Jumat, 04 Sep 2026 13:18 WIB

Pantai Kenjeran Surabaya Diserbu Wisatawan Pada Momen Libur Lebaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 03 Mei 2022 17:22 WIB
Suasana di Food Corner Pantai Kenjeran Surabaya
Suasana di Food Corner Pantai Kenjeran Surabaya

selalu.id - Pantai Kenjeran Surabaya menjadi salah satu jujugan wisatawan di Surabaya pada momen libur lebaran 2022.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengelolaan Objek Wisata Surabaya, Rusdi Ismet mengatakan, pengunjung Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran naik 50 persen dari hari biasanya.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Rusdi menyampaikan bahwa pengunjung di momen lebaran Idul Fitri 1443 ini mencapai 1000-1500 orang.

"Pukul 12.00 WIB siang ini pengunjung sudah mencapai 3.000," kata Rusdi, Selasa (3/5/2022).

Apalagi, kata dia, Covid-19 di Kota Surabaya sudah level 1. Sehingga perbatasan pengunjung kini diperbolehkan 100 persen. Namun, pihaknya membatasi 20 ribu pengunjung melalui tiket Online.

Pantauan selalu.id di lapangan, tampak pengunjung mulai memenuhi area pantai. Beberapa diantara mereka membawa keluarga.

Pengunjung THP Kenjeran pun bukan hanya datang dari kota Surabaya saja, melainkan juga datang dari wilayah lain di Jawa Timur.

Ahmad (42) salah satu pengunjung THP asal Gresik mengatakan, wisata ke THP Kenjeran adalah tujuan kedua setelah bersilatuhrami dengan sanak famili di Surabaya. Setelah silaturahmi Ahmad pun memilih berwisata di THP Kenjeran.

"Saya ke Surabaya silaturahmi, setelah itu saya mampir ke sini, setiap tahun memang main kesini," ungkap Ahmad.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Pengunjung lain adalah Prapti, Parti (38) adalah warga Surabaya. Beriwisata ke THP Kenjeran adalah daftar tujuan pertamanya.

Meski ia adalah warga Surabaya, Prapti mengaku datang setiap 2 tahun sekali. Ia tak pernah bosan mengunjungi THP Kenjeran.

"Saya datang bersama keluarga, saya memang suka laut, karena tenang, setelah dari sini (THP Kenjeran) saya mau ke Kenjeran baru (Kenpark)," sebut Prapti.

Ramainya pengunjung THP Kenjeran ini pun menjadi berkah tersendiri bari para pedagang dan nelayan. Pendapatan mereka pun naik.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Eni yang merupakan pedagang lontong kupang di THP Kenjeran mengaku senang karena penjualannya meningkat. Di hari biasa Eni hanya mendapat 5 porsi lontong kupang.

"Hari pertama kemarin, 10 porsi sekarang bisa 20 porsi," ujar Eni.

Sama halnya dengan Eni, Nur yang berprofesi sebagai nelayan sekaligus pemilik perahu wisata di THP Kenjeran juga ikut senang. Pasalnya penumpangnya meningkat dari hari-hari biasa.

"Kemarin cuma dapat Rp40 ribu, sekarang dapat Rp200 ribu," tutur Nur. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.