Jumat, 02 Okt 2026 02:02 WIB

Jeritan Hati Tukang Becak di Mojokerto, Berjuang Rebut Kembali Tanah yang Dirampok Mafia

Aksi demo keluarga tukang becak yang mengaku tanahnya diserobot mafia tanah. (Foto: Supri/selalu.id).
Aksi demo keluarga tukang becak yang mengaku tanahnya diserobot mafia tanah. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Satu keluarga tukang becak melakukan aksi demo di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto, Senin (17/8/2026).

Dalam momen HUT ke-81 Republik Indonesia ini, keluarga Ponimin warga Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, itu menggelar aksi karena mengaku jadi korban mafia tanah.

Baca Juga: Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Ponimin datang bersama istri, anak dan didampingi oleh kuasa hukumnya, Ignasius dari Lembaga Bantuan hukum (LBH) Permata Biru Indonesia. 

Saat aksi, keluarga Ponimin membentangkan spanduk bertuliskan, "Kami masih berjuang, kami belum merdeka, tanah kami dirampok mafia tanah, dibantu oknum BPN dan oknum perangkat desa Lengkong Kabupaten Mojokerto".

Di sela-sela aksi, Ignasius, kuasa hukum Ponimin, mengatakan jika demo itu digelar untuk menyampaikan aspirasi dari Ponimin yang merasa tanahnya diserobot oleh oknum BPN danoknum perangkat desa Lengkong.

"Kita minta pertanggungjawaban dari BPN karena ini proses balik nama melibatkan BPN. Ini tanahnya sudah dialihkan kepada orang lain melalui proses ajudifikasi tanah melalui BPN dengan perangkat Desa Lengkong," ungkapnya.

"Pak Ponimin kita bantu karena tidak punya, pekerjaan tukang becak, karena di pihak desa mereka tidak mendapatkan respon yang baik," tambah Ignasius

Ignasius menyebut, objeknya adalah tanah kebun seluas sekitar 300 meter di Desa Lengkong, ini proses dibaliknamakan oleh Mafia tanah tahun 2007. 

Baca Juga: Tabrak Pikap Tetangga Parkir Sembarangan di Mojokerto, Pemuda Tewas

Pihaknya juga sudah melayangkan surat resmi ke Bupati Mojokerto, DPRD Mojokerto maupun DPRD Provinsi Jatim.

Sementara itu, Ponimin mengaku sudah menanyakan perihal sengketa tanah itu di pihak desa Lengkong, namun tidak mendapat respon yang baik. 

"Lurah tidak membela saya," jelasnya.

Demo ini sempat diwarnai ketengangan ketika mobil yang hendak keluar kantor BPN tertahan oleh aksi demo. 

Baca Juga: Kabid TIK dan Kapolres Jajaran Polda Jatim Berganti, Ini Daftarnya

Pria yang duduk di kursi pengemudi mobil tersebut keluar dari mobil dan bersitegang dengan pendemo. Beruntung sekuriti berhasil mencegah ketegangan tersebut dengan melerai kedua belah pihak.

Ignasius menambahkan bahwa ketegangan itu bermula sebuah mobil yang hendak keluar Kantor BPN Mojokerto. Pria di mobil itu sempat bersitegang dengan Ignasius.

"Posisinya (haluan mobil) masih luas, kita tidak menghalangi pintu keluar, tapi rodanya ke kanan, sedangkan di kanan ada pak Ponimin yang pegang banner. Kalau diteruskan tertabrak. Ketika mau ditabrak ya saya gebrak mobilnya. Sempat (sopir) mau mukul. Coba nggak ditahan sekuriti pasti saya sudah dipukul," jelasnya.

Pihaknya menduga pria itu adalah oknum pegawai BPN. Sebab baru selesai upacara HUT RI di Kantor BPN Mojokerto.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Timnas Indonesia Bantai Bangladesh 9-2, Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Hasil fantastis ini memastikan langkah Timnas Indonesia melaju mulus ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026.

Miris, Banyak Toilet Sekolah di Surabaya Rusak hingga Ruang Kelas Tanpa Pintu

Temuan ini sangat miris, karena pembangunan manusia di Kota Surabaya yang ditandai dengan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Lima Pelaku Ganjal ATM Dibekuk, Beraksi di Banyuwangi hingga Merak

Lima orang tersangka diamankan dalam operasi yang digelar di lima wilayah berbeda.

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri

Dalam momen itu, Presiden Prabowo juga melantik Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Dedi Prasetyo.

Daftar Lengkap Reshuffle Menteri dan Pejabat yang Dilantik Presiden Prabowo

Langkah perombakan ini tercatat menjadi reshuffle ke-7 di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemkab Sidoarjo Teguhkan Komitmen dalam Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Kesaktian Pancasila

Momentum 1 Oktober ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga ideologi Pancasila sekaligus memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan.