Senin, 02 Feb 2026 02:14 WIB

Harga Cabai Makin Pedas, Pemkot Surabaya Sebut Banyak Gagal Panen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Nov 2023 10:26 WIB
Foto ilustrasi cabe rawit
Foto ilustrasi cabe rawit

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya menyatakan harga komoditas cabai rawit mengalami kenaikan dikarenakan faktor kondisi cuaca yang membut stok berkurang di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan faktor cuaca juga mengakibatkan petani gagal panen, sehingga berdampak dengan naiknya harga cabai rawit.

"Faktornya karena cuaca, sehingga mempengaruhi kegagalan panen, dan ini juga belum waktunya produksi lagi," kata Antiek, Rabu (7/11/2023).

Antiek menjelaskan, akibat stok menipis itu akibatnya mengalami penyusutan sehingga tak bisa memenuhi banyak permintaan pasar. Meskipun, stok masih tersedia pun  harga yang didapatkan juga sudah tergolong tinggi.

Terlebih lagi, kondisi di beberapa daerah penyuplai untuk Surabaya, seperti Kediri, Pasuruan, Malang, dan Madura, harganya sejak mahal dari sana

Apalagi di beberapa daerah lain juga mengalami kenaikan, diantaranya di Situbondo dan Jember dengan rata-rata harga Rp70 ribu hingga Rp75 perkilo

"Langkah dari pemkot kemarin mencari dari daerah sumber penghasilnya dan ternyata harganya sudah mahal dari sananya. Kenaikan memang tidak di Surabaya saja," ujarnya

Saat ini, Pemkot tengah melakukan kalkulasi harga terendah dan tertinggi, sekaligus menghitung ketersediaan cabai rawit di kota setempat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) setempat.

Diketahui, harga cabai rawit di Surabaya rata-rata berada di angka Rp65 ribu  hingga Rp70 ribu perkilo. Salah satu Pedagang asal Pasar Tambahrejo Warinten mengaku harga dagangan  cabai rawit mengikuti harga kulak yang saat ini sebesar Rp60 ribu.

"Kenaikan dikarenakan sedikitnya stok di pasaran dan kondisi cuaca," pungkasnya

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.