Rabu, 12 Agu 2026 06:04 WIB

Cerita Keluarga Korban Siswi SMP Ditemukan Meninggal di Gudang Peluru Kedung Cowek

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Mei 2023 21:32 WIB
Keluarga Siswi SMP yang ditemukan meninggal di Gedung Peluru Kedung Cowek
Keluarga Siswi SMP yang ditemukan meninggal di Gedung Peluru Kedung Cowek

Selalu.id - Remaja putri yang baru-baru ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tergeletak di Gudang Peluru, Jalan Kedung Cowek, Surabaya, ternyata adalah siswi SMPN 31 Surabaya yang dilaporkan hilang sejak 16 April 2023 lalu.

Dari proses olah TKP, pada saat jenazah ditemukan dan dievakuasi pada Minggu lalu (7/5/2023), atribut yang ditemukan hanya baju yang melekat dan sepasang sandal, bahkan tidak ditemukan identitas.

Hal itu sejalan dengan keterangan kakak korban pada unggahan video pencarian orang hilang di akun Tiktok @caksholeh008 yang mengatakan bahwa korban yang berinisial N, pamit kerja kelompok tanpa membawa apapun selain handphone miliknya.

Kakak korban, Setiawan Adi pun mengatakan kepada awak media saat ditemui di rumah duka, sebelum dinyatakan hilang, adiknya itu sempat bertemu dengan dua orang pria di Kedung Cowek. Setiawan menyebut salah satu pria yang bertemu dengan adiknya, berisinial Y (16) dan seorang lagi dirinya belum mengetahui identitasnya.

"Ada temennya Y yang sempat di video call sama Y, saya lihat adik saya bersama Y dan temannya laki-laki," kata Setiawan, Selasa (9/5/2023).

Setiawan dan keluarganya mencoba menemui Y di rumahnya, mulai tanggal 17 hingga 19 April 2023. Namun, Y mengaku tidak pernah bermain bersama korban berinisial N.

"Ketika di rumahnya (Y) ini, Y itu manggil temannya yang pernah di video call. Dan temannya itu pun sempat ngajak saya keluar sebentar terus bilang kalau tanggal 16 April 2023 itu dia sempat terima video call dari Y lihat adik saya disana (Gudang Peluru)," sambungnya.

Lalu, lanjut Setiawan bercerita bahwa teman Y tersebut bercerita lebih banyak terkait informasi yang didapatkanya. Dia pun mengaku jika Y pamer dirinya mempunyai sebuah handphone baru.

Diberitakan sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah mengamankan dua pelaku yang diduga melakukan Siswi malang tersebut.

"Kita telah mengamankan dua orang terkait penemuan jenazah tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Ryzki Wicaksana.

Arief mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap oleh polisi tersebut, merupakan orang terdekat dari korban berinisial, N, warga Kecamatan Kenjeran. Mereka juga belum ada catatan kriminal sebelumnya.

"Inisial (pelaku ditangkap) R dan Y, yang satu teman, yang satu mantan pacarnya. Statusnya ada yang pelajar," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Polisi Amankan Dua Remaja Terduga Pembunuhan Siswi SMP di Kedung Cowek

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polisi Buru Pelaku Pembakar dan Perusak Mobil Patroli dalam Bentrokan di Pasuruan

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan terus bergerak mengumpulkan alat bukti guna mengidentifikasi seluruh oknum yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Bentrok Oknum Suporter dengan Warga di Pasuruan, 3 Mobil Polisi Dirusak dan Dibakar

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan secara intensif dengan mengumpulkan alat bukti dan mengidentifikasi pihak yang terlibat.

Penanganan Banjir di Surabaya Masih Setengah Hati, DPRD Bongkar Penyebabnya

Pansus Banjir DPRD Surabaya pun mendorong agar normalisasi saluran menjadi pekerjaan rutin yang wajib dianggarkan, minimal setiap tiga tahun.

Konsisten Bangun Citra Positif, SIER Raih Penghargaan Indonesia PR Award 2026

Ahmad Fahrudin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya SIER dalam membangun komunikasi dan reputasi perusahaan secara konsisten.

Jember Pecahkan Dua Rekor MURI dalam Peringatan HAN 2026

Capaian tersebut sekaligus mempertegas komitmen Jember dalam membangun ruang kegiatan yang inklusif, dengan memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak.

Ini Ciri-ciri Pria Misterius yang Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Suramadu

Polisi mengimbau kepada masyarakat apabila mengenali korban, bisa segera melapor ke pihak kepolisian.