Senin, 17 Agu 2026 18:55 WIB

Jeritan Hati Tukang Becak di Mojokerto, Berjuang Rebut Kembali Tanah yang Dirampok Mafia

Aksi demo keluarga tukang becak yang mengaku tanahnya diserobot mafia tanah. (Foto: Supri/selalu.id).
Aksi demo keluarga tukang becak yang mengaku tanahnya diserobot mafia tanah. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Satu keluarga tukang becak melakukan aksi demo di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto, Senin (17/8/2026).

Dalam momen HUT ke-81 Republik Indonesia ini, keluarga Ponimin warga Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, itu menggelar aksi karena mengaku jadi korban mafia tanah.

Baca Juga: Sujud Syukur 9 Warga Binaan Lapas Mojokerto saat Terima Remisi Bebas di HUT RI ke-81

Ponimin datang bersama istri, anak dan didampingi oleh kuasa hukumnya, Ignasius dari Lembaga Bantuan hukum (LBH) Permata Biru Indonesia. 

Saat aksi, keluarga Ponimin membentangkan spanduk bertuliskan, "Kami masih berjuang, kami belum merdeka, tanah kami dirampok mafia tanah, dibantu oknum BPN dan oknum perangkat desa Lengkong Kabupaten Mojokerto".

Di sela-sela aksi, Ignasius, kuasa hukum Ponimin, mengatakan jika demo itu digelar untuk menyampaikan aspirasi dari Ponimin yang merasa tanahnya diserobot oleh oknum BPN danoknum perangkat desa Lengkong.

"Kita minta pertanggungjawaban dari BPN karena ini proses balik nama melibatkan BPN. Ini tanahnya sudah dialihkan kepada orang lain melalui proses ajudifikasi tanah melalui BPN dengan perangkat Desa Lengkong," ungkapnya.

"Pak Ponimin kita bantu karena tidak punya, pekerjaan tukang becak, karena di pihak desa mereka tidak mendapatkan respon yang baik," tambah Ignasius

Ignasius menyebut, objeknya adalah tanah kebun seluas sekitar 300 meter di Desa Lengkong, ini proses dibaliknamakan oleh Mafia tanah tahun 2007. 

Baca Juga: HUT RI ke-81, Bupati Mojokerto: Kita Jaga Kemerdekaan dengan Persatuan!

Pihaknya juga sudah melayangkan surat resmi ke Bupati Mojokerto, DPRD Mojokerto maupun DPRD Provinsi Jatim.

Sementara itu, Ponimin mengaku sudah menanyakan perihal sengketa tanah itu di pihak desa Lengkong, namun tidak mendapat respon yang baik. 

"Lurah tidak membela saya," jelasnya.

Demo ini sempat diwarnai ketengangan ketika mobil yang hendak keluar kantor BPN tertahan oleh aksi demo. 

Baca Juga: Adu Banteng Dua Motor Terjadi di Mojokerto, 3 Nyawa Melayang di TKP

Pria yang duduk di kursi pengemudi mobil tersebut keluar dari mobil dan bersitegang dengan pendemo. Beruntung sekuriti berhasil mencegah ketegangan tersebut dengan melerai kedua belah pihak.

Ignasius menambahkan bahwa ketegangan itu bermula sebuah mobil yang hendak keluar Kantor BPN Mojokerto. Pria di mobil itu sempat bersitegang dengan Ignasius.

"Posisinya (haluan mobil) masih luas, kita tidak menghalangi pintu keluar, tapi rodanya ke kanan, sedangkan di kanan ada pak Ponimin yang pegang banner. Kalau diteruskan tertabrak. Ketika mau ditabrak ya saya gebrak mobilnya. Sempat (sopir) mau mukul. Coba nggak ditahan sekuriti pasti saya sudah dipukul," jelasnya.

Pihaknya menduga pria itu adalah oknum pegawai BPN. Sebab baru selesai upacara HUT RI di Kantor BPN Mojokerto.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mengintip Kemegahan The Trans Luxury Hotel Surabaya, Ikon Baru Gaya Hidup Modern di Jatim

Hotel mewah ini menghadirkan perpaduan hospitality, kuliner, leisure, wellness, hingga entertainment dalam satu kawasan terpadu.

Infinix Buka Store 5.0 dan Experience Hub Pertama di Surabaya, Ada Flash Sale Rp10 Ribu

Konsep baru ini mengusung tampilan desain yang lebih clean, modern, dan sophisticated guna meningkatkan kenyamanan pelanggan saat berbelanja.

Semarak HUT ke-81 RI Sidoarjo, Dari Pemberian Remisi hingga Rekor MURI Polresta

Momen itu juga menegaskan kembali pentingnya persatuan, kerja nyata, pelayanan publik, hingga kesiapan masyarakat melanjutkan pembangunan.

Brio Ludes Terbakar usai Hantam Truk di Tol Sumo: Satu Balita Tewas, 3 Lainnya Terluka

Atas kejadian ini, polisi mengimbau para pengguna jalan tol untuk tidak memaksakan diri saat mengemudi dalam kondisi lelah. Sebaiknya berhenti di rest area.

Peringati HUT RI ke-81, Wali Kota Eri Kobarkan Api Perjuangan Pemuda Surabaya

Di momen tersebut, Pemkot Surabaya juga memberikan Satyalancana Karya Satya kepada 966 PNS yang telah mengabdi puluhan tahun.

Polda Jatim Kirim Bantuan Pangan hingga Tim Psikologis ke Lokasi Bencana Gempa NTT

Dua unit kendaraan dapur lapangan dan dua unit kendaraan pengolahan air bersih turut diberangkatkan guna memenuhi kebutuhan dasar di lokasi bencana.