Kamis, 22 Okt 2026 18:30 WIB

Miris, Dua Bocah di Surabaya ini Ditinggal Kabur Orangtuanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2020 19:07 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memberikan intervensi bantuan kepada Satria Jordy Girindra Wardhana (16), pelajar SMK kelas 2 yang tinggal bersama adik kandungnya Defrico Audy Megantara (13) yang saat ini tengah duduk di bangku SMP. Mereka tinggal di rumah kontrakan seluas 4x5 meter yang beralamat di Jalan Kebonsari Surabaya.

Diketahui, mereka hanya hidup berdua. Pasalnya, sang ibu, Mulyania (48) meninggalkan mereka sekitar tiga tahun lalu akibat permasalahan rumah tangga. Sementara ayahnya, Achmad (48), sejak Agustus 2019 meninggalkan mereka dan memilih tinggal tidak menetap di berbagai tempat.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya Chandra Oratmangon mengatakan, ada beberapa intervensi yang telah diberikan Pemkot Surabaya kepada kedua bersaudara ini. Yakni, tempat tinggal berupa rumah susun (rusun), bantuan dana dan tali asih, sampai pemberian BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran).

“Kami sudah berikan beberapa hari lalu intervensi itu kepada Jordy. Tetapi untuk penempatan rusun masih ada permintaan khusus dari Ibu wali kota," kata Chandra, Jumat (28/2/2020).

Chandra menjelaskan, sesuai arahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang meminta agar sebelum Jordy tinggal di Rusun Siwalankerto, dia harus memaafkan ayahnya dan kembali kumpul bersama.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

“Saat ini sedang kami upayakan agar Jordy dapat memaafkan kesalahan ayahnya dan hidup bersama bertiga di rusun,” terangnya.

Selain itu, Chandra menyebut, ayahnya bernama Achmad yang saat ini bekerja sebagai tukang bangunan akan diberikan intervensi berupa pekerjaan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR). Namun semua itu, akan terealisasi jika Jordy dan ayahnya saling memaafkan dan bersedia tinggal serumah seperti sedia kala.

“Selama ini ayahnya tinggal tidak menetap. Kadang di pos kamling, warung kopi. Pekerjaannya juga tidak menetap. Jadi akan sangat lebih baik jika Jordy memaafkan. Kami juga sudah undang konselor untuk membantu berbicara dengan Jordy,” tuturnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Bahkan, kata Chandra, Dinas Sosial (Dinsos) juga memberikan bantuan berupa sembako untuk keperluan sehari-hari. Terlepas dari semua itu, Pemkot Surabaya berupaya sebisa mungkin untuk mempersatukan keluarga ini kembali.

"Yang namanya keluarga kami berharap bisa berkumpul. Apalagi bapaknya masih ada. Jadi bisa menjaga putra-putranya. Kami sedang cari ayahnya,” pungkas dia.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanhunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.