• Loadingselalu.id
  • Loading

Minggu, 14 Apr 2024 20:55 WIB

Gubernur Khofifah Genjot Jatim jadi Eksportir Halal Food

Gubernur Khofifah saat mengunjungi pondok pesantren Pacet, Mojokertodi

Gubernur Khofifah saat mengunjungi pondok pesantren Pacet, Mojokertodi

Mojokerto (selalu.id) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus menggenjot Jatim bisa menjadi eksportir makanan halal  di dunia. Khofifah berusaha keras mengupayakan agar impian tersebut dapat terwujud.

Baca Juga: GM PLN Tinjau SPKLU Jawa Timur, Pastikan Beroperasi Maksimal saat Momen Mudik

Salah satunya dengan menggerakkan pesantren yang tersebar di Jatim yang jumlahnya mencapai sekitar 6000, lewat program prioritas gubernur yakni One Pesantren One Product (OPOP). Hal itu ia sampaikan dalam acara Kopilaborasi Sambang Pesantren, di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Minggu (28/2/2021). 

Di depan puluhan perwakilan ponpes yang hadir, Khofifah memaparkan jika pesantren memiliki posisi strategis, diantaranya sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat. Maka dari itu pesantren mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM, dengan menghasilkan produk halal berkualitas. 

"Pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan khususnya di bidang ekonomi. Dalam melaksanakan fungsi pemberdayaan masyarakat, pesantren harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pesantren dan masyarakat sekitar," ucap Gubernur Khofifah.

Khofifah pun memastikan untuk mewujudkan hal itu maka dibuatlah kawasan Industri halal untuk pelaku IKM dan UKM yang ada di  Safe N Lock Kab. Sidoarjo. Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan ekspor center yang merupakan pilot project dari Dinas Perindustrian Perdagangan Jawa Timur (Disperindag Jatim).

Diketahui saat ini Indonesia masih belum memimpin sebagai negara pengekspor produk halal. Posisi Indonesia masih kalah dengan negara lain, seperti Malaysia. Maka dari itu Gubernur ingin menyusul ketertinggalan tersebut dengan memanfaatkan demografi penduduk Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 40,67 juta jiwa.

"Tidak ada kata terlambat mengejar ini semua, ini menjadi pekerjaan rumah namun juga menjadi peluang. Mengingat produk halal itu merupakan tren dunia, halal telah menjadi gaya hidup masyarakat global. Maka dari itu pertumbuhan ekonomi syariah harus didorong," jelasnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah menjelaskan jika kopi dan kakao adalah komoditas perkebunan yang paling dibutuhkan untuk mendukung ekspor Jawa Timur. Lantaran permintaan kopi dan kakao baik di pasar domestik maupun internasional selalu meningkat. Salah satunya kopi Jember  yang sudah  menjajaki pasar internasional.

"Topografi wilayah di Jawa Timur untuk bisa dikembangkan adalah kopi dan kakao yang potensinya luar biasa. Hari ini kita ingin mengajak tim dari OPOP khususnya para pengasuh pesantren yang memiliki lahan, barangkali bisa bergabung dalam pengembangan kakao dan kopi di Jatim. Kita masih melihat wilayah antara selatan dan utara di Jatim, tentu kita berharap bahwa wilayah selatan yang pembangunan infrastrukturnya relatif kurang, ini kalau dibangun dengan penguatan ekonomi melalui kopi dan kakao, saya rasa akan bisa melakukan percepatan," tutup Khofifah.

Editor : Redaksi