Selasa, 21 Jul 2026 21:31 WIB

Komisi B DPRD Jatim Gandeng Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Jatim Gelar Pelatihan Barista

Anggota Komisi B DPRD Jatim Agatha Retnosari 
Anggota Komisi B DPRD Jatim Agatha Retnosari 

selalu.id - Salah satu anggota dari Komisi B DPRD Jatim Agatha Retnosari dengan menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, mengadakan pelatihan barista yang diikuti oleh beberapa warga Surabaya.

Agatha sendiri dalam hal ini, berharap akan munculnya 1000 bos kafe baru selama 5 tahun kedepan. "Saya berharap mereka tidak hanya menjadi karyawan kafe, tapi juga menjadi bos kafe baru," kata Caleg petahana DPRD Jatim nomer 3 Dapil Kota Surabaya ini, Minggu (26/11/2023).

Sementara itu, disetiap kali paket pelatihan yang ia selenggarakan, dirinya tak pernah bosan menggandeng puluhan pengusaha muda untuk mengenal lebih dekat tentang bisnis kopi sekaligus bagaimana meracik kopi yang layak untuk dipasarkan.

"Setiap kali pelatihan menghadirkan pakar dan praktisi kopi yang sudah sukses untuk menebar pengalaman dan inspirasi," terangnya.

Tidak hanya sekadar memberikan materi dan praktik, 60 peserta dari wilayah Surabaya dan sekitarnya ini usai pelatihan juga mendapatkan sejumlah alat yang berhubungan bisnis kopi seperti cangkir dan alat pengaduk kopi.

Menurutnya, trend bisnis kopi belakangan menjadi bisnis yang menjamur dan memiliki potensi ekonomi tinggi untuk terus dikembangkan. Pasarnya, terang Agatha lebih lanjut menejelaskan, juga sangat luas, dari laki-laki dan perempuan, semuanya gemar minum kopi.

"Segmennya juga luas dari usia muda, remaja, hingga usia tua masih gemar minum kopi. Minum kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup," cetusnya.

Di sisi lain, Jawa Timur disebut salah satu sentra produsen kopi nasional. Data Departemen Pertanian Amerika menyebut Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Sementara salah satu daerah penyumbang kopi terbesar di Indonesia saat ini adalah Jawa Timur. Berdasarkan dari data Kementerian Pertanian, saat ini Jawa Timur berhasil memproduksi kopi hingga 48.675 ton sepanjang tahun 2021.

Seperti diketahui, Jatim sendiri, setidaknya ada 6 daerah penghasil kopi. Pertama Kabupaten Malang. Sentra produsen diantaranya berada di kecamatan perkebunan kopi di Malang, di antaranya Ampelgading, Sumbermanjing, Tirtoyudo dan Dampit. Kopi dari Malang menghasilkan jenis arabika dan robusta.

Kedua Banyuwangi. Data BPS menyebut pada 2022 menghasilkan 16.000 ton kopi. Salah satu kebun kopi terbaik di Banyuwangi adalah Kebun Kopi Malangsari. Hasil kopi dari perkebunan ini terkenal memiliki kualitas terbaik, dan telah di ekspor ke negara Italia.

Ketiga Jember. Selain kopi robusta, Jember juga terkenal dengan ragam jenis kopi liberica dan kopi robusta. Luas perkebunan kopi robusta di Jember telah mencapai 32.000 hektar, dengan hasil panen yang selalu mencapai 11.000 ton setiap tahunnya.

Keempat Bondowoso. Pemerintah Daerah Bondowoso telah membangun city branding, Bondowoso Republik Kopi. “Bondowoso Republik Kopi” bertujuan untuk memperkuat citra Kabupaten Bondowoso sebagai daerah sentra penghasil kopi jenis robusta dan arabika yang berkualitas tinggi baik dari segi kualitas biji maupun rasa yang dimiliki.

Kelima Lumajang. Perkebunan kopi di Lumajang tersebar di 8 kecamatan yang berbeda. Tepatnya di Kecamatan Tempursari, Pronojiwo, Pasirian, Randuagung, Ranuyoso, Senduro, Pasrujambe, dan Gucialit.

Lumajang rupanya menghasilkan 3 jenis kopi dengan keunikannya masing-masing. Di antaranya kopi arabika, robusta dan excelsa. Kopi yang berasal dari Lumajang ini terkenal dengan aroma harumnya yang sangat khas.

Keenam Pasuruan. Pasuruan juga memiliki areal perkebunan kopi tersebar di berbagai kecamatan seperti Purwodadi, Tutur, Puspo, Lumbang, Pasrepan, Purwosari, Prigen, dan Tosari.

Perkebunan kopi di Pasuruan menghasilkan 2 jenis kopi unggulan. Yakni kopi robusta dan kopi arabika. Total luas perkebunan kopi di sini telah mencapai lebih dari 5.000 hektar, dengan hasil 2000 ton di tahun 2020.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.