Selasa, 21 Jul 2026 23:00 WIB

Jelang HUT Emas, PDIP Surabaya Luncurkan Ambulans Baru untuk Melayani Masyarakat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 07 Jan 2023 18:12 WIB
Launching ambulans PDIP Surabaya
Launching ambulans PDIP Surabaya

selalu.id - Menjelang HUT ke-50 PDI Perjuangan 10 Januari 2023, kader-kader banteng Kota Surabaya melaunching satu unit ambulans baru. Ini berfungsi untuk melayani warga masyarakat yang sedang kesusahan, terutama pengangkutan jenazah.

Peluncuran dilakukan di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Sabtu (7/1/2023). Dihadiri seluruh fungsionaris PDI Perjuangan Kota Surabaya, termasuk para ketua dan sekretaris PAC semua kecamatan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Dengan peluncuran itu, kader-kader PDI Perjuangan Kota Surabaya memiliki 3 unit ambulan yang semua untuk melayani warga masyarakat yang sedang membutuhkan. Termasuk menurunkan ke daerah-daerah bencana untuk membantu rakyat.

"Dengan bertambahnya unit ambulan baru, maka kader-kader PDI Perjuangan semakin mampu melayani masyarakat. Terutama warga miskin atau tidak mampu, yang kesulitan dan kesusahan. Dan penambahan ambulans ini memperkuat daya kekuatan untuk pelayanan rakyat," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, dalam sambutannya.

Dikatakan, dalam kesulitan-kesulitan rakyat, kader PDI Perjuangan berusaha keras untuk hadir di tengah-tengah warga.

"Kita bekerja keras, berupaya sekuat tenaga agar PDI Perjuangan hadir di tengah rakyat. Menangis dan tertawa bersama rakyat. Sekaligus memperkuat akar-akar di hati dan pikiran rakyat," kata Adi.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Ketua DPRD Kota Surabaya itu mengajak seluruh kader banteng untuk mensyukuri hadirnya ambulans baru.

"Menjelang ulang tahun ke-50 atau usia emas PDI Perjuangan, yang sebentar lagi kita peringati dengan meriah, hari ini kita bisa menambah satu unit ambulans baru," kata Adi.

Peluncuran ambulans baru ditandai pengucuran air dan pemecahan kendi, yang dilakukan kader-kader PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Semoga selamat dari segala musibah, berkah dan lancar untuk membantu sesama," kata H. Sjukur Amaludin, saat memimpin doa.

Adi mengatakan, dengan kekuatan gotong royong semua pihak, PDI Perjuangan Kota Surabaya terus bergerak di tengah-tengah masyarakat. Hadir di tengah rakyat. Dan, terus menambah alat-alat perjuangan.

"Dengan kekuatan gotong royong, kita terikat seperi sapu lidi yang bisa berfungsi banyak untuk kebaikan. Tuhan YME senantiasa memberkati kita semua. Amin," pungkas Adi. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.