Kamis, 23 Jul 2026 00:26 WIB

Jubir Eri-Armuji Kritisi Jargon 'Penjara atau Menang' Tim Macfud-Mujiaman: Adu Program yang Konstruktif, Jangan Sebar Keseraman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 04 Okt 2020 13:40 WIB
Jubir millenial pasangan Eri Cahyadi-Armuji, Aryo Seno Bagaskoro
Jubir millenial pasangan Eri Cahyadi-Armuji, Aryo Seno Bagaskoro

Surabaya (selalu.id) - Pernyataan anggota tim pasangan Machfud Arifin-Mujiaman, Miftachul Ulum yang menggaungkan jargon 'penjara atau menang' ramai diperbincangkan di media sosial. Pernyataan tersebut dianggap menebarkan keseraman dan terkesan intimidatif di Pilkada Surabaya.

Pernyataan itu dilontarkan Ulum saat acara 'Jagongan Santai Para Jubir Muda Cawali Surabaya' yang di akun YouTube Channel 332, Jumat (2/10/2020) malam, yang dipandu oleh host Ahmad Khubby Aly yang juga pengamat politik dari UIN Sunan Ampel Surabaya.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Dimintai tanggapannya, Juru Bicara Milenial Cawali Eri Cahyadi-Cawawali Armudji, Aryo Seno Bagaskoro mengatakan, seharusnya Pilkada dipenuhi dengan adu program, gagasan, karya, dan kreativitas. Dalam membangun ekosistem politik yang edukatif tersebut, Eri-Armudji telah secara penuh memberikan ruang lebar bagi anak-anak muda untuk ikut terlibat memberikan masukan terkait pembangunan kota ke depan melalui berbagai kanal, salah satunya melalui media sosial yang secara rutin melakukan interaksi daring dengan anak-anak muda lewat Live Streaming, pembukaan Question Box, dan lain-lain.

"Pilwali Surabaya harus dijadikan ajang menggembirakan, bertukar gagasan konstruktif, bukan ajang menebar keseraman yang mengedepankan narasi intimidatif yang arogan," ujar Seno saat dikonfirmasi, Minggu (4/10/2020).

"Itu artinya, tim Pak Machfud dan Pak Mujiaman mungkin kurang bisa menjelaskan program konkret yang mampu mengajak dan memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang. Justru pemilihan diksi seperti ’Penjara Atau Menang’ kontraproduktif terhadap semangat kreatif anak-anak muda memajukan Surabaya," imbuh peraih penghargaan Sahabat UNICEF Indonesia tersebut.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Seperti diketahui, netizen dan warga Surabaya dihebohkan dengan pernyataan 'penjara atau menang' dari tim Machfud Arifin-Mujiaman, Akhmad Miftachul Ulum, saat tampil di dialog Channel 332 dengan host pengamat politik UIN Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Khubby Aly. Dalam dialog itu juga hadir Aryo Seno Bagaskoro sebagai perwakilan tim Eri Cahyadi-Armudji.

"Tagline yang saya sampaikan ke teman-teman, penjara atau menang. Penjara atau menang. Itu artinya apa, apapun kita harus lakukan demi kemenangan Pak Machfud Arifin," ungkap Ulum dengan sangat serius.

Di akun Instagram-nya, @cak_uluum, dia mengunggah poster bertuliskan 'Penjara atau Menang'. Ulum yang sangat aktif dalam kegiatan kampanye Machfud Arifin-Mujiaman itu menulis, "PENJARA ATAU MENANG. Kalau sudah menentukan pilihan, jangan setengah hati. Harus berani ambil risiko apapun bentuknya. Meskipun hal itu mengarah ke jalur hukum, jika langkah itu harus diambil, maka ambillah," tulisnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Seno Bagaskoro menambahkan, penyampaian janji dan retorika kampanye yang hebat seyogyanya dibarengi dengan narasi konkret dan rekam jejak yang terukur terkait bagaimana para calon pemimpin mampu untuk berbaris bersama anak muda.

"Dalam hal ini, Eri-Armudji lebih bisa memahami anak muda dan generasi penerus. Mulai SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, perguruan tinggi, hingga pendidikan nonformal, Eri-Armudji menyajikan paket komplet. Ada pendidikan gratis, subsidi dan beasiswa, sertifikasi soft-skill, pewadahan kreativitas di ruang publik, hingga pendampingan belajar melalui rumah-rumah belajar di kota hingga pelosok kampung," jelas peserta terbaik Kursus Politik Cerdas Berintegritas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.