Kamis, 03 Sep 2026 17:00 WIB

Gubernur Khofifah Genjot Jatim jadi Eksportir Halal Food

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Mar 2021 09:47 WIB
Gubernur Khofifah saat mengunjungi pondok pesantren Pacet, Mojokertodi
Gubernur Khofifah saat mengunjungi pondok pesantren Pacet, Mojokertodi

Mojokerto (selalu.id) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus menggenjot Jatim bisa menjadi eksportir makanan halal  di dunia. Khofifah berusaha keras mengupayakan agar impian tersebut dapat terwujud.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Salah satunya dengan menggerakkan pesantren yang tersebar di Jatim yang jumlahnya mencapai sekitar 6000, lewat program prioritas gubernur yakni One Pesantren One Product (OPOP). Hal itu ia sampaikan dalam acara Kopilaborasi Sambang Pesantren, di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Minggu (28/2/2021). 

Di depan puluhan perwakilan ponpes yang hadir, Khofifah memaparkan jika pesantren memiliki posisi strategis, diantaranya sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat. Maka dari itu pesantren mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM, dengan menghasilkan produk halal berkualitas. 

"Pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan khususnya di bidang ekonomi. Dalam melaksanakan fungsi pemberdayaan masyarakat, pesantren harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pesantren dan masyarakat sekitar," ucap Gubernur Khofifah.

Khofifah pun memastikan untuk mewujudkan hal itu maka dibuatlah kawasan Industri halal untuk pelaku IKM dan UKM yang ada di  Safe N Lock Kab. Sidoarjo. Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan ekspor center yang merupakan pilot project dari Dinas Perindustrian Perdagangan Jawa Timur (Disperindag Jatim).

Diketahui saat ini Indonesia masih belum memimpin sebagai negara pengekspor produk halal. Posisi Indonesia masih kalah dengan negara lain, seperti Malaysia. Maka dari itu Gubernur ingin menyusul ketertinggalan tersebut dengan memanfaatkan demografi penduduk Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 40,67 juta jiwa.

"Tidak ada kata terlambat mengejar ini semua, ini menjadi pekerjaan rumah namun juga menjadi peluang. Mengingat produk halal itu merupakan tren dunia, halal telah menjadi gaya hidup masyarakat global. Maka dari itu pertumbuhan ekonomi syariah harus didorong," jelasnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah menjelaskan jika kopi dan kakao adalah komoditas perkebunan yang paling dibutuhkan untuk mendukung ekspor Jawa Timur. Lantaran permintaan kopi dan kakao baik di pasar domestik maupun internasional selalu meningkat. Salah satunya kopi Jember  yang sudah  menjajaki pasar internasional.

"Topografi wilayah di Jawa Timur untuk bisa dikembangkan adalah kopi dan kakao yang potensinya luar biasa. Hari ini kita ingin mengajak tim dari OPOP khususnya para pengasuh pesantren yang memiliki lahan, barangkali bisa bergabung dalam pengembangan kakao dan kopi di Jatim. Kita masih melihat wilayah antara selatan dan utara di Jatim, tentu kita berharap bahwa wilayah selatan yang pembangunan infrastrukturnya relatif kurang, ini kalau dibangun dengan penguatan ekonomi melalui kopi dan kakao, saya rasa akan bisa melakukan percepatan," tutup Khofifah. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.