Senin, 20 Jul 2026 08:45 WIB

Gubernur Khofifah Genjot Jatim jadi Eksportir Halal Food

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Mar 2021 09:47 WIB
Gubernur Khofifah saat mengunjungi pondok pesantren Pacet, Mojokertodi
Gubernur Khofifah saat mengunjungi pondok pesantren Pacet, Mojokertodi

Mojokerto (selalu.id) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus menggenjot Jatim bisa menjadi eksportir makanan halal  di dunia. Khofifah berusaha keras mengupayakan agar impian tersebut dapat terwujud.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Salah satunya dengan menggerakkan pesantren yang tersebar di Jatim yang jumlahnya mencapai sekitar 6000, lewat program prioritas gubernur yakni One Pesantren One Product (OPOP). Hal itu ia sampaikan dalam acara Kopilaborasi Sambang Pesantren, di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Minggu (28/2/2021). 

Di depan puluhan perwakilan ponpes yang hadir, Khofifah memaparkan jika pesantren memiliki posisi strategis, diantaranya sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat. Maka dari itu pesantren mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM, dengan menghasilkan produk halal berkualitas. 

"Pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan khususnya di bidang ekonomi. Dalam melaksanakan fungsi pemberdayaan masyarakat, pesantren harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pesantren dan masyarakat sekitar," ucap Gubernur Khofifah.

Khofifah pun memastikan untuk mewujudkan hal itu maka dibuatlah kawasan Industri halal untuk pelaku IKM dan UKM yang ada di  Safe N Lock Kab. Sidoarjo. Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan ekspor center yang merupakan pilot project dari Dinas Perindustrian Perdagangan Jawa Timur (Disperindag Jatim).

Diketahui saat ini Indonesia masih belum memimpin sebagai negara pengekspor produk halal. Posisi Indonesia masih kalah dengan negara lain, seperti Malaysia. Maka dari itu Gubernur ingin menyusul ketertinggalan tersebut dengan memanfaatkan demografi penduduk Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 40,67 juta jiwa.

"Tidak ada kata terlambat mengejar ini semua, ini menjadi pekerjaan rumah namun juga menjadi peluang. Mengingat produk halal itu merupakan tren dunia, halal telah menjadi gaya hidup masyarakat global. Maka dari itu pertumbuhan ekonomi syariah harus didorong," jelasnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah menjelaskan jika kopi dan kakao adalah komoditas perkebunan yang paling dibutuhkan untuk mendukung ekspor Jawa Timur. Lantaran permintaan kopi dan kakao baik di pasar domestik maupun internasional selalu meningkat. Salah satunya kopi Jember  yang sudah  menjajaki pasar internasional.

"Topografi wilayah di Jawa Timur untuk bisa dikembangkan adalah kopi dan kakao yang potensinya luar biasa. Hari ini kita ingin mengajak tim dari OPOP khususnya para pengasuh pesantren yang memiliki lahan, barangkali bisa bergabung dalam pengembangan kakao dan kopi di Jatim. Kita masih melihat wilayah antara selatan dan utara di Jatim, tentu kita berharap bahwa wilayah selatan yang pembangunan infrastrukturnya relatif kurang, ini kalau dibangun dengan penguatan ekonomi melalui kopi dan kakao, saya rasa akan bisa melakukan percepatan," tutup Khofifah. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.