Senin, 02 Feb 2026 17:23 WIB

Driver Ojek Online di Surabaya Bakal Dapat Bansos Jika Upaya FRONTAL Berhasil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 19 Sep 2022 21:20 WIB
Tim Frontal Jatim saat melakukan pendataan dan input berkas driver online Surabaya untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah akibat dampak dari kenaikan BBM di Cafe Tangan Kanan, di kawasan Kalisari, Surabaya, Senin (19/9/2022)
Tim Frontal Jatim saat melakukan pendataan dan input berkas driver online Surabaya untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah akibat dampak dari kenaikan BBM di Cafe Tangan Kanan, di kawasan Kalisari, Surabaya, Senin (19/9/2022)

selalu.id - Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (FRONTAL) Jawa Timur sudah selesai melakukan pendataan driver online. Ini bertujuan untuk perjuangan mendapatkan bantua sosial.

Humas FRONTAL Jatim, Daniel Lukas Rorong menyebut, baik pengemudi ojek online (ojol), taksi online, maupun jasa angkutan barang berbasis aplikasi sudah terdata semuanya, khususnya untuk wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Khusus Surabaya, pendataan sudah kami lakukan sejak Minggu (18/9/2022) dan baru selesai malam ini pukul 20.00 WIB di Cafe Tangan Kanan di kawasan Kalisari, Surabaya," kata Daniel, Senin (19/9/2022).

Selanjutnya, tim FRONTAL Jatim akan melakukan verifikasi manual dan input data yang sudah terkumpul secara marathon sehingga nantinya bisa segera disetorkan pada Pemerintah Kota Surabaya.

"Selasa (20/9/2022), kami akan berkirim surat pada Walikota Surabaya untuk minta jadwal audiensi. Sekaligus laporan hasil kerja dari FRONTAL Jatim dimana kami sudah melakukan pendataan driver online, khususnya untuk wilayah Surabaya," jelas Daniel.

Ditambahkannya, data yang dimiliki oleh FRONTAL Jatim ini terbilang lengkap. Karena saat proses pendataan, masing-masing driver online menyerahkan fotokopi KTP, Kartu Keluarga, nomer telepon serta bukti screenshoot akun aplikasi yang dimiliki.

Sementara itu, Tito Achmad, Ketua Dewan Presidium FRONTAL Jatim, menegaskan bahwa pihaknya akan memperjuangkan mati-matian driver online agar mendapatkan bantuan sosial (bansos) akibat dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti yang dijanjikan oleh pemerintah.

Baca Juga: Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

"Tak hanya di Surabaya, tapi juga Gresik, Sidoarjo dan daerah-daerah lain di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur dimana sudah dilakukan pendataan oleh tim Frontal disana," tegas Tito.

Khusus di Surabaya, lanjutnya, tim FRONTAL tak hanya ingin audiensi dengan Walikota Surabaya, tapi juga Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya agar membantu mengawal data agar nantinya bisa mendapatkan bansos tersebut.

"Tugas kami berat. Karena kami mengemban amanah dari rekan-rekan driver online dimana sampai saat ini masih belum mendapatkan bansos dari pemerintah. Padahal kenaikan harga BBM sudah berjalan lebih dari dua minggu," paparnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022 pada 5 September 2022. Tujuannya mendukung program penanganan dampak inflasi.

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Dalam aturan itu, pemerintah daerah diminta menganggarkan belanja wajib perlindungan sosial periode Oktober sampai Desember 2022.

Khusus alokasi bansos BBM untuk ojek online dan nelayan ini berasal dari dana pemerintah daerah bersumber 2% alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH). Pemerintah pusat menyerahkan masing-masing kepala daerah untuk mengatur skemanya. Total anggaran DAU yang dipangkas tersebut Rp 2,17 triliun.

Dana tersebut kemudian dipakai untuk memberi subsidi kepada masyarakat atas biaya transportasi angkutan umum, ojek, memberi bantuan kepada nelayan hingga tambahan perlindungan sosial. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.