Senin, 02 Feb 2026 21:09 WIB

Reses di Bulak Jaya, Anggota DPRD Surabaya Disambati Data Kemiskinan Tak Merata

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Jan 2023 23:49 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah saat reses di wilayah Bulak
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah saat reses di wilayah Bulak

selalu.id - Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah menampung sejumlah aspirasi masyarakat saat menggelar reses tahun anggaran 2023 di wilayah Bulak Jaya, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Rabu (25/1/2023).

Bertempat di Balai RW 15, aspirasi pertama datang dari pengurus kampung. Yakni, terkait data keluarga miskin yang belum merata. Dilaporkan banyak warga kurang mampu di Bulak Jaya yang tak lagi tercover bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Rumah mereka luput stiker keluarga miskin. Padahal, puluhan warga itu sebelumnya mendapat intervensi.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Masukan pertama terkait data kemiskinan. Ada banyak warga yang layak (menerima bantuan), tetapi tidak terjamah. Semestinya dapat bantuan, tetapi ini belum dapat. Kami di Komisi D bersama Dinsos Surabaya akan membahas permasalahan ini," respon Khusnul.

Selanjutnya, aspirasi digaungkan oleh Kader Surabaya Hebat (KSH). Para kader berharap, ada penambahan anggaran untuk program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita. Hal ini selaras dengan usulan Khusnul Khotimah, yang turut mendorong agar alokasi anggaran Rp5000 per balita dinaikkan.

"Pemkot mengalokasikan PMT Rp5000 per balita. Bentuknya snack. Nah, sudah selayaknya dinaikkan menjadi Rp6000 atau Rp7000, karena dasar (bahan baku) pembuatan makanan juga mengalami kenaikan," terangnya.

Politisi perempuan PDI Perjuangan ini juga mendapat sambatan dari kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak Bulak Jaya. Ternyata tidak sedikit warga setempat yang merindukan program Posyandu Lansia kembali digulirkan. Terutama di Kelurahan Wonokusumo.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Para bapak dan ibu juga menanyakan perihal kegiatan Posyandu Lansia yang dirindukan. Tentu kami mendorong ini agar bisa kembali dijalankan. Sebab, melalui kegiatan di Posyandu Lansia itu akhirnya banyak bapak-ibu yang memanfaatkan untuk saling berinteraksi maupun berolahraga," ujar Khusnul.

Terakhir, Ning Kaka, sapaan karib Khusnul Khotimah, dihampiri secara khusus oleh seorang ibu penyandang tunanetra. Sekelumit kisah ibu tersebut diutarakan. Salah satunya mengenai tempat tinggal beliau yang membutuhkan intervensi Pemkot Surabaya.

"Saya mendapati seorang ibu tunanetra. Beliau memohon bantuan agar kiranya rumah beliau dapat direnovasi melalui program Dandan Omah. Tetapi sayangnya, asetnya itu atas nama PT KAI, sehingga ini agak sulit untuk diusulkan," urai Ning Kaka.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Meski demikian, Ning Kaka memastikan akan menindaklanjuti dan mendorong pengurus kampung untuk membersamai. Selain via program Dandan Omah, opsi lain dapat mengajukan bantuan Rutilahu melalui Baznas Surabaya.

"Masih sangat mungkin intervensi dapat diberikan melalui Baznas. Hanya saja perlu dilihat kembali ikatan hukumnya, apakah beliau sewa atau tidak," jelasnya.

"Di samping itu, beliau juga berharap diberi bantuan agar bisa membuka klinik pijat khusus tunanetra. Sebab, beliau saat ini mengenyam pendidikan pemijatan tunanetra yang berada di Siwalankerto," pungkas Ning Kaka. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.