Begini Cara Mengetahui Jenis dan Kandungan Obat Menurut Dosen Unair
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 31 Okt 2022 11:29 WIB
selalu.id - Dosen Universitas Airlangga (Unair) membagikan cara memilih dan menggunakan obat untuk menyembuhkan saat sedang sakit.
Staf Pengajar Departemen Anatomi, Histologi, Farmakologi, Fakultas Kedokteran Unair, dr Annette d'Arqom mengatakan, menggunakan obat harus dilakukan dengan bijak guna
melindungi masyarakat dari hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Polisi Telusuri Kandungan Obat yang Diduga Jadi Penyebab Balita Tewas di Kamar Hotel di Surabaya
dr Annette menyampaikan, ada beberapa penggolongan obat harus masyarakat pahami yaitu obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, psikotropika dan narkotika.
"Kalau obat bebas di kemasannya ada lingkaran berwarna hijau dan batasnya warna hitam misalnya obat paracetamol dan berbagai jenis vitamin. Sedangkan obat bebas terbatas tandanya lingkaran warna biru dengan batas warna hitam, contohnya obat cacing dan obat anti mual," kata dr Annette, melalui keterangan rilisnya, Senin (31/10/2022)
Kemudian, untuk golongan obat keras ditandai dengan logo lingkaran merah yang di dalamnya terdapat tulisan huruf 'K'. dr Annette menyebut, obat itu harus dengan resep dokter, contoh obat antibiotik. Kata dia, obat ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat serta menimbulkan ketergantungan sehingga penggunaannya diatur dalam regulasi tersendiri.
"Misal kandungannya ada paracetamol, kita harus tahu itu untuk apa," tutur Anette.
"Sedangkan untuk kandungan lain seperti pemanis yang digunakan dalam obat sirup atau pelarutnya bagi masyarakat tidak terlalu penting untuk mengetahui itu. Sudah ada tanggung jawab dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan perusahaan sendiri," imbuhnya.
Untuk mengetahui kandungan obat dapat dilakukan dengan cara membaca kemasan obat. Ia menjelaskan, setiap obat ada komposisinya, cara pakainya, cara penyimpanan dan lain-lain.
"Jadi kemasan obat harus dibaca," jelas Annette.
Lebih lanjut, dr Annette masyarakat ingin mengetahui perihal informasi obat lebih lengkap dapat mengakses situs terpercaya milik BPOM yaitu pionas.bpom.go.id yang merupakan pusat informasi obat nasional.
Baca Juga: Cek Keberadaan Obat Sirup, Wali Kota Eri Cahyadi Bakal Sidak Apotek di Surabaya
"Disitu banyak sekali ya informasi obatnya. Kalau mau yang secara singkat pakai telemedicine yang ada di google. Kalau ingin mencari tahu boleh saja cari di web, untuk penggunaannya tetap berkonsultasi lebih dahulu ya,"paparnya.
Lalu juga mengecek kemasan, label, izin edar, dan kadaluarsa. Pastikan kemasan rapi dan tersegel serta tulisan keterangan di kemasan dapat dibaca dengan jelas.
"Label obatnya, kandungan apa saja, cara penyimpanan, interaksi obat dengan penyakit atau zat tertentu," ujarnya.
Izin edar juga menjadi hal penting untuk mengetahui apakah obat tersebut dapat dipertanggungjawabkan keasliannya atau obat palsu. Izin edar obat dapat dicek melalui website BPOM.
Baca Juga: Obat Sirup untuk Anak Dihentikan Terkait Gagal Ginjal Akut, Ini Penggantinya
Tanggal kadaluarsa obat juga tak kalah pentingnya, tidak ada jaminan jika setelah melewati tanggal kadaluarsa obat masih dalam kondisi stabil atau tidak.
dr Annette pun menambahkan, efek samping dan reaksi simpang obat memiliki definisi yang berbeda. Efek samping merupakan efek sekunder yang ditimbulkan obat dalam batas terapi.
"Misal ya setelah minum obat CTM akan mengantuk, ini yang dinamakan efek samping. Jadi solusinya minum saat akan tidur atau ketika tidak mengoperasikan alat berat," jelasnya.
Sedangkan reaksi simpang obat merupakan reaksi yang tidak diharapkan dan sifatnya membahayakan serta tidak berhubungan dengan mekanisme kerja obat.
"Misal setelah minum obat ada ruam kulit atau terjadi pengelupasan ya. Tapi hal ini jarang terjadi. Jika terjadi hentikan penggunaan obat dan segera pergi ke pelayanan kesehatan terdekat," tutupnya.(Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-2939-begini-cara-mengetahui-jenis-dan-kandungan-obat-menurut-dosen-unair
