Senin, 07 Sep 2026 14:42 WIB

Miris, Dua Bocah di Surabaya ini Ditinggal Kabur Orangtuanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2020 19:07 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memberikan intervensi bantuan kepada Satria Jordy Girindra Wardhana (16), pelajar SMK kelas 2 yang tinggal bersama adik kandungnya Defrico Audy Megantara (13) yang saat ini tengah duduk di bangku SMP. Mereka tinggal di rumah kontrakan seluas 4x5 meter yang beralamat di Jalan Kebonsari Surabaya.

Diketahui, mereka hanya hidup berdua. Pasalnya, sang ibu, Mulyania (48) meninggalkan mereka sekitar tiga tahun lalu akibat permasalahan rumah tangga. Sementara ayahnya, Achmad (48), sejak Agustus 2019 meninggalkan mereka dan memilih tinggal tidak menetap di berbagai tempat.

Baca Juga: Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya Chandra Oratmangon mengatakan, ada beberapa intervensi yang telah diberikan Pemkot Surabaya kepada kedua bersaudara ini. Yakni, tempat tinggal berupa rumah susun (rusun), bantuan dana dan tali asih, sampai pemberian BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran).

“Kami sudah berikan beberapa hari lalu intervensi itu kepada Jordy. Tetapi untuk penempatan rusun masih ada permintaan khusus dari Ibu wali kota," kata Chandra, Jumat (28/2/2020).

Chandra menjelaskan, sesuai arahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang meminta agar sebelum Jordy tinggal di Rusun Siwalankerto, dia harus memaafkan ayahnya dan kembali kumpul bersama.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

“Saat ini sedang kami upayakan agar Jordy dapat memaafkan kesalahan ayahnya dan hidup bersama bertiga di rusun,” terangnya.

Selain itu, Chandra menyebut, ayahnya bernama Achmad yang saat ini bekerja sebagai tukang bangunan akan diberikan intervensi berupa pekerjaan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR). Namun semua itu, akan terealisasi jika Jordy dan ayahnya saling memaafkan dan bersedia tinggal serumah seperti sedia kala.

“Selama ini ayahnya tinggal tidak menetap. Kadang di pos kamling, warung kopi. Pekerjaannya juga tidak menetap. Jadi akan sangat lebih baik jika Jordy memaafkan. Kami juga sudah undang konselor untuk membantu berbicara dengan Jordy,” tuturnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Bahkan, kata Chandra, Dinas Sosial (Dinsos) juga memberikan bantuan berupa sembako untuk keperluan sehari-hari. Terlepas dari semua itu, Pemkot Surabaya berupaya sebisa mungkin untuk mempersatukan keluarga ini kembali.

"Yang namanya keluarga kami berharap bisa berkumpul. Apalagi bapaknya masih ada. Jadi bisa menjaga putra-putranya. Kami sedang cari ayahnya,” pungkas dia.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.