Jumat, 04 Sep 2026 13:16 WIB

Seorang Balita Tewas di Kamar Hotel di Surabaya, Diduga Tersedak Obat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 04 Mar 2023 19:18 WIB
Balita meninggal di Hotel
Balita meninggal di Hotel

selalu.id - Seorang bocah berusia satu tahun meninggal di sebuah Kamar Hotel Djagalan Raya, Jalan Jagalan, Surabaya Sabtu (4/3/2023). Bocah tersebut disebutkan meninggal lantaran tersedak obat tradisional.

Pantauan selalu.id di lokasi, balita yang menempati kamar hotel nomor 104 bersama orangtuanya tersebut dikabarkan meninggal sekitar pukul 15.30 WIB.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Resepsionis Hotel Djagalan Raya, Ayu menuturkan, dirinya mengaku mendengar suara teriakan wanita dari sebuah kamar. Kemudian, pihak hotel langsung mengecek kamar tersebut.

"Tadi saya denger ibunya minta tolong, Masnya (petugas hotel) langsung ngecek. Sekitar pukul setengah 3. Waktu itu owner (Hotel) suruh telpon polisi,"kata Ayu, kepada selalu.id.

Ayu mengatakan, orang tua korban sudah menginap dua hari di hotel tersebut sejak Jumat (2/4/2023).

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Salah satu petugas BPBD Surabaya yang tak ingin disebut namanya mengatakan, Tim Gerak Cepat saat mengecek bayi tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia. Dalam pengakuan orang tuanya diduga bayi tersebut meninggal karena diberi obat China.

"Tadi tim gerak cepat sudah mengecek, diduga karena tersedak obat,"jelasnya.

Jenazah sudah dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah orangtuanya di Jalan Kedung Cowek, Kenjeran.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Terpisah, Kanit Intel Polsek Pabean Cantian, Eko Kusnwandi mengatakan, berdasar keterangan orang tua atau ayahnya korban M (23) anaknya sakit batuk, namun tak kunjung sembuh saat diberikan obat resep dokter.

"Dari keterangan orangtuanya, sakit batuk, setelah itu dibelikan obat tanpa resep dokter di toko obat Ban Seng Tong (toko obat china), diminumkan ke anaknya lalu meninggal. Yang jelas perlu penyelidikan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.