Rabu, 28 Okt 2026 11:38 WIB

Parah! Ditemukan Air Rumah Tangga Tercemar Tinja di Indonesia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Nov 2022 17:20 WIB
Ilustrasi air
Ilustrasi air

selalu.id - Ditemukan air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia tercemar limbah tinja. Uji tersebut hampir 70 persen dari 20 ribu sumber air yang tercemar.

Pencemaran tersebut bisa menyebabkan penyakit diare, yang merupakan penyebab utama kematian balita. Sehingga, UNICEF melakukan kampanye sanitasi aman.

Baca Juga: Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Pengamat kesehatan lingkungan Universitas Airlangga (Unair), prof Ririh Yudhastuti menerangkan, setidaknya ada tiga jenis sumber air minum yakni, air olahan PDAM, sumur gali, dan tadah hujan. Yang selanjutnya dalam disesuaikan menjadi air kemasan, air isi ulang, serta air sumur.

Prof Ririh menerangkan sumber air dari sumur galian. Bahwa semakin dalam sumur maka akan semakin terbebas dari kontaminasi tinja.

"Tinja manusia, hewan, ataupun yang lainnya," katanya, melalui keterangan, Selasa (1/11/2022).

Kemudian untuk air kemasan bermerk, Prof Ririh menerangkan bahwa usaha air kemasan bermerk berada di tingkat industri.

Sehingga ada standar yang harus dipenuhi yaitu Hazard analysis and critical control points (HACCP).

Baca Juga: Bupati Jember Sebut 7 Fraksi DPRD Sejalan dengan Arah APBD 2027

HACCP adalah bentuk penjamin mutu yang sistematis untuk mengidentifikasi bahaya sekaligus bahan yang terkandung dalam suatu produk.

"Dan biasanya digunakan untuk controlling bahwa industri air minum ini sudah melewati HACCP ini. Oleh karena itu salah satu standar HACCP harus mencantumkan tanggal kadaluarsa," ucapnya.

Sedangkan untuk air isi ulang, Prof Ririh menerangkan bahwa umumnya depo dilakukan inspeksi oleh dinas kesehatan melalui Puskesmas dua kali dalam setahun. Hal itu dilakukan agar konsumen tidak terkena penyakit menular seperti tipes dan TBC. Selain itu juga memastikan tidak ada penularan melalui air atau makanan (food borne diseases).

Kemudian, Prof Ririh menyarankan untuk melihat sarana dan prasarana depo. Memeriksa kebersihan dan kehigienisan pencucian galon mereka.

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

"Walaupun pencucian mereka sudah menawarkan macam-macam seperti ozon atau yang lainnya. Tapi kalau pencucian mereka tidak bersih akan membawa air yang tidak bersih," katanya.

Terakhir, peran depo air isi ulang hendaknya melaporkan kepada pihak Puskesmas atau dinas kesehatan jika ada sesuatu yang diragukan.

Dan sebagai konsumen, jika masih ragu dengan air tersebut, sebaiknya merebus air itu selama satu menit dalam suhu 100 derajat celcius agar bersih terhadap mikroorganisme. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

POPDA dan Peparpeda 2024 Dongkrak Prestasi, Kota Mojokerto Bidik 10 Besar

Dibanding 2022, raihan medali dan peringkat pada 2024 mengalami kenaikan signifikan.

Kanwil Kemenag Jatim Bekali ASN Etika Digital dan Ekoteologi

ASN perlu terus meningkatkan kapasitas dan karakter agar mampu menjalankan tugas secara optimal.

Top 5 Berita: Pengelolaan Wisata Sejarah hingga Revitalisasi Pasar Keputran

Pembaca tertarik berita pemerintahan, kriminal.

Waspada Cuaca Ekstrem di Nganjuk Beberapa Hari ke Depan, Ini Imbauan BMKG

Waspadai bencana susulan, mulai dari pohon tumbang, banjir genangan di kawasan perkotaan, hingga ancaman tanah longsor.

Jomblo Merapat, Ini Tips Bahagia dari Psikolog

Banyaknya pasangan di suatu area ternyata tak berdampak langsung pada kebahagiaan warga lajang. Kepuasan hidup mereka relatif stabil.

PLTS Terapung Terbesar ke-2 RI di Malang Siap Aliri Listrik Akhir 2026

Percepatan ini menjadi komitmen PLN NP dalam memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT) dan mengawal transisi energi nasional.