Rabu, 22 Jul 2026 08:03 WIB

Hapus Stigma Buruk, Guru Besar UNAIR Usulkan Program Pemberdayaan Perempuan dengan HIV/AIDS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jul 2023 10:24 WIB
Ilustrasi foto: kampanye turunkan stigma buruk ODHIV
Ilustrasi foto: kampanye turunkan stigma buruk ODHIV

selalu.id - Guru Besar UNAIR dari Fakultas Keperawatan, Prof Dr Tintin Sukartini mengaku ingin menurunkan stigma buruk terhadap penderita HIV/AIDS perempuan. Selain itu ia juga mendorong untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi Antiretroviral (ARV).

Menurutnya, salah satu pemicu rentannya perempuan terjangkit penyakit HIV/AIDS karena minimnya edukasi tentang seksualitas dan faktor ekonomi.

Sebab itu, ia mengusulkan program tersebut lantaran sebagai kelompok rentan, perempuan ODHIV (orang dengan HIV) justru kerap mendapatkan stigma buruk, diskriminasi, hingga mengalami kesulitan akses perawatan kesehatan.

Prof Tintin menyampaikan bahwa pemberdayaan bagi perempuan ODHIV merupakan sebuah upaya membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup, baik dari segi kesehatan, psikologis, sosial, hingga spiritual.

"Perempuan ODHIV seringkali mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan karena banyaknya stigma negatif yang melekat pada mereka,"ungkap Prof Tintin, melalui rilis UNAIR, Jumat (28/7/2023).

Ia juga mengkungkapkan bahwa upaya pemberdayaan itu penting dilakukan untuk mengembangkan potensi ekonomi pada perempuan ODHIV.

Maka dari itu, perempuan ODHIV diharapkan mampu meningkatkan produktivitas untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya.

"Banyak perempuan ODHIV yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena stigma-stigma pada diri mereka. Sehingga, upaya pemberdayaan dilakukan untuk mengembangkan potensi ekonomi serta meningkatkan produktivitas perempuan ODHIV dalam mencukupi kebutuhan hidupnya," ujarnya.

Sebenarnya pemerintah telah melakukan penanganan HIV/AIDS pada masyarakat dengan pemberian terapi Antiretroviral (ARV) secara gratis sejak tahun 2004.

"Terapi Antiretroviral (ARV) ini merupakan pengobatan yang direkomendasikan untuk pasien dengan HIV dengan tujuan mengurangi viral load, mempertahankan dan memulihkan fungsi kekebalan tubuh, serta mencegah morbiditas," terangnya.

Kendati demikian, terapi ARV tidak serta merta dapat menyembuhkan infeksi HIV. Ia menilai ARV hanya dapat menekan replikasi virus dalam tubuh dan memungkinkan sistem kekebalan lebih menguat sehingga dapat mengembalikan kapasitasnya dalam melawan infeksi.

Dengan itu,  menurutnya  program pemberdayaan perempuan ODHIV telah terbukti dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan pada perempuan ODHIV.

Upaya pemberdayaan tersebut meliputi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan peran, baik secara individu maupun komunitas.

Adapun kegiatan dalam program pemberdayaan bisa berupa penyuluhan, pemberian motivasi, bimbingan serta penyebarluasan komunikasi, informasi dan edukasi.

Tak hanya itu, dalam hal ini Keluarga juga memegang peran penting untuk melancarkan program pemberdayaan pada perempuan ODHIV.

"Pemberdayaan perempuan melalui bimbingan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pengasuh dapat memberi keluarga keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan dalam merawat anggota ODHIV dan menyelesaikan masalah pada diri mereka," terangnya.

Prof Tintin berharap agar pendekatan pemberdayaan perempuan dapat menurunkan stigma negatif, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta mengubah status kesehatan dan ekonomi ODHIV perempuan.

"Melalui pendekatan pemberdayaan, semoga perempuan ODHIV dapat meningkatkan status kesehatan dan ekonomi mereka sehingga nantinya juga akan berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup mereka," tegas Prof Tintin. (Ade/Adg)

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS Merata di Sidoarjo, Wilayah Porong dan Krian Tertinggi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.