Jumat, 23 Okt 2026 21:45 WIB

Driver Ojek Online di Surabaya Bakal Dapat Bansos Jika Upaya FRONTAL Berhasil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Sep 2022 21:20 WIB
Tim Frontal Jatim saat melakukan pendataan dan input berkas driver online Surabaya untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah akibat dampak dari kenaikan BBM di Cafe Tangan Kanan, di kawasan Kalisari, Surabaya, Senin (19/9/2022)
Tim Frontal Jatim saat melakukan pendataan dan input berkas driver online Surabaya untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah akibat dampak dari kenaikan BBM di Cafe Tangan Kanan, di kawasan Kalisari, Surabaya, Senin (19/9/2022)

selalu.id - Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (FRONTAL) Jawa Timur sudah selesai melakukan pendataan driver online. Ini bertujuan untuk perjuangan mendapatkan bantua sosial.

Humas FRONTAL Jatim, Daniel Lukas Rorong menyebut, baik pengemudi ojek online (ojol), taksi online, maupun jasa angkutan barang berbasis aplikasi sudah terdata semuanya, khususnya untuk wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

"Khusus Surabaya, pendataan sudah kami lakukan sejak Minggu (18/9/2022) dan baru selesai malam ini pukul 20.00 WIB di Cafe Tangan Kanan di kawasan Kalisari, Surabaya," kata Daniel, Senin (19/9/2022).

Selanjutnya, tim FRONTAL Jatim akan melakukan verifikasi manual dan input data yang sudah terkumpul secara marathon sehingga nantinya bisa segera disetorkan pada Pemerintah Kota Surabaya.

"Selasa (20/9/2022), kami akan berkirim surat pada Walikota Surabaya untuk minta jadwal audiensi. Sekaligus laporan hasil kerja dari FRONTAL Jatim dimana kami sudah melakukan pendataan driver online, khususnya untuk wilayah Surabaya," jelas Daniel.

Ditambahkannya, data yang dimiliki oleh FRONTAL Jatim ini terbilang lengkap. Karena saat proses pendataan, masing-masing driver online menyerahkan fotokopi KTP, Kartu Keluarga, nomer telepon serta bukti screenshoot akun aplikasi yang dimiliki.

Sementara itu, Tito Achmad, Ketua Dewan Presidium FRONTAL Jatim, menegaskan bahwa pihaknya akan memperjuangkan mati-matian driver online agar mendapatkan bantuan sosial (bansos) akibat dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti yang dijanjikan oleh pemerintah.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

"Tak hanya di Surabaya, tapi juga Gresik, Sidoarjo dan daerah-daerah lain di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur dimana sudah dilakukan pendataan oleh tim Frontal disana," tegas Tito.

Khusus di Surabaya, lanjutnya, tim FRONTAL tak hanya ingin audiensi dengan Walikota Surabaya, tapi juga Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya agar membantu mengawal data agar nantinya bisa mendapatkan bansos tersebut.

"Tugas kami berat. Karena kami mengemban amanah dari rekan-rekan driver online dimana sampai saat ini masih belum mendapatkan bansos dari pemerintah. Padahal kenaikan harga BBM sudah berjalan lebih dari dua minggu," paparnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022 pada 5 September 2022. Tujuannya mendukung program penanganan dampak inflasi.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Dalam aturan itu, pemerintah daerah diminta menganggarkan belanja wajib perlindungan sosial periode Oktober sampai Desember 2022.

Khusus alokasi bansos BBM untuk ojek online dan nelayan ini berasal dari dana pemerintah daerah bersumber 2% alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH). Pemerintah pusat menyerahkan masing-masing kepala daerah untuk mengatur skemanya. Total anggaran DAU yang dipangkas tersebut Rp 2,17 triliun.

Dana tersebut kemudian dipakai untuk memberi subsidi kepada masyarakat atas biaya transportasi angkutan umum, ojek, memberi bantuan kepada nelayan hingga tambahan perlindungan sosial. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).