Jumat, 04 Sep 2026 16:57 WIB

Tempuh Jalur Darat, Mensos Risma Kunjungi Bocah Penderita Epilepsi di Brebes

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Sep 2022 11:25 WIB
Mensos Risma saat mengunjungi Fiqri
Mensos Risma saat mengunjungi Fiqri

selalu.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi kediaman Muhammad Fiqri Al Baihaqi di Brebes, Jawa Tengah. Bocah 11 tahun ini divonis dokter menderita epilepsi dan sering mengalami kejang.

Melalui jalan darat dari Surabaya, Mensos langsung menuju kediaman Fiqri di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Mensos datang disambut ayah-ibu Fiqri dan keluarga dekat.

Baca Juga: Gotong Royong Holding Kawasan Industri, SIER Himpun dan Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT

Kepada keluarga, Mensos menyatakan, dengan usia yang masih muda, Fiqri memiliki kesempatan besar untuk bisa membaik kondisinya. Namun hal itu perlu penanganan segera dan intensif.

"Insya Allah, Fiqri bisa membaik. Tapi memang perlu penanganan intensif," kata Mensos.

Untuk keperluan itu, Mensos mengarahkan jajaran untuk memberikan layanan fisioterapi.

"Saya akan berikan layanan fisioterapi untuk Fiqri. Supaya bisa ditangani secara khusus oleh petugas. Setiap hari harus diterapi. Kalau di rumah sakit kan pasien yang ditangani banyak," kata Mensos.

Keluarga diedukasi agar bisa melakukan fisioterapi secara mandiri dan rutin di rumah dengan mengoleskan minyak kayu putih dan minyak zaitun ke sekujur kaki Fiqri disertai gerakan kaki untuk merangsang otot dan melenturkan tulang kaki.

Kepada keluarga, Mensos sudah menawarkan agar Fiqri bisa dirawat di Sentra "Satria" Baturraden milik Kemensos. Namun dengan berbagai pertimbangan, keluarga memilih Fiqri dirawat di rumah.

Baca Juga: Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Keluarga Fiqri telah mendapatkan dari Kemensos berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan lain dari pemerintah daerah setempat. Keluarga Fiqri terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta memiliki kartu jaminan Kesehatan BPJS yang masih aktif.

Fiqri lahir normal, namun pada usia 4 bulan jatuh sakit (demam tinggi). Pengobatan sudah dilakukan beberapa kali namun demam terulang dengan kondisi kejang. Dengan ayah sebagai nelayan dan ibu penjual jajanan, keluarga ini tidak mampu menanggung biaya pengobatan Fiqri.

Tiga tahun terakhir Fiqri menjalani pengobatan secara mandiri di rumah dengan berbekal obat resep dari dokter dan dapat dibeli di apotik terdekat apabila obat habis pakai.

Selain epilepsi dan kejang, Fiqri juga mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Kaki Fiqri tidak dapat digerakkan dan berfungsi secara normal, sehingga bantuan kursi roda untuk mandi dan aktifitas lainnya.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula bantuan kepada Fiqri dan keluarga berupa bantuan Atensi Kewirausahaan (alat dan bahan) jajanan anak, lemari dan pakaian layak pakai untuk anak, paket mainan edukatif anak, bantuan Atensi kebutuhan dasar dan nutrisi tambahan untuk anak. Juga diberikan bantuan alat bersih diri dan cuci serta antuan perlengkapan tidur.

Kemensos juga memberikan bantuan berupa nutrisi tambahan dan kebutuhan hidup layak berupa :susu berprotein, madu, minyak kayu putih, minyak zaitun, multivitamin serta makanan lunak Selama ini orang tua memberikan makanan bubur dan kecap saja.

Diberikan juga bantuan ATENSI berupa uang yang dipergunakan untuk biaya operasional selama menjalani perawatan di RSUD Brebes. Total bantuan dari Kemensos sebesar Rp13 juta. Dari para dermawan melalui kitabisa.com diberikan donasi berupa uang sebanyak Rp58.704.905. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.