Rabu, 04 Feb 2026 23:58 WIB

Begini Langkah Gubernur Khofifah Kurangi Ujaran Kebencian di Tahun Politik 2024

  • Penulis : Redaksi
  • | Jumat, 08 Sep 2023 16:02 WIB
Gubernur Khofifah di Hari Aksara
Gubernur Khofifah di Hari Aksara

selalu.id - Bertepatan dengan Hari Aksara Internasioal yang diperingati setiap tanggal 8 September. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat meningkatkan literasi dengan gemar membaca dari sumber yang akurat. Menurutnya, literasi dapat melindungi masyarakat dari ujaran kebencian dan hoaks di era disrupsi informasi saat memasuki tahun politik.

"Literasi ini dibutuhkan masyarakat, karena saat ini tak dipungkiri banyak masyarakat lebih sering menerima informasi dari media sosial. Untuk itu masyarakat harus terus melakukan cek dan kroscek kebenaran berita dan informasi yang beredar. Caranya dengan membaca melalui lebih banyak sumber tertulis yang akurat," ungkapnya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (8/9).

Baca Juga: Besok, Gubernur Jatim Khofifah Akan Jadi Saksi di Sidang Kasus Dana Hibah

Khofifah mengatakan, tingginya minat baca akan membuat masyarakat secara pro aktif mencari tahu terlebih dahulu terkait validitas informasi yang diterima. Literasi juga dapat mencegah masyarakat dari perselisihan, apalagi mengingat saat ini memasuki tahun politik.

"Kita harus membekali diri dengan literasi, karena jika hanya berbasis pada informasi yang beredar, kita bisa terjebak dalam konflik sosial. Ini harus hati-hati karena sebentar lagi memasuki tahun politik," tegasnya.

"Tapi saya yakin dan optimis, warga Jatim memiliki kearifan untuk dapat menjunjung tinggi kebenaran dan keterampilan membaca," imbuhnya.

Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah

Gubernur Khofifah sendiri sejak awal kepemimpinannya selalu gencar menekankan pentingnya minat baca dan literasi bagi masyarakat. Bukan tanpa alasan, literasi adalah faktor yang menunjang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berkarakter dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Berdasarkan data BPS, capaian IPM di Jatim pada 2022 tembus 72,75 persen atau tumbuh 0,85 persen dari capaian IPM 2021. Bahkan, berdasarkan Survei Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Jatim pada tahun 2022 di angka 68,54 persen. Angka itu mengalami kenaikan sebesar 4 persen dibanding tahun 2021 di angka 64,20. Sekaligus, juga diatas nasional yaitu sebesar 63,96 pada tahun 2022.

“Peningkatan TGM juga berkat adanya beragam program untuk mendorong minat baca masyarakat, salah satunya pembangunan program perpustakaan terakreditasi. Sampai dengan Agustus 2023 jumlahnya mencapai 2.462," terangnya.

Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

Khofifah berharap, semangat masyarakat Jatim terhadap literasi dapat menciptakan suasana yang kondusif menjelang tahun politik. Tentunya, hal ini sebagai modal penting untuk memerangi hoaks dan ujaran kebencian ke depannya.

"Kita harus mengambil semangat Hari Aksara Internasional ini untuk kebaikan bersama, untuk Jawa Timur yang terhindar dari disrupsi informasi dan aman damai jelang 2024," pungkas Khofifah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya

Kasus ini sendiri telah masuk ke ranah kepolisian, setelah Ir Peter Putero, melaporkan Pendeta Samuel ke Polda Jatim.

Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

Masyarakat disarankan untuk tidak sembarangan dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi saat musim hujan.

Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

Perbuatan tersangka bersama-sama dengan tersangka lain mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp157 miliar.

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Diklat yang digelar selama 10 hari penuh ini merupakan perubahan signifikan dari pembekalan sebelumnya yang hanya berupa bimbingan teknis (bimtek).