Senin, 02 Feb 2026 03:13 WIB

Lantik Pimpinan Wilayah Muslimat NU di Sulawesi Selatan, Khofifah Ajak Bangun Ukhuwah

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id - Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa melantik pimpinan wilayah dan enam pimpinan cabang Muslimat NU di Provinsi Sulawesi Selatan untuk periode 2023 – 2028 di Auditorium KH. Muhyiddin Zain, Univ. Islam Makassar, Minggu (14/1/2024) kemarin.

Khofifah melantik Prof. Dr. Ir. Hj. Andi Majda M Zain, M.Si sebagai Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan. Juga Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Wajo, Kabupaten Bone, Kabupaten Luwu dan Kabupaten Palopo.

"Ini provinsi terakhir, pelantikan untuk periode 2023-2028. Ini ada PW, kemudian ada 6 PC yang belum dilantik, sehingga sekalian kita lakukan," ujar Khofifah dalam keterangan tertulisnya.

Di hadapan dua ribu lima ratus anggota Muslimat NU di Sulawesi Selatan, Khofifah mengajak untuk membangun dan mengedepankan empat ukhuwah atau persaudaraan. Keempat ukhuwah tersebut adalah ukhuwah nahdliyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwah Islamiyah.

"Di setiap pertemuan Muslimat, saya selalu menekankan bagaimana empat persaudaraan atau ukhuwah bisa kita bangun," ucapnya kepada selalu.id saat dikonfirmasi, Senin (15/1/2024).

Khofifah menambahkan, membangun empat ukhuwah ini bernilai penting karena bisa merekatkan persaudaraan diantara semuanya. Terlebih di tahun politik yang rentan dengan isu-isu yang bisa menimbulkan perpecahan.

"Ini yang menjadikan Indonesia ini solid sebagai sebuah negara kesatuan dengan keberagaman yang luar biasa, harus kita bangun sebagai bagian dari kekuatan bangsa Indonesia," katanya.

Oleh sebab itu, Khofifah meminta semua pihak agar mengutamakan mutual understanding atau saling memahami di antara keberagaman, mutual trust atau saling percaya dan mutual respect atau saling menghormati dalam menyikapi berbagai hal. Menurutnya hal tersebut tidak akan membuat semua pihak mudah diprovokasi dan difitnah.

"Oleh karena itu, mari kita bangun persaudaraan kita di dalam proses manapun khususnya ketika kita menghadapi agenda nasional yang cukup strategis, 14 Februari 2024 nanti," ajaknya.

Secara khusus kepada PW dan PC Muslimat NU yang baru saja dilantik, Khofifah berpesan agar semua mampu menjadi pemimpin yang berkarakter game changer dan enabler leader. Menurutnya dengan memiliki karakter tersebut pemimpin akan penuh dengan inovasi, kreativitas, dan memungkinkan berbagai hal dalam menghadapi persoalan.

"Jadilah seorang pemimpin game changer dan enabler leader," cetusnya sembari berpesan.

Seperti diketahui, pada kesempatan yang sama juga dilakukan Istighosah Kebangsaan dengan tema 'Berkhidmat untuk NKRI, Mengawal Pemilu Damai 2024, Menyongsong Abad ke-2 NU'. Kemudian ada penyerahan Buku 'Setia di Jalan Dakwah 80 Tahun AGH Sanusi Baco Lc' karya Firdaus Muhammad dan Suhardi yang diserahkan oleh Irfan Sanusi Baco kepada Ketum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.