Jeritan Hati Tukang Becak di Mojokerto, Berjuang Rebut Kembali Tanah yang Dirampok Mafia
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Senin, 17 Agu 2026 18:13 WIB
selalu.id - Satu keluarga tukang becak melakukan aksi demo di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto, Senin (17/8/2026).
Dalam momen HUT ke-81 Republik Indonesia ini, keluarga Ponimin warga Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, itu menggelar aksi karena mengaku jadi korban mafia tanah.
Baca Juga: Sujud Syukur 9 Warga Binaan Lapas Mojokerto saat Terima Remisi Bebas di HUT RI ke-81
Ponimin datang bersama istri, anak dan didampingi oleh kuasa hukumnya, Ignasius dari Lembaga Bantuan hukum (LBH) Permata Biru Indonesia.
Saat aksi, keluarga Ponimin membentangkan spanduk bertuliskan, "Kami masih berjuang, kami belum merdeka, tanah kami dirampok mafia tanah, dibantu oknum BPN dan oknum perangkat desa Lengkong Kabupaten Mojokerto".
Di sela-sela aksi, Ignasius, kuasa hukum Ponimin, mengatakan jika demo itu digelar untuk menyampaikan aspirasi dari Ponimin yang merasa tanahnya diserobot oleh oknum BPN danoknum perangkat desa Lengkong.
"Kita minta pertanggungjawaban dari BPN karena ini proses balik nama melibatkan BPN. Ini tanahnya sudah dialihkan kepada orang lain melalui proses ajudifikasi tanah melalui BPN dengan perangkat Desa Lengkong," ungkapnya.
"Pak Ponimin kita bantu karena tidak punya, pekerjaan tukang becak, karena di pihak desa mereka tidak mendapatkan respon yang baik," tambah Ignasius
Ignasius menyebut, objeknya adalah tanah kebun seluas sekitar 300 meter di Desa Lengkong, ini proses dibaliknamakan oleh Mafia tanah tahun 2007.
Baca Juga: HUT RI ke-81, Bupati Mojokerto: Kita Jaga Kemerdekaan dengan Persatuan!
Pihaknya juga sudah melayangkan surat resmi ke Bupati Mojokerto, DPRD Mojokerto maupun DPRD Provinsi Jatim.
Sementara itu, Ponimin mengaku sudah menanyakan perihal sengketa tanah itu di pihak desa Lengkong, namun tidak mendapat respon yang baik.
"Lurah tidak membela saya," jelasnya.
Demo ini sempat diwarnai ketengangan ketika mobil yang hendak keluar kantor BPN tertahan oleh aksi demo.
Baca Juga: Adu Banteng Dua Motor Terjadi di Mojokerto, 3 Nyawa Melayang di TKP
Pria yang duduk di kursi pengemudi mobil tersebut keluar dari mobil dan bersitegang dengan pendemo. Beruntung sekuriti berhasil mencegah ketegangan tersebut dengan melerai kedua belah pihak.
Ignasius menambahkan bahwa ketegangan itu bermula sebuah mobil yang hendak keluar Kantor BPN Mojokerto. Pria di mobil itu sempat bersitegang dengan Ignasius.
"Posisinya (haluan mobil) masih luas, kita tidak menghalangi pintu keluar, tapi rodanya ke kanan, sedangkan di kanan ada pak Ponimin yang pegang banner. Kalau diteruskan tertabrak. Ketika mau ditabrak ya saya gebrak mobilnya. Sempat (sopir) mau mukul. Coba nggak ditahan sekuriti pasti saya sudah dipukul," jelasnya.
Pihaknya menduga pria itu adalah oknum pegawai BPN. Sebab baru selesai upacara HUT RI di Kantor BPN Mojokerto.
Editor : Zein Muhammad