Senin, 02 Feb 2026 19:04 WIB

DPRD Surabaya Minta Penyaluran BLT Permakanan Harus Tepat Sasaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Jan 2024 14:29 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - Komisi D DPRD Surabaya meminta penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Program Permakanan, yang mulai disalurkan Pemerintah Kota Surabaya bisa tepat sasaran.

Ketua Komisi D, Khusnul Khotimah menegaskan, penyaluran BLT permakanan harus diawasi semua pihak agar tepat sasaran.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Diketahui tercatat pada 2024 ini total penerima BLT Permakanan sebanyak 8.310 warga. Jumlah ini didapat dari jumlah penerima program permakanan triwulan IV tahun 2023 yang jumlahnya 1.045 orang,
sisanya merupakan hasil updating data yang dilakukan Pemkot Surabaya yang jumlahnya mencapai 7.265 warga.

"Penyaluran BLT Permakanan ini dilakukan secara bertahap oleh masing-masing kecamatan. Nilai BLT Permakanan yang diberikan kepada warga sebesar Rp200 ribu per bulan," ujar Khusnul, saat dikonfirmasi, Minggu (7/1/2024).

Penerima bantuan ini, kata dia. merupakan warga miskin yang tidak masuk dalam penerima program dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Itu artinya, penerima BLT Permakanan 2024 ini yang tidak menerima PKH dan BPNT.

Karena penerima bantuan ini dapat dipastikan bukan penerima bansos ganda, Khusnul meminta penyalurannya bisa tepat sasaran. Jangan sampai ada warga yang layak menerima namun terlewat.

Sedangkan yang seharusnya tidak menerima atau telah menerima program bansos dari Kemensos justru menerima lagi BLT Permakanan.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Dari informasi yang saya dapat, pada penyaluran tahap pertama yang dilakukan di wilayah Kecamatan Pabean Cantian berlangsung lancar. Persyaratan pengambilan BLT Permakanan juga cukup mudah, hanya menunjukkan KTP," kata Khusnul.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini kembali menegaskan, semua pihak untuk saling mengawasi penyaluran BLT Permakanan ini. Baik itu pihak RT, RW, kelurahan hingga kecamatan.

Tujuannya agar bantuan ini tepat sasaran, tidak diselewengkan dan penggunaannya tidak digunakan hal-hal lain yang tidak untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Lebih lanjut Khusnul juga berharap, bagi para lansia yang terlantar atau tinggal sebatang kara untuk langsung dirawat di Griya Werdha. Hal ini sebagai bentuk perhatian Pemkot Surabaya kepada para lansia.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"RT RW harus lebih peka terhadap warganya. Jika mengetahui ada lansia yang hidup sendiri, agar segera melapor ke Pemkot Surabaya supaya lansia ini mendapatkan perawatan yang lebih layak. Upaya ini adalah sebagai wujud menjadikan Surabaya ramah lansia, tidak hanya ramah anak,"jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, BLT permakanan sebesar Rp200 ribu diberikan setiap bulan. BLT permakanan merupakan peralihan dari Program Permakanan di tahun 2023, yang kini disalurkan secara tunai.

"Untuk pertama ini disalurkan kepada 109 warga penerima di wilayah Kecamatan Pabean Cantian. Selanjutnya penyaluran dilakukan secara bertahap oleh masing-masing kecamatan," kata Anna, Jumat (5/1/2024) lalu.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim, dari P2SEM, Pokir, hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.