Kamis, 22 Okt 2026 19:20 WIB

Hapus Stigma Buruk, Guru Besar UNAIR Usulkan Program Pemberdayaan Perempuan dengan HIV/AIDS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jul 2023 10:24 WIB
Ilustrasi foto: kampanye turunkan stigma buruk ODHIV
Ilustrasi foto: kampanye turunkan stigma buruk ODHIV

selalu.id - Guru Besar UNAIR dari Fakultas Keperawatan, Prof Dr Tintin Sukartini mengaku ingin menurunkan stigma buruk terhadap penderita HIV/AIDS perempuan. Selain itu ia juga mendorong untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi Antiretroviral (ARV).

Menurutnya, salah satu pemicu rentannya perempuan terjangkit penyakit HIV/AIDS karena minimnya edukasi tentang seksualitas dan faktor ekonomi.

Sebab itu, ia mengusulkan program tersebut lantaran sebagai kelompok rentan, perempuan ODHIV (orang dengan HIV) justru kerap mendapatkan stigma buruk, diskriminasi, hingga mengalami kesulitan akses perawatan kesehatan.

Prof Tintin menyampaikan bahwa pemberdayaan bagi perempuan ODHIV merupakan sebuah upaya membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup, baik dari segi kesehatan, psikologis, sosial, hingga spiritual.

"Perempuan ODHIV seringkali mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan karena banyaknya stigma negatif yang melekat pada mereka,"ungkap Prof Tintin, melalui rilis UNAIR, Jumat (28/7/2023).

Ia juga mengkungkapkan bahwa upaya pemberdayaan itu penting dilakukan untuk mengembangkan potensi ekonomi pada perempuan ODHIV.

Maka dari itu, perempuan ODHIV diharapkan mampu meningkatkan produktivitas untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya.

"Banyak perempuan ODHIV yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena stigma-stigma pada diri mereka. Sehingga, upaya pemberdayaan dilakukan untuk mengembangkan potensi ekonomi serta meningkatkan produktivitas perempuan ODHIV dalam mencukupi kebutuhan hidupnya," ujarnya.

Sebenarnya pemerintah telah melakukan penanganan HIV/AIDS pada masyarakat dengan pemberian terapi Antiretroviral (ARV) secara gratis sejak tahun 2004.

"Terapi Antiretroviral (ARV) ini merupakan pengobatan yang direkomendasikan untuk pasien dengan HIV dengan tujuan mengurangi viral load, mempertahankan dan memulihkan fungsi kekebalan tubuh, serta mencegah morbiditas," terangnya.

Kendati demikian, terapi ARV tidak serta merta dapat menyembuhkan infeksi HIV. Ia menilai ARV hanya dapat menekan replikasi virus dalam tubuh dan memungkinkan sistem kekebalan lebih menguat sehingga dapat mengembalikan kapasitasnya dalam melawan infeksi.

Dengan itu,  menurutnya  program pemberdayaan perempuan ODHIV telah terbukti dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan pada perempuan ODHIV.

Upaya pemberdayaan tersebut meliputi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan peran, baik secara individu maupun komunitas.

Adapun kegiatan dalam program pemberdayaan bisa berupa penyuluhan, pemberian motivasi, bimbingan serta penyebarluasan komunikasi, informasi dan edukasi.

Tak hanya itu, dalam hal ini Keluarga juga memegang peran penting untuk melancarkan program pemberdayaan pada perempuan ODHIV.

"Pemberdayaan perempuan melalui bimbingan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pengasuh dapat memberi keluarga keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan dalam merawat anggota ODHIV dan menyelesaikan masalah pada diri mereka," terangnya.

Prof Tintin berharap agar pendekatan pemberdayaan perempuan dapat menurunkan stigma negatif, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta mengubah status kesehatan dan ekonomi ODHIV perempuan.

"Melalui pendekatan pemberdayaan, semoga perempuan ODHIV dapat meningkatkan status kesehatan dan ekonomi mereka sehingga nantinya juga akan berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup mereka," tegas Prof Tintin. (Ade/Adg)

Baca Juga: Tekan Penularan HIV pada Remaja, Pemkab Sidoarjo Geser Fokus ke Edukasi dan Promotif

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanhunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.