Senin, 07 Sep 2026 04:06 WIB

Hapus Stigma Buruk, Guru Besar UNAIR Usulkan Program Pemberdayaan Perempuan dengan HIV/AIDS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jul 2023 10:24 WIB
Ilustrasi foto: kampanye turunkan stigma buruk ODHIV
Ilustrasi foto: kampanye turunkan stigma buruk ODHIV

selalu.id - Guru Besar UNAIR dari Fakultas Keperawatan, Prof Dr Tintin Sukartini mengaku ingin menurunkan stigma buruk terhadap penderita HIV/AIDS perempuan. Selain itu ia juga mendorong untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi Antiretroviral (ARV).

Menurutnya, salah satu pemicu rentannya perempuan terjangkit penyakit HIV/AIDS karena minimnya edukasi tentang seksualitas dan faktor ekonomi.

Sebab itu, ia mengusulkan program tersebut lantaran sebagai kelompok rentan, perempuan ODHIV (orang dengan HIV) justru kerap mendapatkan stigma buruk, diskriminasi, hingga mengalami kesulitan akses perawatan kesehatan.

Prof Tintin menyampaikan bahwa pemberdayaan bagi perempuan ODHIV merupakan sebuah upaya membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup, baik dari segi kesehatan, psikologis, sosial, hingga spiritual.

"Perempuan ODHIV seringkali mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan karena banyaknya stigma negatif yang melekat pada mereka,"ungkap Prof Tintin, melalui rilis UNAIR, Jumat (28/7/2023).

Ia juga mengkungkapkan bahwa upaya pemberdayaan itu penting dilakukan untuk mengembangkan potensi ekonomi pada perempuan ODHIV.

Maka dari itu, perempuan ODHIV diharapkan mampu meningkatkan produktivitas untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya.

"Banyak perempuan ODHIV yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena stigma-stigma pada diri mereka. Sehingga, upaya pemberdayaan dilakukan untuk mengembangkan potensi ekonomi serta meningkatkan produktivitas perempuan ODHIV dalam mencukupi kebutuhan hidupnya," ujarnya.

Sebenarnya pemerintah telah melakukan penanganan HIV/AIDS pada masyarakat dengan pemberian terapi Antiretroviral (ARV) secara gratis sejak tahun 2004.

"Terapi Antiretroviral (ARV) ini merupakan pengobatan yang direkomendasikan untuk pasien dengan HIV dengan tujuan mengurangi viral load, mempertahankan dan memulihkan fungsi kekebalan tubuh, serta mencegah morbiditas," terangnya.

Kendati demikian, terapi ARV tidak serta merta dapat menyembuhkan infeksi HIV. Ia menilai ARV hanya dapat menekan replikasi virus dalam tubuh dan memungkinkan sistem kekebalan lebih menguat sehingga dapat mengembalikan kapasitasnya dalam melawan infeksi.

Dengan itu,  menurutnya  program pemberdayaan perempuan ODHIV telah terbukti dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan pada perempuan ODHIV.

Upaya pemberdayaan tersebut meliputi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan peran, baik secara individu maupun komunitas.

Adapun kegiatan dalam program pemberdayaan bisa berupa penyuluhan, pemberian motivasi, bimbingan serta penyebarluasan komunikasi, informasi dan edukasi.

Tak hanya itu, dalam hal ini Keluarga juga memegang peran penting untuk melancarkan program pemberdayaan pada perempuan ODHIV.

"Pemberdayaan perempuan melalui bimbingan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pengasuh dapat memberi keluarga keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan dalam merawat anggota ODHIV dan menyelesaikan masalah pada diri mereka," terangnya.

Prof Tintin berharap agar pendekatan pemberdayaan perempuan dapat menurunkan stigma negatif, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta mengubah status kesehatan dan ekonomi ODHIV perempuan.

"Melalui pendekatan pemberdayaan, semoga perempuan ODHIV dapat meningkatkan status kesehatan dan ekonomi mereka sehingga nantinya juga akan berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup mereka," tegas Prof Tintin. (Ade/Adg)

Baca Juga: Tekan Penularan HIV pada Remaja, Pemkab Sidoarjo Geser Fokus ke Edukasi dan Promotif

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.