Rabu, 04 Feb 2026 09:45 WIB

PDOI Jatim Apresiasi Kinerja Kepolisian Ungkap Pembunuhan Driver Taksi Online di Pantai Balekambang Malang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Jun 2023 20:26 WIB
Ketua PDOI Jatim Henri Wahyi Nugroho
Ketua PDOI Jatim Henri Wahyi Nugroho

Selalu.id -  Beberapa waktu lalu (3/6/2023) seorang driver taksi online (taksol) dilaporkan hilang oleh pihak keluarga, saat mengantarkan penumpang ke Pantai Balekambang di Desa Sigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Hari ini, Rabu (7/6/2023) pihak kepolisian berhasil menemukan AFS (29), driver taksol yang hilang tersebut dalam keadaan meninggal dan jenazahnya ditemukan di jurang piket nol Lumajang.

Terkait hal itu, Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur mengapresiasi kinerja pihak kepolisian.

"Ucapan terima kasih tak terhingga kami sampaikan pada pihak kepolisian, pihak aplikator Gojek, rekan-rekan media, rekan-rekan driver online dan semua pihak yang sudah bersinergi sehingga pelaku sudah tertangka,"  kata Herry Wahyu Nugroho, Ketua PDOI Jawa Timur, Rabu (7/6/2023).

Dua penumpang yang diduga pelaku pelaku pembunuhan sudah ditangkap oleh pihak kepolisian dan diamankan unit mobil milik korban yakni Toyota Calya N 1846 FH berwarna silver.

"Kami akan kawal kasus ini dan menuntut pelaku agar nantinya dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan yang sudah menghilangkan nyawa rekan seprofesi kami yakni driver online," tegas Herry.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh PDOI Jawa Timur, pelaku melakukan order secara online dengan titik penjemputan di Jalan Panglima Sudirman, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (3/6/2023), sekitar pukul 16.30 WIB.

Tujuannya ke Pantai Balekambang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Dalam screenshot yang beredar di media sosial, ada tertulis "Belum Cukup Rating" di akun milik penumpang yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap AFS. Menurut Daniel Lukas Rorong, Humas PDOI Jatim, akun penumpang ini tergolong akun yang baru dibuat.

"Jadi kami menduga, sepertinya ini pembunuhan berencana. Tapi untuk kronologi dan motif pelakunya akan dirilis oleh pihak kepolisian dalam waktu dekat," ujar Daniel.

Ditambahkan Daniel, untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang kembali ke depannya, ada tips aman yang dibagikan untuk rekan-rekan driver online, baik itu ojek online (ojol) dan taksi online (taksol).

Pertama, jika mendapatkan orderan dari penumpang, coba di cek status riwayatnya, apa tergolong akun baru atau tidak. Biasanya tertulis Belum Cukup Rating untuk akun baru.

Kedua, pastikan identitas penumpang sama. Misal, jika nama penumpang yang tercantum di orderan perempuan, tapi yang naik ternyata laki-laki, patut diwaspadai. Terlebih jika nama penumpangnya tidak pada umumnya atau nama singkatan.

Ketiga, jika sudah sampai tahap ini, jangan lupa mengajak penumpang untuk foto bersama dan ambil video, terlebih jika penumpangnya lebih dari satu orang.

Keempat, lalu video call pada pihak keluarga di rumah dan rekan driver online yang dikenal di komunitas driver online yang diikuti untuk laporan. Sampaikan mau mengantarkan penumpang sembari berkata bahwa foto dan video bersama penumpang sudah dikirimkan melalui WhatsApp, termasuk screenshot orderannya.

Kelima, jika orderannya mengarah ke daerah sepi atau rawan apalagi malam hari, manfaatkan fasilitaa share location minimal delapan jam. Kirimkan pada pihak keluarga atau komunitas driver online yang diikuti, untuk bisa dipantau selama perjalanan. Syukur-syukur, dipasangi GPS pada unit kendaraan yang dimiliki.

Keenam, tolak dan hindari tawaran dari penumpang untuk orderan secara offline, dalam artian membatalkan pesanan melalui aplikasi. Apalagi dengan iming-iming akan dapat ongkos tambahan lebih dari biaya melalui aplikasi.

"Jika tips aman ini diterapkan oleh rekan-rekan driver online, maka penumpang yang awalnya mempunyai rencana tidak baik akan membatalkan niatnya tersebut. Memang agak ribet, tapi paling tidak bisa meminimalisir terjadinya tindakan kriminalitas dari oknum penumpang" tegas Daniel yang juga menjadi salah satu penggugat Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomer108 Tahun 2017 yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung perihal aturan taksi online.

Baca Juga: PDOI Sambut Baik Imbauan Menaker Soal THR Ojol

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.