

Untuk korban yang meninggal salah satunya driver bernama Catur Pancoro, 47, asal Sidoarjo.Akibat insiden ini, 3 orang meninggal 16 luka ringan. Saifudin mengungkapkan, seluruh bagian bus rusak.

"Driver meninggal saat perawatan di rumah sakit Ngawi," ucap Saifudin.


Berikut data Korban meninggal dunia

Baca Juga: Truk Rem Blong Kembali Makan Korban, Kali ini Seorang Pemotor di Dlanggu Mojokerto

1. Catur Pancoro (47) warga Tulangan, Sidoarjo.
2. Hadi umar F (21), warga Mojo Lebak Mojokerto.
3. Aditya Sapulete (38), warga Cungkup Pucuk, Lamongan.

Korban luka-luka

1. Nama : Heri P (29)
Alamat : Rembung Sidoarjo
Kondisi : nyeri bahu
2. Nama : Andi Salam (46)
Alamat : Jalan bendil menganti
Kondisi : lecet siku
3. Nama : Karmijan (43)
Alamat : Babat kawuluh Jombang
Kondisi : lecet tangan
4. Nama : Mutaqin (39)
Alamat : Dukuh Gresik
Kondisi : Lecet kepala dan tangan
5. Nama : Heru widodo (34)
Alamat : Kemlagi Mojokerto
Kondisi : patah tangan kanan kiri
6. Nama : Suparlan (37)
Alamat : Surabaya
Kondisi : lecet kepala tangan
7. Nama : Riyadi (43)
Alamat : Gubeng Surabaya
Kondisi : nyeri punggung,babras tangan
8. Nama : Akhmad kaeri (37)
Alamat : Rengel Tuban
Kondisi : nyeri tangan
9. Nama : Noerali (54)
Alamat : Tambaksari SBY
Kondisi : lecet tangan
10. Nama : Nur Kholidi (37)
Alamat : Sukodono, Sidoarjo
Kondisi : LR lecet tangan kanan kiri
11. Nama : Iqbal Taufiq (21)
Alamat : Tambaksari, Surabaya
Kondisi : lecet punggung
12. Nama : Bilal (54)
Alamat : Tambaksari Surabaya
Kondisi : LR (lecet kaki pipi)
13. Nama : Takat (43)
Alamat : Jatirogo Tuban
Kondisi : lecet kaki
14. Nama : Yudianto (51)
Alamat : Tambaksari Surabaya
Kondisi : lecet wajah,tangan
15. Nama : Akhmad Agus S (38)
Alamat : Tandes Surabaya
Kondisi : lecet pipi dan tangan
16. Nama : M Arif (49)
Alamat : Sawahan Surabaya
Kondisi : lecet kepala

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.