Senin, 07 Sep 2026 02:09 WIB

Parah! Ditemukan Air Rumah Tangga Tercemar Tinja di Indonesia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Nov 2022 17:20 WIB
Ilustrasi air
Ilustrasi air

selalu.id - Ditemukan air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia tercemar limbah tinja. Uji tersebut hampir 70 persen dari 20 ribu sumber air yang tercemar.

Pencemaran tersebut bisa menyebabkan penyakit diare, yang merupakan penyebab utama kematian balita. Sehingga, UNICEF melakukan kampanye sanitasi aman.

Baca Juga: Polemik Pengelolaan Air Minum Mandiri di Perumahan Mewah Surabaya, Pemkot: PDAM Bakal Ambil Alih

Pengamat kesehatan lingkungan Universitas Airlangga (Unair), prof Ririh Yudhastuti menerangkan, setidaknya ada tiga jenis sumber air minum yakni, air olahan PDAM, sumur gali, dan tadah hujan. Yang selanjutnya dalam disesuaikan menjadi air kemasan, air isi ulang, serta air sumur.

Prof Ririh menerangkan sumber air dari sumur galian. Bahwa semakin dalam sumur maka akan semakin terbebas dari kontaminasi tinja.

"Tinja manusia, hewan, ataupun yang lainnya," katanya, melalui keterangan, Selasa (1/11/2022).

Kemudian untuk air kemasan bermerk, Prof Ririh menerangkan bahwa usaha air kemasan bermerk berada di tingkat industri.

Sehingga ada standar yang harus dipenuhi yaitu Hazard analysis and critical control points (HACCP).

Baca Juga: Program Home Care Jember, Hadirkan "Dokter Keluarga" untuk Warga Miskin

HACCP adalah bentuk penjamin mutu yang sistematis untuk mengidentifikasi bahaya sekaligus bahan yang terkandung dalam suatu produk.

"Dan biasanya digunakan untuk controlling bahwa industri air minum ini sudah melewati HACCP ini. Oleh karena itu salah satu standar HACCP harus mencantumkan tanggal kadaluarsa," ucapnya.

Sedangkan untuk air isi ulang, Prof Ririh menerangkan bahwa umumnya depo dilakukan inspeksi oleh dinas kesehatan melalui Puskesmas dua kali dalam setahun. Hal itu dilakukan agar konsumen tidak terkena penyakit menular seperti tipes dan TBC. Selain itu juga memastikan tidak ada penularan melalui air atau makanan (food borne diseases).

Kemudian, Prof Ririh menyarankan untuk melihat sarana dan prasarana depo. Memeriksa kebersihan dan kehigienisan pencucian galon mereka.

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

"Walaupun pencucian mereka sudah menawarkan macam-macam seperti ozon atau yang lainnya. Tapi kalau pencucian mereka tidak bersih akan membawa air yang tidak bersih," katanya.

Terakhir, peran depo air isi ulang hendaknya melaporkan kepada pihak Puskesmas atau dinas kesehatan jika ada sesuatu yang diragukan.

Dan sebagai konsumen, jika masih ragu dengan air tersebut, sebaiknya merebus air itu selama satu menit dalam suhu 100 derajat celcius agar bersih terhadap mikroorganisme. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.