Selasa, 03 Nov 2026 12:23 WIB

Begini Cara Pemkot Surabaya Tekan Penyebaran Hepatitis A

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Feb 2020 20:11 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan antisipasi penyebaran penyakit hepatitis A. Antisipasi itu, sesuai dengan surat edaran yang sudah dikeluarkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini nomor 443/1664/436.7.2/2020 tentang Kewasapadaan Terhadap Penyakit Penyakit Hepatitis A.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, saat ini warga Surabaya yang menderita hepatitis A mengalami penurunan setiap tahunnya. Terhitung di tahun 2018, jumlah warga yang terkena hepatitis sebanyak 1.372 orang. Sedangkan di tahun 2019, menurun menjadi 1.109.

“Dari data itu membuktikan bahwa penderita hepatitis A mengalami penurunan. Terbukti perbandingan di tahun 2018 dan 2019,” kata Feny sapaan akrab Febria Rachmanita, Rabu (26/2/2020).

Feny menjelaskan, penyakit ini disebabkan oleh virus bernama hepatitis yang menular secara oral facial. Artinya, penularan dari makanan, minuman atau alat makan yang tercemar oleh virus yang berasal dari faeces (penderita hepatitis).

“Seperti berbagi alat makan, atau berbagi makanan dan minuman itu semua bisa menular,” jelasnya.

Menurut Feny, ada beberapa langkah pencegahan yang harus dilakukan agar terhindar dari virus tersebut. Pertama, menerapkan Perilaku Hidup Bersih (PHBS), yaitu dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir, memakai sabun baik saat sebelum atau sesudah mengolah makanan. Kedua, selalu memasak makanan sampai matang dan merebus air sampai mendidih.

“Langkah berikutnya hindari jajan di tempat yang kurang terjaga kebersihannya. Kemudian hindari penggunaan barang pribadi seperti sikat gigi, handuk, dan peralatan makan,” ujar dia.

Selain itu, kata Feny, hindari kontak langsung dengan penderita hepatitis A, selalu Buang Air Besar (BAB) pada jamban yang sehat. Namun demikian, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar melakukan vaksin hepatitis A supaya terhindar dari virus tersebut.

"Kami juga mengimbau warga agar tidak mengunjungi daerah berisiko tinggi saat terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB),” terangnya.

Kendati demikian, apabila ditemukan tanda dan gejala hepatitis A, Feny berharap, warga tersebut agar segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan lapor ke Dinkes.

"Tidak lupa untuk meningkatkan penyebarluasan informasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan penularan penyakit Hepatitis A," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sidak Satgas Pangan Polres Pasuruan Temukan Harga Cabai dan Daging Sapi Tinggi

Sidak ini melibatkan TNI-Polri, Pemda, Bulog, Diskoperindag, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, serta instansi terkait lainnya.

Top 5 Berita: Karyawan Bank Keliling Tewas hingga Ayah Bacok Dua anak Kandungnya

Pembaca banyak tertarik pemberitaan peristiwa, hukum dan pemerintahan.

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di AFC Champions League Elite

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.