Rabu, 04 Feb 2026 05:31 WIB

Kemensos Fasilitasi Pengungsi Gempa Cianjur Keterampilan Menganyam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Des 2022 19:08 WIB
Ibu-ibu di pengungsian Gempa Cianjur menganyam tas
Ibu-ibu di pengungsian Gempa Cianjur menganyam tas

selalu.id - Kesibukan tampak di salah satu tenda pengungsian di Lapangan Jagaraksa Warungkondang Cianjur. Seorang pria dan lima orang wanita paruh baya sedang serius mengatur lembaran plastik tebal berukuran lebar kurang lebih 5 x 50 cm. Plastik warna, putih, biru, merah muda, dan warna lainnya dianyam silang menyilang membentuk pola yang atraktif.

Sudah sejak dua minggu yang lalu, Kementerian Sosial melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta dan Sentra Handayani memfasilitasi para pengungsi untuk belajar menganyam. Dengan keterampilan menganyam, bisa mengisi waktu luang sekaligus pemberdayaan para pengungsi.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Salah satu peserta pelatihan, Soraya Agustini, mengaku senang dan antusias mengikuti pelatihan ini.

"Alhamdulillah senang sekali. Sebelumnya belum pernah dilatih kayak gini, belum pernah berkreatifitas seperti ini. Terus semenjak ada gempa ada kesempatan untuk bisa dilatih," ujarnya saat ditemui di tenda pengungsian, Jumat (16/12).

Menurut dia, pelatihan ini mampu mengusir rasa suntuk dan kejenuhan selama berada di pengungsian.

"Ada kesibukan, dari pada kita di tenda, ada pekerjaan gitu," katanya.

Soraya dan peserta pelatihan mendapatkan pelatihan selama empat hari BBPPKS Yogyakarta. Pelatih yang didatangkan langsung dari Kota Gudeg itu mengajari dasar-dasar anyaman dengan bentuk standar. Namun, dengan berjalannya waktu, para pengungsi mampu berkreasi dan memproduksi tas dari anyaman dengan bentuk bervariasi.

"Yang dilatihkan cuma bentuk kotak kayak gini. Sekarang kita udah bisa berkreasi sendiri seperti buat tempat handphone dan laptop gitu," kata ibu dua anak ini.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Dalam sehari, satu orang setidaknya bisa membuat satu tas anyaman. Hingga saat ini, jumlah pengungsi yang ikut serta mencapai 13 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.

Hasil karya kelompok pengungsi ini sudah bisa dipamerkan di posko pengungsian yang berada di Lapangan Jagaraksa Warungkondang. Harga yang ditawarkan pun beragam tergantung ukuran dan tingkat kesulitan dalam membuat.

Rencananya, tas yang diproduksi akan dipamerkan dalam gelaran Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang akan dilaksanakan di Bali pada 20 Desember mendatang.

"Kebetulan tadi ada Ibu Menteri (Mensos) juga yang membeli, nanti kita juga mau dibawa ke Bali," kata Soraya.

Baca Juga: Tak Tertib Adminduk, Pemkot Surabaya Sebut Seribu Data Kematian Belum Dilaporkan

Ia berharap kesibukan menganyam ini tidak psekedar aktivitas di tempat pengungsian, namun para peserta menginginkan agar pelatihan bisa berkembang dan mampu membentuk pkelompok usaha bersama.

"Untuk ke depan ingin ada wadah agar bisa lebih pberkembang lagi tidak berhenti sampai di sini. Mudah-mudah kita bisa membuka lapangan kerja untuk yang lain yang membutuhkan supaya jadi berkembang. Bahkan kalau bisa sampai bisa di ekspor ke manca negara," katanya.

Selain memberikan bantuan kedaruratan untuk korban gempa, Kemensos juga berkomitmen melakukan pemberdayaan kepada para pengungsi. Pemberdayaan lain yang diberikan kepada pengungsi adalah dapur kreasi, yang hingga saat ini beromset Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari. (ADV/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.