Kamis, 03 Sep 2026 15:00 WIB

Tambah 240 Kasus Baru, Jawa Timur Tembus 7.570 Positif Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Jun 2020 03:06 WIB

Surabaya (Selalu.id) - Jumlah kasus positif Covid-19 baru per hari ini, Sabtu, 13 Juni 2020 di Jatim bertambah 240 orang. Total kasus positif Covid-19 secara kumulatif sejak 17 Maret 2020 lalu tercatat 7.570 kasus.

“Hari ini kembali angka kasus konfirmasi bertambah cukup tinggi sebesar 240 kasus baru sehingga total hari ini 7.570. Terbesar masih Kota Surabaya dengan 86 kasus baru,” ungkap Koordinator Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Selain Kota Surabaya, penambahan positif baru terbanyak kedua ada di Tulungagung dengan 27 kasus, disusul Jombang 22 kasus, Gresik 17 kasus, Sidoarjo 14 kasus, Kab Malang 11 kasus, Bangkalan sembilan kasus, dan Kab Pasuruan delapan kasus.

Dari Banyuwangi tercatat tujuh kasus, Bojonegoro enam kasus, Sampang enam kasus, Kota Malang lima kasus, Jenber empat kasus, dan Kota Mojokerto tiga kasus. Dari Kab Probolinggo, Situbondo, dan Sumenep masing-masing dua kasus, serta Kab Blitar dan Kota Kediri, masing-masing satu kasus positif baru.

Peningkatan angka kesembuhan kini juga tercatat sebanyak 75 orang. Dari jumlah tersebut 40 dari Surabaya, 11 dari Tulungagung, lima dari Bangkalan, empat dari Kab Kediri, tiga dari Lumajang, tiga dari Kab Probolinggo, dua dari Bondowoso, dua dari Kab Mojokerto, dua dari Kota Malang, satu dari Jombang, dan satu dari Sampang

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Untuk jumlah pasien positif yang meninggal tercatat ada 13 orang. Terbanyak yakni tiga kasus di Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Pasuruan. Lalu ada dua kasus di Sampang, satu di Sidoarjo, dan satu dari Kota Malang.

Joni yang juga menjabat Dirut RSU dr Soetomo itu menjelaskan, potensi penyebaran di Jatim masih sangat tinggi. Apalagi, kata dia, seluruh daerah saat ini mulai menerapkan masa transisi new normal.

Namun, lanjut dia, masa transisi itu bukan sebagai ajang untuk euforia katena angka orang tanpa gejala (OTG) yang berkeliaran masih sangat banyak. Jumlah OTG kini tercatat ada 26.181 orang dan masih berpotensi naik status menjadi positif.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Selain itu tercatat sebanyak 26.287 orang dalam pemantauan (ODP) di mana di antaranya ada 4.037 yang masih dalam pemantauan. Tercatat pula, masih ada 8.147 pasien dalam pengawasan (PDP), sedangkat yang masih dalam perawatan ada sebanyak 3.793 orang.

“Makanya ini yang perlu diperhatikan betul oleh masyarakat, protokol kesehatan ini harus betul-betul diterapkan dengan disiplin. Seperti pake masker dan physical distancing ini yang sulit tapi harus dilakukan,” pungkasnya. (Jay)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.