Sabtu, 13 Jun 2026 17:15 WIB

Dua Tabung APAR Meledak dalam Sepekan di Surabaya, Perlu Pengawasan!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Jul 2022 11:45 WIB
Tabung Apar yang meledak di rumah Warga Jalan Kedinding Lor, Surabaya pada Selasa (19/7/2022).
Tabung Apar yang meledak di rumah Warga Jalan Kedinding Lor, Surabaya pada Selasa (19/7/2022).

selalu.id - Peristiwa meledaknya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) terjadi dua kali dalam sepekan di Surabaya. Peristiwa itu menyebabkan hilangnya satu nyawa serta dua orang mengalami luka-luka.

selalu.id merangkum dua kejadian meledaknya APAR di Surabaya yakni, peristiwa yang menewaskan seorang pria bernama Soehardjono (55) warga Karang Asem, yang mengalami kecelakaan kerja di CV Mandiri Arta, Jalan Lebak Jaya Utara 3, Kelurahan Dukuh Setro, Tambaksari, Surabaya pada Kamis (14/7/2022) lalu.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Menurut keterangan saksi, saat itu Soehardjono mengisi apar ukuran 3 kilogram. Tak lama kemudian, apar tersebut meledak hingga mengenai kepala korban. Sehingga, korban mengalami luka parah.

"Betul ditemukan orang yang tergeletak dengan kondisi pecah di kepala atas," kata Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, Iptu Agus Yogi.

Kedua adalah peristiwa meledaknya APAR yang terjadi di Kedidinding Lor pada Selasa (19/7/2022). Tercatat dua orang terluka dalam kejadian ini yakni Laksono (60) luka dibagian pergelangan kaki kiri, serta Rudy (34) mengalami luka pada bagian jari tangan kanan.

Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Ridwan Mubarun menyampaikan, diduga ledakan itu terjadi saat korban sedang mengisi tabung Apar.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

"Namun berselang beberapa menit kemuadian warga menengar suara ledakan di rumah No. 54 dan mendapati kedua korban sudah dalam kondisi tergeletak,"jelasnya.

Dua peristiwa meledaknya tabung APAR tersebut harusnya menjadi catatan penting oleh pihak terkait, mengingat penggunaan APAR tersebar di masyarakat, baik perkantoran, sekolah, mal, tempat ibadah bahkan rumah-rumah warga.

Edukasi tata cara penyimpanan serta penggunaan yang benar diperlukan agar tidak menimbulkan jatuhnya korban.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan bahwa PMK selalu melakukan pelatihan kepada masyarakat Surabaya untuk bagaimana menggunakan APAR.

"Selalu ada jadwal rutin dan ada yang berdasarkan permintaan warga, Monggo kalau jadwal dan berapa kalinya bisa datang ke kantor pasar Turi,"kata Dedik, saat dihubungi selalu.id, Sabtu (22/7/2022).

Selain edukasi, juga perlu dilakukan pengawasan secara berkala tentang kondisi APAR yang digunakan oleh masyarakat, mengingat sebuah tabung APAR memiliki daya ledak yang tinggi seperti pada dua kasus di atas. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo

Sebelumnya, kedua belah pihak bahkan sempat saling melayangkan laporan ke pihak kepolisian atas pertikaian itu.

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.