Sabtu, 05 Sep 2026 03:02 WIB

PLN Nyalakan Listrik Hunian Sementara Warga Terdampak Tanah Gerak di Ponorogo

PLN
PLN

selalu.id - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak fenomena alam tanah gerak di awal tahun 2023 lalu.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menjelaskan pembangunan infrastruktur kelistrikan ini merupakan bentuk partisipasi aktif PLN dalam mempersiapkan Huntara yang akan  menjadi tempat tinggal sementara bagi warga terdampak.

Menurutnya, pembangunan jaringan listrik ini telah selesai dilaksanakan di akhir tahun 2023 terbagi untuk dua desa, yakni 1.711 meter untuk Desa Tumpuk dan 186 Meter untuk Desa Bekiring. Huntara ini menjadi satu-satunya tempat bagi warga terdampak untuk tinggal.

"Semoga dengan telah adanya sambungan  listrik di kawasan Huntara ini, dapat membantu warga dalam aktivitas kesehariannya, lebih baik, lebih nyaman dan aman dari potensi fenomena tanah gerak," ungkap Agus kepada selalu.id, Senin (29/1/2024).

Dikatakannya, Infrastruktur kelistrikan sepanjang 1.897 meter Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dibangun oleh PLN untuk melistriki 56 pelanggan di Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo dan Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dengan nilai investasi sebesar 312 juta rupiah.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa pada saat peresmian Huntara beberapa pekan lalu, juga menyampaikan bahwa kawasan ini dibangun di tanah Perhutani sebagai upaya relokasi warga terdampak tanah gerak. Upaya tersebut merupakan langkah yang harus segera dilakukan mengingat penurunan tanah hampir menyentuh satu meter.

"Tahun lalu di Bulan Februari, ada kejadian tanah gerak yang menjadikan hunian mereka tidak aman. Mereka mengungsi di masjid dan juga sekolah. Melihat hal ini, Pemprov Jawa Timur kemudian berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemkab, Perhutani dan stakeholder terkait untuk mencari solusi pembangunan Huntara untuk warga," ujar Khofifah kala itu.

Kendati demikian, Khofifah juga berharap Huntara ini menjadi pilihan yang aman dan nyaman bagi warga yang terdampak tanah gerak. Salah seorang penerima bantuan Huntara, Suparman (45) juga mengungkapkan kelegaan dan rasa syukurnya atas Huntara yang telah diterimanya.

"Rumah saya terimbas bencana tanah gerak pada awal 2023 lalu sehingga tidak layak dihuni. Sekarang saya merasa aman karena sudah bisa menempati Huntara yang telah dibangun. Terima kasih," ujar Suparman.

Seperti diketahui, sebelumnya, sebanyak 139 jiwa dari 42 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Tumpuk dan 33 jiwa dari 14 KK warga Desa Bekiring hidup di pengungsian setelah terjadi penurunan permukaan tanah di kampung halaman mereka. Sebanyak 42 unit Huntara di Desa Tumpuk dan 14 Huntara Desa Bekiring telah dibangun dan diresmikan oleh  Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Rabu (17/1).

Baca Juga: Ketika PLN Seenaknya Sendiri saat Pemadaman Listrik di Surabaya, Dishub Aja Dicuekin

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.